Pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, akhirnya memberikan klarifikasi mendalam mengenai keputusannya yang cukup mengejutkan banyak pihak. Ouahbi memilih untuk tidak membawa gelandang senior berpengalaman, Sofiane Boufal, dalam daftar skuad final Singa Atlas untuk Piala Dunia 2026 mendatang.
Keputusan ini menjadi perbincangan hangat karena Boufal merupakan salah satu pilar kunci yang membantu Maroko mencatatkan sejarah hingga mencapai semifinal pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, Ouahbi menegaskan bahwa faktor teknis dan kuota pemain yang terbatas menjadi alasan utama di balik pencoretan pemain sayap lincah tersebut.
Melansir pernyataan resminya melalui laman FIFA pada Rabu (27/5/2026), Ouahbi secara jujur tetap memuji kualitas permainan yang dimiliki oleh Boufal. Baginya, Boufal sebenarnya masih memiliki kemampuan yang sangat layak untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Ouahbi mengungkapkan tantangan berat dalam memilih pemain untuk skuad final:
- Keterbatasan Kuota Pemain: Pelatih hanya bisa membawa jumlah pemain terbatas, sehingga banyak nama besar yang terpaksa harus disisihkan dari daftar.
- Kompetisi Internal: Para pemain yang terpilih saat ini dianggap memiliki performa dan kesiapan yang setara untuk menjalankan strategi tim.
- Keputusan Taktis: Kebutuhan strategi spesifik di lapangan memaksa pelatih untuk mengutamakan profil pemain tertentu yang lebih sesuai dengan skema permainan.
Ouahbi menjelaskan bahwa jika dirinya memiliki kesempatan untuk memanggil hingga 40 pemain, maka nama Sofiane Boufal pasti akan masuk dalam daftar tersebut. Ia menyadari bahwa secara performa individu, Boufal memang pantas, namun ia harus bersikap adil terhadap pemain lain yang juga menunjukkan dedikasi luar biasa.
Keputusan ini memang memicu perdebatan karena Ouahbi tampak sedang melakukan perombakan besar-besaran di tubuh timnas Maroko. Dari skuad legendaris asuhan Walid Regragui di Qatar empat tahun lalu, kini hanya tersisa sembilan pemain saja yang masih dipertahankan dalam skuad saat ini.
Padahal, Sofiane Boufal sendiri tidak tampil buruk di level klub bersama Le Havre di kompetisi Ligue 1 Prancis. Selama setengah musim terakhir, ia berhasil memberikan kontribusi nyata dengan catatan satu gol serta empat assist untuk klubnya tersebut.
Secara lebih mendalam, Ouahbi memaparkan bahwa ada perubahan peran bermain yang dialami oleh Boufal belakangan ini. Boufal kini lebih sering diplot sebagai pemain nomor 10 yang beroperasi di area tengah lapangan, bukan lagi murni sebagai pemain sayap.
Hal inilah yang kemudian menjadi kendala teknis bagi Ouahbi dalam meramu komposisi tim nasional. Pelatih kelahiran Belgia berusia 49 tahun tersebut mengaku sudah berbicara jujur kepada sang pemain mengenai kondisi persaingan di posisi tersebut.
Ouahbi menyebutkan bahwa sejak awal persiapan, posisi nomor 10 di skuad Maroko sudah memiliki penghuni tetap. Dengan kondisi tersebut, sangat sulit bagi Boufal untuk mendapatkan menit bermain jika ia tetap dipaksakan masuk ke dalam tim.
Munculnya Harapan Baru pada Ayyoub Bouaddi
Di balik keputusan mencoret nama pemain senior, Mohamed Ouahbi terlihat sangat antusias menyambut kehadiran generasi baru di tim nasional. Salah satu nama yang diprediksi akan mencuri perhatian dunia di Amerika Utara nanti adalah talenta muda berbakat, Ayyoub Bouaddi.
Gelandang yang baru menginjak usia 18 tahun ini merupakan pemain andalan milik klub Lille di Liga Prancis. Bouaddi menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim ini dengan mencatatkan total 42 penampilan di semua kompetisi resmi.
Peran Bouaddi juga sangat krusial dalam membawa Lille mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir Liga Prancis. Ouahbi merasa sangat bangga melihat semangat pemain muda tersebut yang sangat berhasrat untuk membela tanah leluhurnya, Maroko.
Dalam beberapa sesi latihan dan laga uji coba, termasuk saat menghadapi Burundi, Bouaddi menunjukkan kecerdasan taktis yang sangat baik. Ia mampu menyerap instruksi pelatih dengan cepat, sebuah kualitas yang sangat dihargai oleh Ouahbi dalam membangun kerangka tim.
Pengalaman Ouahbi dalam menangani talenta muda memang tidak perlu diragukan lagi oleh publik sepak bola Maroko. Sebelumnya, ia adalah sosok pelatih yang sukses mengantarkan tim nasional Maroko meraih gelar juara pada ajang Piala Dunia U-20 tahun 2025.
Kini, tantangan besar telah menanti Maroko yang tergabung di dalam Grup C pada putaran final Piala Dunia 2026. Mereka akan memulai petualangan di fase grup dengan menghadapi lawan-lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan Maroko di babak penyisihan Grup C:
| Tanggal Pertandingan | Lawan | Lokasi Stadion | Waktu (WIB) |
|---|---|---|---|
| 14 Juni 2026 | Brasil | New York New Jersey | 05.00 WIB |
| 20 Juni 2026 | Skotlandia | Boston | 05.00 WIB |
| 25 Juni 2026 | Haiti | Atlanta | 05.00 WIB |
Tabel di atas merangkum jadwal krusial yang akan dihadapi oleh Singa Atlas untuk bisa melangkah ke babak gugur. Laga pembuka melawan Brasil tentu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan mental dan fisik skuad asuhan Ouahbi.
Meskipun ditinggal beberapa pemain senior seperti Boufal, Maroko tetap optimis karena masih memiliki tumpuan utama pada Brahim Diaz dan Achraf Hakimi. Kombinasi sembilan veteran dan pemain muda potensial diharapkan mampu menciptakan keajaiban baru di panggung dunia.
Singa Atlas memiliki ambisi besar untuk tidak hanya sekadar menjadi pelengkap di turnamen empat tahunan ini. Mereka bertekad untuk menyamai atau bahkan melampaui pencapaian historis yang pernah mereka raih sebelumnya di Qatar.