Kisah Como 1907: Dari Serie D ke Liga Champions, Wisatawan Meningkat Pesat di 2026

Kisah Como 1907: Dari Serie D ke Liga Champions, Wisatawan Meningkat Pesat di 2026
Foto: Kisah Como 1907: Dari Serie D ke Liga Champions, Wisatawan Meningkat Pesat di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Como 1907 akan berlaga di Liga Champions musim depan setelah berhasil mengamankan posisi keempat di klasemen akhir Serie A Liga Italia 2025/2026. Kesebelasan berjuluk I Lariani ini sudah berdiri sejak tahun 1907 dan sempat bermain di Serie A pada musim 1949/1950 sebelum terdegradasi untuk waktu yang lama.

Pada tahun 2019, Como 1907 diakuisisi oleh Grup Djarum, membawa angin segar yang perlahan membangkitkan tim dari keterpurukan. Hanya dalam dua tahun setelah kembali ke Serie A musim 2024/2025, Como 1907 kini bersiap menjadi salah satu peserta kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

Kunjungan Wisata Meningkat: Kesuksesan Como 1907 tidak hanya membawa dampak positif bagi klub itu sendiri, tetapi juga bagi wilayah Lombardia di Italia Utara. Sejak tampil kembali di kasta tertinggi Italia, kunjungan wisata ke Como meningkat pesat, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penjualan merchandise.

Kehadiran Como di Liga Champions menambah semarak kota ini, tidak berbeda dengan kota-kota sepak bola lainnya seperti Napoli, Roma, Turin, dan Milan. Menurut Mirwan Suwarso, El Presidente Como 1907, banyak warga Como awalnya mendukung Inter Milan dan AC Milan karena kedekatan geografis. "Saat kami mengambil alih di Divisi 4, sudah banyak yang menjadi fans Inter atau AC Milan, karena jaraknya hanya setengah jam dari Como," ujarnya di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

Sport Tourism Sebagai Fokus: Mirwan juga menjelaskan bahwa manajemen Como 1907 memilih untuk mengembangkan sektor industri wisata dan sports tourism. "Kami memulai dari situ, karena berusaha membangun industri turisme dan sports tourism. Sambil menunggu sepak bolanya naik, kami sudah bangun ekosistem tourism dan retail-nya," jelasnya.

Membangun ekosistem ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan warga kota. "Namanya ekosistem, berarti warga harus terlibat dan mendukung kami. Jadi kami bekerja sama dengan pemerintah setempat dan komunitas lokal," lanjut Mirwan.

Mengenai perkembangan sektor pariwisata, Mirwan lebih memilih merendah dan mengatakan keberhasilannya bersifat subjektif. "Dibilang berhasil atau tidak, itu subjektif. Tapi yang jelas, kalau kami mengadakan acara, banyak yang mau mendukung," katanya. Faktor lain juga berkontribusi, seperti kehadiran selebriti George Clooney yang dianggap sebagai daya tarik bagi banyak turis Amerika.

Pertumbuhan Como sebagai destinasi wisata juga terlihat dari meningkatnya jumlah hotel mewah yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir. "Sekarang Ritz-Carlton akan buka, LVMH akan membuka Belmond, The Westin akan buka juga. Dulu mungkin hanya ada Hilton dan Tremetso," pungkas Mirwan.

```

Artikel terkait

Rekomendasi