InJourney Airports Tuntaskan Keberangkatan Haji 2026, Layanan Resmi Makin Nyaman dan Cepat

InJourney Airports Tuntaskan Keberangkatan Haji 2026, Layanan Resmi Makin Nyaman dan Cepat
Foto: InJourney Airports Tuntaskan Keberangkatan Haji 2026, Layanan Resmi Makin Nyaman dan Cepat. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports secara resmi telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan keberangkatan bagi para jemaah calon haji untuk periode tahun 2026. Tahapan ini berakhir seiring dengan diberangkatkannya Kloter 116 melalui Bandara Juanda Surabaya menuju Jeddah pada 21 Mei 2026 pukul 23.00 WIB.

Selama periode keberangkatan yang dimulai sejak 21 April hingga 21 Mei 2026, bandara-bandara di bawah naungan InJourney Airports melayani ratusan penerbangan haji menuju Jeddah dan Madinah. Tercatat ada sekitar 527 penerbangan yang mengangkut 204 ribu penumpang, yang terdiri atas jemaah haji beserta petugas pendamping.

Operasional besar ini melibatkan 14 bandara yang tersebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia untuk melayani kebutuhan transportasi udara para tamu Allah. Seluruh rangkaian proses keberangkatan tersebut didukung oleh kerja sama lintas instansi guna menjamin pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh jemaah.

Daftar Bandara Tersibuk Selama Musim Haji 2026

Beberapa bandara tercatat menjadi titik keberangkatan dengan volume jemaah paling tinggi selama fase keberangkatan berlangsung:

  • Bandara Juanda Surabaya melayani jumlah jemaah terbanyak dengan angka mencapai 44 ribu orang.
  • Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menempati posisi kedua dengan melayani sekitar 35 ribu jemaah calon haji.
  • Bandara Adi Soemarmo Solo menyusul dengan total pelayanan mencapai 29 ribu jemaah.
  • Bandara Kertajati Majalengka juga berperan aktif dengan menangani sekitar 17 ribu jemaah haji.
  • Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mencatatkan pelayanan untuk kurang lebih 16 ribu jemaah haji.

Data di atas menunjukkan tingginya aktivitas di bandara-bandara besar Indonesia yang menjadi pintu utama keberangkatan haji tahun ini. Setiap lokasi telah mempersiapkan fasilitas terbaik untuk menampung lonjakan penumpang selama satu bulan penuh operasional haji.

Mohammad R. Pahlevi selaku Direktur Utama InJourney Airports menyatakan bahwa seluruh personel di lapangan telah bekerja secara maksimal dalam melayani para jemaah. Ia menegaskan bahwa dedikasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik selama musim ibadah haji.

“Segenap staf bandara InJourney Airports melayani jemaah haji dengan sepenuh hati demi membantu kelancaran perjalanan ibadah mereka menuju Tanah Suci,” tutur Mohammad R. Pahlevi. Menurutnya, fase keberangkatan tahun ini telah berjalan lancar dan sudah memenuhi seluruh target operasional yang sebelumnya telah ditetapkan oleh manajemen.

Keberhasilan Ketepatan Waktu Penerbangan (OTP)

Keberhasilan operasional tahun ini terlihat sangat jelas dari tingginya angka tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) yang dicapai. Dari total keseluruhan 527 penerbangan yang dijadwalkan, sebanyak 512 penerbangan haji berhasil diberangkatkan tepat sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Pencapaian luar biasa ini membuat tingkat OTP penerbangan haji di seluruh bandara kelolaan InJourney Airports menyentuh angka 97 persen. Persentase tinggi ini dianggap sebagai bukti nyata dari koordinasi yang solid dan kesiapan matang dari seluruh pihak yang terlibat dalam operasional udara.

Mohammad R. Pahlevi memaparkan bahwa capaian OTP yang tinggi ini merupakan hasil dari sinergi kuat antara berbagai pemangku kepentingan di industri penerbangan. Kolaborasi ini melibatkan operator bandara, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), AirNav Indonesia, hingga maskapai penerbangan dan operator ground handling.

Selain itu, dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Haji & Umrah, serta Danantara Indonesia turut menjadi kunci kesuksesan operasional haji kali ini. Kedisiplinan alur keberangkatan jemaah mulai dari asrama haji hingga ke dalam pesawat juga menjadi faktor pendukung utama yang tidak bisa diabaikan.

Integrasi koordinasi antara asrama haji, proses pemeriksaan keamanan, hingga pengaturan transportasi darat menuju bandara membuat alur boarding berjalan sangat lancar. Selain faktor manusia, kesiapan infrastruktur di sisi udara atau air side juga memegang peranan krusial dalam menjaga performa waktu keberangkatan.

“Fasilitas sisi udara di bandara, manajemen slot time penerbangan, serta alokasi posisi pesawat di area parkir bandara sangat mendukung tingginya angka OTP ini,” imbuh Mohammad R. Pahlevi. Pengaturan yang presisi membuat tidak terjadi antrean atau kendala teknis yang berarti selama proses lepas landas berlangsung.

Implementasi Layanan Makkah Route dan Bandara Baru

Keberhasilan fase ini juga ditandai dengan lancarnya penerapan program Makkah Route di empat bandara utama yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Layanan istimewa ini tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Juanda Surabaya, Adi Soemarmo Solo, dan yang terbaru di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Makkah Route memberikan kemudahan signifikan bagi para jemaah melalui beberapa fasilitas dan prosedur yang lebih cepat:

  • Pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Indonesia sebelum jemaah naik ke pesawat.
  • Jemaah tidak perlu lagi mengantre lama untuk proses imigrasi saat tiba di bandara tujuan di Arab Saudi.
  • Penyediaan area khusus dan fasilitas pendukung di bandara keberangkatan untuk kenyamanan jemaah selama menunggu proses verifikasi.
  • Dukungan teknis dan kehadiran petugas keamanan penerbangan (Avsec) khusus untuk memantau kelancaran prosedur ini.

Layanan Makkah Route tahun ini mengalami ekspansi dari yang sebelumnya hanya ada di 3 bandara, kini menjadi 4 bandara dengan tambahan Makassar. InJourney Airports menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung perluasan layanan ini di masa depan sesuai dengan arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat.

Selain layanan Makkah Route, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) juga mencuri perhatian karena untuk pertama kalinya melayani penerbangan langsung haji. Selama musim keberangkatan haji 2026, YIA berhasil memberangkatkan sekitar 9 ribu jemaah calon haji menuju Jeddah dan Madinah dengan sangat baik.

Operasional perdana di YIA dinilai sangat sukses berkat dukungan fasilitas sisi udara maupun sisi darat yang sudah sangat modern dan memadai. “Kesuksesan ini membuktikan keandalan fasilitas di Bandara Internasional Yogyakarta dalam menangani penerbangan jarak jauh berskala internasional,” terang Mohammad R. Pahlevi.

Kini, setelah menyelesaikan fase keberangkatan, pihak InJourney Airports langsung mengalihkan fokus mereka pada persiapan fase pemulangan jemaah haji ke tanah air. Tahapan pemulangan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai dari 1 Juni hingga berakhir pada 1 Juli 2026 mendatang.

Seluruh persiapan terus dimatangkan untuk menjamin proses kedatangan jemaah berjalan dengan aman dan nyaman di setiap bandara embarkasi. Dengan pengalaman sukses di fase keberangkatan, perusahaan optimistis dapat menjaga standar kualitas pelayanan yang sama tingginya selama fase pemulangan jemaah nanti.

Artikel terkait

Rekomendasi