Iran Tegaskan Tetap Kuasai Selat Hormuz meski Damai dengan AS, Dunia Mengejutkan

Iran Tegaskan Tetap Kuasai Selat Hormuz meski Damai dengan AS, Dunia Mengejutkan
Foto: Iran Tegaskan Tetap Kuasai Selat Hormuz meski Damai dengan AS, Dunia Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah Iran secara resmi menepis klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai rencana pembukaan total Selat Hormuz dalam kesepakatan damai mendatang. Pihak Teheran menegaskan bahwa kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut tetap berada sepenuhnya di bawah otoritas mereka.

Klarifikasi ini muncul setelah Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa kedua negara hampir mencapai titik temu yang akan membebaskan jalur air penting tersebut. Iran merespons dengan cepat untuk meluruskan persepsi mengenai kedaulatan wilayah perairan mereka.

Iran Tegaskan Kendali Tetap di Tangan IRGC

Melansir laporan kantor berita semi-resmi Fars News pada Sabtu (23/5/2026), ditegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap dikelola oleh Iran meski kesepakatan tercapai. Pernyataan ini dirilis oleh media yang memiliki keterkaitan erat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Laporan tersebut menjelaskan bahwa normalisasi lalu lintas kapal ke level sebelum perang tidak bisa diartikan sebagai kebebasan tanpa batas. Iran tetap akan menerapkan pengawasan ketat terhadap setiap aktivitas pelayaran yang melintasi wilayah tersebut.

Poin-poin utama dalam draf usulan kesepakatan yang sedang dibahas meliputi:

  • Mekanisme teknis untuk membuka kembali akses navigasi di Selat Hormuz.
  • Proses pencairan sebagian aset finansial milik Iran yang saat ini dibekukan di bank-bank luar negeri.
  • Komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan rangkaian negosiasi diplomatik secara bertahap.

Draf tersebut menjadi landasan bagi pembicaraan lebih lanjut guna meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun, implementasi teknis di lapangan masih menunggu persetujuan akhir dari para petinggi negara terkait.

Klaim Donald Trump Mengenai Progres Perdamaian

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa sebagian besar poin dalam kesepakatan perdamaian potensial ini sebenarnya sudah berhasil dinegosiasikan. Menurutnya, kesuksesan agenda ini kini bergantung pada proses finalisasi antara AS, Iran, dan sejumlah negara mitra di kawasan.

Trump juga menekankan bahwa pembukaan Selat Hormuz merupakan salah satu ketentuan krusial yang ada di dalam draf perjanjian tersebut. Ia optimistis bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi global.

Daftar pemimpin negara yang terlibat dalam koordinasi komunikasi dengan Presiden Trump:

  • Pangeran dan pemimpin dari Arab Saudi serta Uni Emirat Arab (UEA).
  • Kepala pemerintahan dari Mesir, Yordania, dan Bahrain.
  • Perdana Menteri Pakistan dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Rangkaian komunikasi diplomatik ini dilakukan secara intensif melalui panggilan telepon terpisah guna menyamakan persepsi. Trump menyebutkan bahwa pembicaraannya dengan Netanyahu berlangsung sangat produktif dan memberikan sinyal positif bagi masa depan kawasan.

Saat ini, detail teknis dan aspek akhir dari kesepakatan tersebut masih dalam tahap pematangan oleh tim diplomatik masing-masing negara. Pengumuman resmi mengenai hasil akhir negosiasi ini dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat kepada publik internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi