Kloter Terakhir Tiba, Seluruh Jamaah Haji Indonesia 2026 Resmi Bersiap Wukuf di Arafah

Kloter Terakhir Tiba, Seluruh Jamaah Haji Indonesia 2026 Resmi Bersiap Wukuf di Arafah
Foto: Kloter Terakhir Tiba, Seluruh Jamaah Haji Indonesia 2026 Resmi Bersiap Wukuf di Arafah. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rangkaian kedatangan jamaah haji Indonesia di Makkah akhirnya mencapai puncaknya pada Jumat, 22 Mei 2026. Kedatangan rombongan terakhir ini menandai fase akhir fase kedatangan jamaah di Arab Saudi.

Kini, seluruh jamaah haji Indonesia tengah berfokus mempersiapkan diri untuk menjalani puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah. Momentum bersejarah ini akan berlangsung dalam empat hari mendatang.

Momen haru menyelimuti kedatangan kloter penutup di kawasan Raudhah, Makkah. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Marsiyah, seorang jamaah haji berusia 104 tahun asal Kabupaten Kediri.

Marsiyah terlihat sangat bahagia saat tiba di trotoar hotel tempatnya menginap. Meski usianya sudah lebih dari satu abad, ia tetap menunjukkan semangat yang luar biasa saat menjejakkan kaki di tanah suci.

Nenek tangguh ini tercatat sebagai jamaah haji tertua asal Indonesia yang berangkat pada musim haji tahun ini. Kehadirannya menjadi inspirasi tersendiri bagi jamaah lainnya yang baru saja sampai.

Marsiyah merupakan bagian dari sekitar 2.200 jamaah haji yang tergabung dalam enam kloter terakhir. Kedatangan mereka di Makkah pada Jumat tersebut bertepatan dengan H-4 menuju prosesi wukuf.

Data Kedatangan Rombongan Terakhir

Berikut adalah rincian mengenai asal embarkasi dari jamaah haji kloter terakhir yang mendarat di Makkah:

  • Lima kelompok terbang (kloter) berasal dari embarkasi Surabaya.
  • Satu kelompok terbang berasal dari embarkasi Batam.

Total keseluruhan jamaah dari dua wilayah ini menutup rangkaian gelombang kedatangan jamaah Indonesia. Secara resmi, tidak ada lagi rombongan jamaah haji reguler yang akan menyusul masuk ke kota suci.

Setelah tiba di hotel, sebagian jamaah dari kloter terakhir ini dijadwalkan langsung melaksanakan umrah wajib. Kegiatan ibadah tersebut rencananya dilaksanakan pada malam hari waktu setempat.

Namun, tidak semua jamaah kloter terakhir ini mengambil opsi ibadah umrah setibanya di Makkah. Beberapa jamaah dilaporkan memilih untuk melaksanakan skema Haji Ifrad.

Haji Ifrad adalah metode pelaksanaan ibadah haji di mana seseorang mendahulukan haji baru kemudian umrah, atau hanya menjalankan haji saja. Keputusan ini diambil karena waktu kedatangan mereka yang sudah sangat mepet dengan jadwal keberangkatan ke Arafah.

Selain faktor waktu, para jamaah ini ingin menghemat stamina agar tetap bugar saat puncak haji nanti. Fokus utama mereka saat ini adalah mempersiapkan fisik dan mental untuk menjalani prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pengaturan Transportasi di Kota Makkah

Informasi penting terkait layanan Bus Shalawat bagi jamaah haji menjelang puncak haji:

  • Bus Shalawat secara umum telah berhenti beroperasi sementara sejak 22 Mei.
  • Layanan ini akan diaktifkan kembali secara normal pada tanggal 14 Zulhijjah atau 31 Mei.
  • Tersedia sejumlah armada terbatas yang dikhususkan bagi jamaah kloter terakhir yang harus menjalankan umrah wajib.

Penyediaan armada terbatas ini bertujuan agar jamaah yang baru tiba tetap bisa menyelesaikan rangkaian rukun umrah dengan lancar. Pemerintah memastikan mobilitas jamaah terakhir tetap terjamin meskipun layanan reguler mulai dialihkan.

Penghentian operasional Bus Shalawat secara masal merupakan prosedur tetap tahunan. Langkah ini dilakukan agar seluruh armada bus dapat disiapkan untuk mendukung skema pergerakan jamaah di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Pemerintah melalui Kementerian Agama terus mematangkan skema pergerakan bus di wilayah tersebut. Rencananya, jamaah haji akan mulai diberangkatkan menuju padang Arafah pada tanggal 8 Zulhijjah pagi secara bertahap.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji juga telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan fasilitas. Salah satu tindakan tegas yang dilakukan adalah mencopot tanda-tanda KBIHU yang dipasang secara sepihak di tenda Arafah.

Hal tersebut dilakukan untuk menjamin hak setiap jamaah mendapatkan ruang tenda yang sesuai tanpa ada diskriminasi. Upaya ini memastikan kenyamanan jamaah Indonesia saat menjalani ibadah yang paling sakral dalam rukun haji tersebut.

Dengan tibanya kloter terakhir ini, total kuota jamaah Indonesia kini telah berkumpul seluruhnya di Makkah. Semua pihak berharap agar rangkaian ibadah di tanah suci tahun ini berjalan dengan tertib dan lancar hingga kepulangan nanti.

Artikel terkait

Rekomendasi