Kembali ke Prancis, Prabowo Amankan Kerja Sama Strategis 2026 yang Mengejutkan

Kembali ke Prancis, Prabowo Amankan Kerja Sama Strategis 2026 yang Mengejutkan
Foto: Kembali ke Prancis, Prabowo Amankan Kerja Sama Strategis 2026 yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi Prancis, melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis lalu (28/5). Kunjungan ini dinilai penting untuk melindungi kepentingan nasional, terutama di bidang pertahanan dan ekonomi di tengah situasi global yang tidak menentu.

Pakar Hubungan Internasional, Subhan Yusuf, menekankan pentingnya hubungan dengan Prancis, terutama setelah penandatanganan perjanjian IEU CEPA dan kerja sama antara KADIN Indonesia dengan Kamar Dagang Prancis. Langkah ini menunjukkan keinginan Indonesia untuk menarik investasi Prancis di berbagai sektor domestik, ujar Subhan kepada media, Sabtu (30/5).

Dalam sektor pertahanan, Indonesia sering mengimpor produk dari Prancis, seperti jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene. Prancis juga merupakan satu-satunya negara bersenjatakan nuklir di Uni Eropa. "Hubungan erat dengan Prancis jadi keuntungan bagi Indonesia dalam teknologi militer," jelas Subhan lagi.

Frekuensi kunjungan: Intensitas kunjungan Prabowo ke Prancis menunjukkan upaya memperkuat hubungan diplomatik yang sudah keempat kalinya selama masa jabatannya. Kunjungan ini juga dikaitkan dengan upaya meningkatkan kepercayaan dan kerja sama militer yang sesuai dengan Minimum Essential Force (MEF), termasuk implementasi IEU CEPA.

Hubungan ini dilihat sebagai hubungan setara yang saling menguntungkan, bukan sekadar subordinasi, lanjut Subhan. Secara keseluruhan, kunjungan berulang ini bertujuan mempererat hubungan bilateral dengan pengaruh besar andil Prancis dalam sektor ekonomi dan militer global.

Prabowo dinilai berhasil menjalin kedekatan dengan sejumlah pemimpin dunia untuk mendukung kepentingan nasional. "Langkah ini menjadi bagian dari tugas penting presiden untuk memajukan kepentingan nasional dengan pendekatan yang matang," kata Subhan, menyoroti pendekatan Prabowo dalam berinteraksi dengan negara-negara blok besar, seperti BRICS, AS, dan Uni Eropa.

Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi luar negeri yang lebih luas, tentu demi kepentingan nasional Indonesia. Editor: Sabik Aji Taufan

Artikel terkait

Rekomendasi