Klaim Trump Tunda Serangan ke Iran Picu Ketegangan Global, Benar Terjadi atau Gertakan Terbaru!

Klaim Trump Tunda Serangan ke Iran Picu Ketegangan Global, Benar Terjadi atau Gertakan Terbaru!
Foto: Klaim Trump Tunda Serangan ke Iran Picu Ketegangan Global, Benar Terjadi atau Gertakan Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Berita Terkini: Ketidakpastian Tindakan AS Terhadap <a href="/tag/iran">Iran</a>

Presiden Donald Trump baru-baru ini menunda rencana serangan militer terhadap Iran. Hal ini menimbulkan ketidakpastian di Teheran mengenai langkah Amerika Serikat selanjutnya.

Sementara itu, pejabat Iran menyatakan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan agresi sambil tetap mengupayakan diplomasi guna menuntut pencabutan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada mereka.

Di kalangan analis dan politisi Iran, terdapat perbedaan pandangan mengenai motif Amerika Serikat. Beberapa menilai ini sebagai taktik politik, sementara yang lain melihatnya sebagai ancaman perang nyata.

Klaim Donald Trump mengenai penundaan serangan tersebut semakin memperdalam ketidakpastian di Iran. Ada yang menilai apakah Washington hanya menggertak atau benar-benar bersiap untuk serangan baru.

Trump sebelumnya menyatakan telah menunda serangan yang direncanakan pada hari Selasa. Meski demikian, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tetap siap untuk menyerang Iran dengan keras kapan saja.

Kazem Gharibabadi, wakil menteri luar negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, menulis bahwa AS menunda serangan untuk memberi peluang pada diplomasi. Namun, dia mengingatkan bahwa ancaman itu oleh AS dianggap sebagai kesempatan untuk perdamaian.

Divisi elite IRGC Iran telah menggelar latihan anti-helikopter besar di Teheran. Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah Iran.

Gharibabadi menyatakan kesiapan Iran untuk menghadapi "agresi militer apa pun". Menurutnya, penyerahan diri bukanlah pilihan bagi Iran.

Dia juga menyampaikan bahwa Iran telah mengajukan proposal terbaru kepada Washington. Tuntutan mereka termasuk hak untuk pengayaan uranium, pencabutan blokade angkatan laut AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan penghentian sanksi.

Jurnalis reformis, Ahmad Zeidabadi, mempertanyakan kredibilitas Trump. Ia menulis bahwa jika pernyataan Trump benar, maka Trump tampaknya kurang mempertimbangkan dampak dari perang lanjutan di kawasan Teluk Persia.

Zeidabadi bertanya apakah Trump berniat memulai kembali perang tanpa konsultasi dengan para pemimpin sekutunya.

Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran dan mantan komandan Garda Revolusi, menuduh Trump membuat dan membatalkan tenggat waktu militer. Menurutnya, upaya itu agar Iran tunduk pada tekanan AS.

Rezaei memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memaksa Amerika untuk mundur dan menyerah.

Artikel terkait

Rekomendasi