Kehabisan Tenaga, Jannik Sinner Tersingkir Mengejutkan di Roland Garros 2026

Kehabisan Tenaga, Jannik Sinner Tersingkir Mengejutkan di Roland Garros 2026
Foto: Kehabisan Tenaga, Jannik Sinner Tersingkir Mengejutkan di Roland Garros 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kejutan besar terjadi di turnamen Grand Slam Roland Garros 2026 saat Jannik Sinner harus angkat koper lebih awal. Petenis peringkat satu dunia tersebut secara mengejutkan terhenti di babak kedua setelah mengalami penurunan kondisi fisik yang drastis.

Pada awalnya, pertandingan melawan Juan Manuel Cerundolo yang berlangsung Kamis (28/5) itu tampak akan dimenangkan dengan mudah oleh Sinner. Atlet asal Italia ini sempat mendominasi jalannya laga dan unggul jauh dengan skor 6-3, 6-2, serta memimpin 5-1 di set ketiga.

Sinner hanya membutuhkan satu kemenangan game lagi untuk memastikan tiket ke babak selanjutnya. Namun, situasi di lapangan Philippe-Chatrier tiba-tiba berbalik arah dan menjadi mimpi buruk bagi sang jawara Australian Open tersebut.

Secara tidak terduga, Sinner kehilangan tiga game berturut-turut dan mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang luar biasa. Pergerakannya di atas lapangan tanah liat menjadi sangat terbatas dan ia tampak beberapa kali membungkuk untuk mengatur napas.

Kondisi yang semakin mengkhawatirkan membuat Sinner akhirnya meminta perawatan medis darurat di tengah pertandingan. Ia sempat meninggalkan area lapangan selama beberapa menit untuk mendapatkan penanganan dari tim fisioterapi.

Sayangnya, setelah kembali ke lapangan, performa Sinner tidak lagi menunjukkan level petenis nomor satu dunia. Ritme permainannya benar-benar hilang hingga ia harus merelakan 18 poin jatuh ke tangan lawan secara berturut-turut.

Dominasi Cerundolo pun tak terbendung lagi setelah ia berhasil merebut tujuh game secara beruntun. Memasuki set keempat dan kelima, kondisi fisik Sinner terlihat semakin memprihatinkan karena ia mulai berjalan pincang di lapangan.

Beberapa kali petenis unggulan utama ini terpaksa berhenti sejenak di sela-sela poin karena merasa sangat tidak berdaya. Pertandingan tersebut akhirnya ditutup dengan kekalahan menyakitkan bagi Sinner melalui skor akhir 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, dan 1-6.

Sinner mengungkapkan rasa kecewanya setelah pertandingan berakhir karena merasa tidak memiliki tenaga sama sekali. Ia mengaku sudah merasa kurang sehat sejak bangun tidur pada pagi hari sebelum laga dimulai.

Berikut adalah pernyataan Jannik Sinner mengenai kondisi fisiknya yang menurun saat bertanding:

  • Ia merasa sangat lemah dan tidak ingat kapan terakhir kali merasakan kondisi tubuh seburuk itu di tengah turnamen penting.
  • Sinner merasa seolah menabrak tembok besar karena kehabisan energi saat sedang berusaha menyelesaikan pertandingan.
  • Ia menegaskan bahwa kondisi kurang fit sudah dirasakannya sejak pagi hari sebelum memasuki area stadion.
  • Petenis Italia ini tidak mau menyalahkan faktor eksternal seperti cuaca panas sebagai alasan kegagalannya.

Meskipun suhu di lokasi pertandingan mencapai 30 derajat celcius, Sinner tetap bersikap sportif atas kekalahannya. Ia merasa udara yang panas bukan menjadi penghalang utama karena kondisi cuaca tersebut sebenarnya masih dalam batas wajar.

Baginya, kekalahan ini murni disebabkan oleh masalah kebugaran pribadi yang muncul di waktu yang tidak tepat. Hasil ini pun secara otomatis memutus dominasi panjang antara dirinya dan sang rival, Carlos Alcaraz.

Dalam kurun waktu sembilan turnamen besar sebelumnya, trofi juara selalu bergantian jatuh ke tangan Sinner atau Alcaraz. Sinner sendiri telah mengoleksi empat gelar juara, sementara petenis muda Spanyol itu mengamankan lima gelar utama.

Kekalahan ini menambah catatan pasang surut performa Sinner di turnamen tanah liat paling bergengsi di dunia tersebut. Berikut adalah rangkuman perjalanan prestasi Jannik Sinner selama berpartisipasi di ajang Roland Garros dari tahun ke tahun.

Catatan performa Jannik Sinner di turnamen Grand Slam Roland Garros:

Tahun Penyelenggaraan Pencapaian Tertinggi
2026 Babak Kedua
2025 Runner-up (Finalis)
2024 Semifinal
2023 Babak Kedua
2022 Putaran Keempat
2021 Putaran Keempat
2020 Perempat Final

Tabel di atas memperlihatkan bahwa pencapaian Sinner di tahun 2026 merupakan salah satu hasil terburuknya dalam beberapa tahun terakhir. Padahal pada edisi 2025, ia hampir saja mengangkat trofi juara sebelum akhirnya harus puas menjadi runner-up.

Tumbangnya Sinner di babak-babak awal ini tentu mengubah peta persaingan perebutan gelar juara Roland Garros musim ini. Para penggemar tenis kini menantikan bagaimana petenis top lainnya memanfaatkan celah yang ditinggalkan oleh sang petenis nomor satu dunia.

Kini, Sinner harus fokus pada pemulihan kesehatan dan staminanya untuk menghadapi turnamen-turnamen besar selanjutnya. Kegagalannya kali ini menjadi pengingat bahwa kebugaran fisik tetap menjadi faktor penentu utama dalam kompetisi level tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi