Menjelang perayaan Waisak 2570 BE/2026, umat Buddha melaksanakan tradisi pelepasan ribuan ekor hewan di Sungai Progo, Magelang. Ritual yang berlangsung khidmat ini melibatkan pelepasan ikan melem serta burung merpati ke habitat aslinya.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) sebagai bagian dari rangkaian menyambut hari besar umat Buddha. Sejumlah figur publik seperti Ferry Salim dan Adam Jagwani turut hadir mengikuti prosesi ini.
Harmoni Budaya dan Kepedulian Terhadap Alam
Ketua Umum MUNI, Lama Rama Santoso Liem, menjelaskan bahwa upacara ini merupakan perpaduan antara ajaran agama dan kearifan lokal. Ia menyebutnya sebagai kolaborasi kebudayaan yang terinspirasi dari tradisi leluhur tanah Jawa.
Lama Rama menambahkan bahwa ritual ini memiliki kesamaan makna dengan konsep Merti Karuna Bumi. Tradisi tersebut merupakan wujud rasa syukur manusia terhadap bumi yang menjadi tempat tinggal dan sumber kehidupan.
Poin-poin penting dalam pelaksanaan ritual di Sungai Progo meliputi:
- Pelestarian Tradisi: Menggabungkan doa dari kitab suci dengan kearifan lokal Merti Karuna Bumi.
- Penebaran Kasih Sayang: Mendoakan kesejahteraan seluruh makhluk hidup, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.
- Keseimbangan Ekosistem: Melepaskan hewan kembali ke alam liar untuk menjaga keberlangsungan habitat mereka.
- Doa untuk Bangsa: Memohon agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan, kesejahteraan, dan umur yang panjang.
Melalui aksi ini, umat Buddha ingin menunjukkan bahwa spiritualitas tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Doa-doa yang dipanjatkan juga ditujukan agar kedamaian senantiasa menyelimuti seluruh penghuni bumi.
Detail Pelepasan Ikan dan Satwa
Pihak penyelenggara sangat memperhatikan aspek ekologis dalam memilih jenis ikan yang akan dilepas ke sungai. Hal ini dilakukan agar keberadaan hewan-hewan tersebut tidak mengganggu keseimbangan ekosistem lokal yang sudah ada.
Berikut adalah detail mengenai jumlah dan jenis satwa yang dilepas:
| Kategori Satwa | Estimasi Jumlah | Tujuan Pelepasan |
|---|---|---|
| Ikan Melem | 6.000 - 10.000 ekor | Menjaga populasi ikan lokal di ekosistem Sungai Progo. |
| Burung Merpati | Ratusan ekor | Simbol kebebasan dan perdamaian bagi seluruh makhluk. |
Jumlah ikan yang dilepaskan mencapai ribuan ekor demi memastikan dampak positif bagi kekayaan hayati di aliran sungai tersebut. Keputusan pemilihan jenis ikan juga melibatkan masukan dari warga setempat agar tidak menimbulkan kontroversi lingkungan.
Harapan dan Makna Spiritual Fang Sheng
Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat kembali berpartisipasi dalam tradisi yang dikenal dengan istilah fang sheng ini. Baginya, momen menjelang Waisak di Sungai Progo memberikan ketenangan batin tersendiri.
Ia berharap agar kebajikan yang dilakukan melalui pelepasan nyawa ini dapat membawa berkah luas bagi bangsa Indonesia. Tradisi ini pun menjadi pengingat bagi setiap individu untuk terus berbagi kasih kepada sesama makhluk hidup.
Ritual pelepasan hewan ini tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol harapan untuk hidup yang lebih harmonis. Dengan mengembalikan satwa ke alam, umat Buddha berharap semua makhluk dapat merasakan kebahagiaan sejati.