Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melayangkan kecaman keras terhadap aksi militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional. Kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tersebut dihentikan secara paksa saat melintasi perairan Siprus di Mediterania Timur.
Dalam rombongan misi menuju Gaza tersebut, terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang ikut serta. Dua di antaranya merupakan jurnalis dari Republika yang hingga kini kondisinya masih belum bisa dipastikan secara detail.
Kemlu RI mengungkapkan bahwa situasi di lapangan saat ini masih sangat dinamis dan terus berubah dengan cepat. Pemerintah sedang bekerja keras melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait demi menjamin keselamatan para WNI dalam misi tersebut.
Daftar Kapal dan Relawan yang Ditahan
Laporan yang diterima menyebutkan bahwa militer Israel telah menangkap setidaknya sepuluh kapal misi kemanusiaan. Beberapa kapal yang teridentifikasi antara lain adalah kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Rincian informasi mengenai relawan dan kapal yang terdampak adalah sebagai berikut:
- Andi Angga Prasadewa: Delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat yang dilaporkan berada di kapal Josef.
- Bambang Noroyono: Jurnalis Republika yang status keberadaannya beserta kapalnya masih belum dapat dihubungi hingga saat ini.
- Sepuluh Kapal Misi: Seluruh armada bantuan kemanusiaan yang dicegat dan ditahan oleh otoritas militer Israel di perairan internasional.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan bahwa informasi mengenai Andi Angga diperoleh melalui laporan Global Peace Convoy Indonesia. Sementara itu, komunikasi dengan kapal yang membawa Bambang Noroyono masih terputus sepenuhnya.
Desakan Pembebasan dan Perlindungan WNI
Pemerintah Indonesia secara tegas menuntut agar Israel segera melepaskan seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan yang ditahan. Indonesia menilai tindakan tersebut menghambat penyaluran bantuan penting bagi rakyat Palestina.
Vahd Nabyl menegaskan bahwa Israel harus menjamin keberlanjutan distribusi bantuan sesuai dengan hukum humaniter internasional. Hal ini menjadi krusial mengingat kondisi kemanusiaan di Gaza yang kian mendesak dan membutuhkan perhatian dunia.
Sebagai langkah antisipasi, Kemlu RI telah menggerakkan sejumlah perwakilan diplomatik di wilayah Timur Tengah. Koordinasi intensif dilakukan bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna memantau setiap perkembangan di lapangan.
Upaya perlindungan ini difokuskan pada percepatan proses pemulangan serta memastikan seluruh WNI dalam keadaan selamat. Pemerintah berkomitmen menjadikan keselamatan warga negara sebagai prioritas tertinggi di tengah situasi konflik yang memanas.
Informasi Terkait Jurnalis yang Terlibat
Kabar mengenai penangkapan ini diperkuat oleh laporan dari pihak Republika mengenai jurnalis mereka, Bambang Noroyono alias Abeng. Sebelum hilang kontak, ia sempat mengunggah video identitas dirinya sebagai peserta misi Global Sumud Flotilla 2026.
Ringkasan status misi kemanusiaan GSF 2.0 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Kategori Informasi | Keterangan Terkini |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Perairan Siprus, Mediterania Timur |
| Jumlah WNI Terlibat | 9 Orang (Termasuk 2 Jurnalis) |
| Status Komunikasi | Terputus / Belum Diketahui |
| Tindakan Pemerintah | Koordinasi KBRI Ankara, Kairo, & Amman |
Data di atas menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh para relawan kemanusiaan Indonesia di perairan internasional. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia terus memantau setiap informasi terbaru untuk melakukan tindakan penyelamatan yang diperlukan.