Paris Saint-Germain (PSG) baru saja mengukir sejarah besar di panggung sepak bola Eropa setelah berhasil menjuarai Liga Champions musim 2025/2026. Keberhasilan ini dipastikan setelah mereka menumbangkan Arsenal dalam laga final yang dramatis di Puskas Arena, Budapest, pada Minggu dini hari WIB.
Pertandingan puncak tersebut berlangsung sangat sengit hingga harus diselesaikan melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3 untuk keunggulan PSG. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal dan babak tambahan, yang membuat tensi pertandingan di Hungaria tersebut sangat tinggi.
Kemenangan luar biasa ini bukan sekadar keberhasilan biasa bagi tim raksasa asal Prancis tersebut dalam mempertahankan gelar bergengsi mereka. Di bawah arahan pelatih Luis Enrique, PSG sukses mencatatkan tinta emas dalam sejarah kompetisi antarklub paling elite di dunia tersebut.
Luis Enrique sendiri tampak sangat emosional dan kegirangan setelah tim asuhannya memastikan diri sebagai kampiun Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun. Sang pelatih bahkan menyebut momen ini sebagai salah satu pencapaian terbaik sepanjang karier kepelatihannya di dunia sepak bola.
Pencapaian back-to-back atau juara dua kali berturut-turut ini membuat PSG menjadi klub pertama yang mampu mempertahankan gelar sejak era dominasi Real Madrid. Sebelumnya, publik sepak bola dunia mengenal Real Madrid sebagai tim yang sangat sulit ditaklukkan di Liga Champions dengan koleksi gelar beruntunnya.
Jika menilik sejarah, Real Madrid memang pernah mencatatkan prestasi fenomenal dengan menjuarai kompetisi ini tiga kali berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018. Jauh sebelumnya, klub berjuluk Los Blancos itu bahkan pernah merajai Piala Champions lima kali beruntun pada tahun 1956 hingga 1960.
Dominasi PSG di kancah Eropa sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu ketika mereka berhasil mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya. Kala itu, PSG tampil sangat perkasa di laga final dengan menghancurkan wakil Italia, Inter Milan, melalui skor telak lima gol tanpa balas.
Kini, dengan tambahan trofi terbaru di lemari juara mereka, PSG resmi masuk ke dalam kelompok elite klub-klub legendaris Eropa. Mereka tercatat sebagai klub kesembilan dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions atau yang dulu dikenal sebagai Piala Champions.
Masuk ke Dalam Daftar Geng Elite Eropa
Sebelum PSG bergabung, daftar geng elite ini hanya diisi oleh delapan klub legendaris yang memiliki sejarah panjang di kompetisi Benua Biru. Keberhasilan mempertahankan gelar dianggap sebagai tugas yang sangat sulit karena persaingan yang semakin kompetitif dari musim ke musim.
Klub-klub yang sudah lebih dulu masuk dalam daftar ini antara lain adalah Real Madrid, Benfica, Inter Milan, Ajax Amsterdam, dan Bayern Munchen. Selain itu, ada pula wakil Inggris seperti Liverpool dan Nottingham Forest, serta raksasa Italia lainnya, AC Milan, yang pernah merasakan kejayaan serupa.
Berikut adalah daftar lengkap klub yang pernah meraih gelar juara secara beruntun dalam sejarah Liga Champions atau Piala Champions:
| Nama Klub | Tahun Juara Berturut-turut |
|---|---|
| Real Madrid | 1956, 1957, 1958, 1959, 1960 dan 2016, 2017, 2018 |
| Benfica | 1961, 1962 |
| Inter Milan | 1964, 1965 |
| Ajax Amsterdam | 1971, 1972, 1973 |
| Bayern Munchen | 1974, 1975, 1976 |
| Liverpool | 1977, 1978 |
| Nottingham Forest | 1979, 1980 |
| AC Milan | 1989, 1990 |
| Paris Saint-Germain (PSG) | 2025, 2026 |
Data di atas memperlihatkan betapa eksklusifnya daftar klub yang mampu mendominasi Eropa selama lebih dari satu musim secara berturut-turut. PSG kini berdiri sejajar dengan para raksasa tersebut setelah penantian panjang dan investasi besar yang mereka lakukan selama bertahun-tahun.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Arsenal dan para pendukungnya yang sudah lama menantikan gelar juara Liga Champions pertama mereka. Fans The Gunners di berbagai belahan dunia, termasuk yang menggelar nonton bareng di Jakarta, harus kembali bersabar untuk melihat tim kesayangan mereka mengangkat trofi tersebut.
Di sisi lain, perayaan kemenangan PSG diprediksi akan berlangsung sangat meriah mengingat status mereka sebagai penguasa baru sepak bola Eropa. Para pemain dilaporkan akan menerima bonus besar sebagai bentuk apresiasi dari manajemen klub atas dedikasi dan kerja keras mereka sepanjang musim.
Keberhasilan ini juga semakin mengukuhkan posisi Luis Enrique sebagai salah satu pelatih taktik terbaik yang mampu meramu skuad bintang menjadi tim yang solid. PSG kini bukan lagi sekadar tim bertabur pemain mahal, melainkan sebuah kekuatan yang memiliki mentalitas juara di level internasional.
Dengan skuat yang ada saat ini, banyak pengamat memprediksi bahwa dominasi PSG di Liga Champions masih akan berlanjut pada musim-musim mendatang. Fokus dunia sepak bola kini tertuju pada apakah mereka mampu menyamai rekor hattrick juara milik Real Madrid di masa depan.
Kemenangan PSG ini sekaligus menutup rangkaian kompetisi antarklub Eropa musim 2025/2026 dengan cerita yang penuh sejarah dan drama. Puskas Arena menjadi saksi bisu lahirnya dinasti baru yang siap mendominasi kancah sepak bola profesional di tahun-tahun yang akan datang.