Konser ONE OK ROCK di Jakarta 2026: Aksi Panggung Epik di Tengah Atmosfer Distopia

Konser ONE OK ROCK di Jakarta 2026: Aksi Panggung Epik di Tengah Atmosfer Distopia
Foto: Ilustrasi Konser ONE OK ROCK di Jakarta 2026: Aksi Panggung Epik di Tengah Atmosfer Distopia.
Ukuran teks

Konser bertajuk ONE OK ROCK: Detox Asia Tour 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (16/5) menjadi sebuah pertunjukan musik yang sangat berkelas. Band veteran asal Jepang ini menyuguhkan aksi panggung luar biasa dengan dukungan aspek teknis yang sangat mumpuni.

Kuartet yang digawangi oleh Takahiro 'Taka' Moriuchi, Toru Yamashita, Ryota Kohama, dan Tomoya Kanki ini berhasil memukau ribuan penggemar. Konser tersebut menjadi penutup yang sangat mengesankan bagi rangkaian tur panjang mereka yang sudah dimulai sejak tahun 2025.

Selama kurang lebih dua jam, para personel tampil penuh energi dan memacu adrenalin seluruh penonton yang hadir di lokasi. Kehadiran mereka seolah menjadi penawar rindu bagi para OORer setelah terakhir kali berkunjung pada Luxury Disease Asia Tour 2023.

Grup musik yang telah berkarier selama lebih dari dua dekade ini membawakan total 18 lagu pilihan yang dikurasi dengan sangat matang. Daftar lagu yang dibawakan mencerminkan kedewasaan bermusik mereka dengan perpaduan lirik bahasa Inggris dan Jepang.

Sebagian besar materi yang dibawakan diambil dari album studio ke-11 mereka yang berjudul Detox, sesuai dengan tema tur kali ini. Album tersebut dikenal memiliki lirik yang kuat dengan nuansa distopia serta semangat perlawanan terhadap kekacauan dunia.

Tepat pada pukul 20.00 WIB, konser dimulai dengan gebrakan vokal Taka saat membawakan lagu Puppets Can't Control You. Suasana semakin panas ketika lagu The Beginning yang merupakan OST film Rurouni Kenshin berkumandang dan dinyanyikan bersama oleh seluruh penonton.

Vokalis berusia 38 tahun tersebut menunjukkan kualitas vokal yang luar biasa dengan jangkauan nada tinggi dan falsetto yang sangat jernih. Taka juga sangat aktif berinteraksi dengan meminta penonton untuk terus bersuara dan mengangkat tangan mengikuti irama musik.

Setelah menghentak dengan Save Yourself, band ini terus memacu tempo melalui lagu NASTY yang provokatif serta lagu Renegades. Aransemen rock alternatif yang megah dalam lagu Renegades sukses membuat bulu kuduk para penonton berdiri karena kemegahannya.

Kejutan berlanjut pada lagu Party's Over ketika Toru menunjukkan kemampuannya dalam memainkan solo gitar sebagai intro yang memukau. Setelah rangkaian lagu bertempo cepat, suasana sedikit mereda saat Taka mulai melantunkan lagu balada emosional berjudul Tiny Pieces.

Momen ini menjadi sangat indah karena tribun penonton yang penuh sesak dipenuhi oleh cahaya lampu telepon genggam yang melambai pelan. Taka kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan penggemar selama tur yang telah berjalan selama 1,5 tahun tersebut.

Harapan agar para penggemar terus mendampingi perjalanan mereka menjadi pengantar yang sempurna untuk lagu legendaris Wherever You Are. Lagu yang dirilis pada tahun 2010 ini membawa penonton bernostalgia dalam suasana romantis melalui liriknya yang menyentuh hati.

Ribuan orang yang hadir serentak menyanyikan bagian reff lagu tersebut dengan penuh penghayatan di dalam arena. Setelah momen nostalgia berakhir, tiga personel lainnya yaitu Ryota, Toru, dan Tomoya secara bergantian menyapa para penggemar di Jakarta.

Ryota menyampaikan rasa senangnya karena ini adalah hari terakhir tur sehingga mereka bisa bersenang-senang tanpa memikirkan hari esok. Toru pun menimpali dengan memuji suara penggemar di Jakarta yang ia dengar sebagai salah satu yang paling keras di dunia.

Sementara itu, Tomoya mencuri perhatian dengan menggunakan bahasa Indonesia saat mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali berkunjung. Ia bahkan sempat melontarkan candaan dengan mengatakan sangat menyukai makanan lokal seperti cilok yang memicu tawa penonton.

Energi penonton kembali dibakar melalui lagu Make It Out Alive yang mengajak semua orang untuk melompat dan melakukan headbanging. Pihak promotor, TEM Presents dan Live Nation, dinilai sukses memberikan ruang yang cukup bagi penonton kelas festival untuk bergerak nyaman.

Memasuki paruh kedua pertunjukan, ONE OK ROCK tampil semakin liar dengan lagu-lagu yang mengusung pesan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ryota, Toru, dan Tomoya sempat memamerkan keahlian teknis mereka dalam memainkan instrumen masing-masing melalui sebuah harmoni musik.

Lagu C.U.R.I.O.S.I.T.Y dan Dystopia sukses mengguncang struktur Indonesia Arena dengan dentuman musik yang sangat kencang. Sebelum membawakan Delusion:All, Taka menyempatkan diri bercerita mengenai proses pembuatan album Detox yang mendapatkan berbagai respons dari publik.

Melalui album tersebut, ONE OK ROCK ingin menyuarakan kegelisahan mereka terhadap banyaknya pihak yang menjadi korban ego kelompok tertentu. Taka berharap album yang diproduseri Rob Cavallo ini bisa memberikan efek detoksifikasi dari berbagai hal negatif di lingkungan sosial.

Pesan mendalam yang disampaikan Taka di atas panggung di antaranya adalah :

  • Ketidakmampuan mereka menghentikan ketidakadilan karena bukan bagian dari pemerintahan atau aktor politik.
  • Penegasan bahwa mereka hanyalah sebuah band rock and roll yang ingin menyuarakan kebenaran kepada dunia.
  • Harapan agar musik mereka menjadi sarana perlawanan terhadap kondisi dunia yang menyerupai distopia.
  • Pernyataan berani mengenai kondisi demokrasi yang seringkali terasa melelahkan dan tidak sesuai harapan.

Pernyataan tersebut cukup mengejutkan karena jarang sekali ada musisi asal Jepang yang berani berbicara secara terbuka mengenai isu politik. Namun, lirik lagu Delusion:All memang terasa sangat relevan dengan situasi global yang sedang terjadi saat ini.

Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan tempo tinggi melalui lagu Stand Out Fit In, Kimishidai Ressha, dan Tropical Therapy. Taka mengakui bahwa bertahan sebagai musisi selama dua dekade bukanlah hal yang mudah dan ia sangat menghargai kesetiaan para penggemar.

Sebelum membawakan lagu The Pilot, Taka sempat meminta izin untuk menyampaikan pesan penutup menggunakan bahasa Jepang. Setelah lagu tersebut selesai, lampu panggung sempat dipadamkan sebelum penonton dengan kompak meneriakkan permintaan encore berulang kali.

Band ini akhirnya kembali ke atas panggung untuk membawakan lagu +Matter sebagai bonus bagi para penonton yang masih antusias. Konser malam itu ditutup secara sempurna dengan lagu We Are yang memicu aksi bernyanyi bersama secara masif di seluruh arena.

Secara keseluruhan, konser ONE OK ROCK kali ini meninggalkan kesan mendalam yang sulit untuk dilupakan oleh siapa pun yang hadir. Selain performa band yang tetap prima di usia veteran, kualitas audio dan visual yang ditampilkan benar-benar berkelas internasional.

Penggemar berkali-kali dibuat takjub dengan tampilan grafis visual serta tata cahaya ciamik yang mendukung setiap emosi dalam lagu. Berikut adalah ringkasan teknis dan informasi utama mengenai pelaksanaan konser tersebut.

Aspek Informasi Detail Konser
Nama Tur Detox Asia Tour 2026
Lokasi Acara Indonesia Arena, Jakarta
Waktu Pelaksanaan Sabtu, 16 Mei 2026
Jumlah Lagu 18 Lagu
Durasi Konser Sekitar 2 Jam
Promotor TEM Presents & Live Nation

Data di atas menunjukkan betapa seriusnya persiapan yang dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan para penonton selama acara berlangsung. Keberhasilan teknis ini menjadi faktor kunci yang membuat pengalaman menonton konser menjadi sangat berkesan bagi para OORer Jakarta.

ONE OK ROCK sekali lagi membuktikan posisi mereka sebagai salah satu band rock terbesar dari Asia yang mampu menyatukan pesan sosial dengan hiburan. Konser Detox Asia Tour 2026 di Jakarta ini dipastikan akan terus diingat sebagai salah satu pertunjukan musik terbaik tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi