Pihak kepolisian mulai melakukan pengamanan ketat di kawasan Istora Senayan, Jakarta Pusat, menjelang dimulainya turnamen Polytron Indonesia Open 2026. Unit Penjinak Bom (Jibom) dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk melakukan sterilisasi area demi menjamin keamanan acara.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian turnamen bulu tangkis internasional tersebut berjalan lancar tanpa gangguan. Sterilisasi merupakan prosedur standar untuk memberikan rasa aman bagi para atlet, ofisial, hingga penonton yang hadir.
Komitmen Polri dalam Pengamanan Event Internasional
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menegaskan bahwa pengamanan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga agenda internasional. Ia menyebut upaya preventif sangat krusial agar kegiatan berlangsung dengan nyaman bagi seluruh pihak terlibat.
Proses pemeriksaan dilakukan secara mendalam sebelum jadwal pertandingan resmi dimulai. Fokus utama petugas adalah memastikan setiap sudut fasilitas yang akan digunakan bebas dari potensi ancaman keamanan.
Berikut adalah beberapa area utama yang menjadi fokus sterilisasi petugas di lapangan:
- Seluruh area tribun dan lapangan pertandingan yang akan digunakan oleh para atlet.
- Ruang tunggu ofisial, area panitia penyelenggara, serta pusat informasi media.
- Fasilitas pendukung lainnya di sekitar kompleks Istora Senayan untuk kenyamanan pengunjung.
Kegiatan ini melibatkan koordinasi yang erat antara berbagai unit kepolisian dan pihak penyelenggara. Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan dengan standar operasional prosedur yang sangat ketat.
Pelibatan Unit K9 dan Hasil Pemeriksaan
Dalam menjalankan tugasnya, tim Jibom juga dibantu oleh unit K9 atau anjing pelacak untuk menyisir lokasi-lokasi penting. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan mendeteksi keberadaan bahan berbahaya atau benda mencurigakan secara lebih akurat.
Berdasarkan hasil penyisiran terbaru, petugas tidak menemukan adanya benda yang mengancam keamanan atau indikasi bahan peledak. Dengan demikian, kawasan Istora Senayan dinyatakan steril dan siap digunakan untuk menyambut gelaran Indonesia Open 2026.
Beberapa poin penting terkait hasil sterilisasi dan prosedur keamanan yang dijalankan:
- Pemeriksaan dinyatakan selesai dengan hasil nihil terhadap temuan benda berbahaya atau ancaman bom.
- Berita acara hasil pemeriksaan telah diserahkan secara resmi oleh Unit Jibom dan KBR kepada panitia.
- Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan event olahraga dunia.
Penyerahan berita acara tersebut menjadi simbol bahwa tanggung jawab keamanan area kini dikoordinasikan bersama panitia pelaksana. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi selama turnamen berlangsung.
Imbauan Keamanan bagi Masyarakat dan Penonton
Polri turut mengimbau kepada masyarakat, penonton, maupun panitia untuk selalu menaati aturan keamanan yang berlaku di lokasi. Kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar suasana kompetisi tetap kondusif hingga babak final berakhir.
Jika pengunjung menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar area pertandingan, diharapkan segera melapor kepada petugas terdekat. Polri menjamin respons cepat terhadap setiap laporan yang berkaitan dengan gangguan keamanan.
Saluran komunikasi darurat yang dapat dihubungi oleh masyarakat selama turnamen:
| Layanan | Kontak / Akses | Ketersediaan |
|---|---|---|
| Pusat Panggilan Darurat | 110 | 24 Jam |
| Petugas Lapangan | Pos Pengamanan Istora | Selama Event |
Layanan darurat 110 dapat diakses kapan saja oleh siapa pun yang membutuhkan bantuan atau ingin memberikan pengaduan. Fasilitas ini disiapkan sebagai bagian dari pelayanan prima kepolisian selama agenda besar berlangsung di ibu kota.