IHSG Menguat di Zona Hijau Siang Ini, Kompak Ikuti Laju Bursa Asia Terbaru 2026

IHSG Menguat di Zona Hijau Siang Ini, Kompak Ikuti Laju Bursa Asia Terbaru 2026
Foto: IHSG Menguat di Zona Hijau Siang Ini, Kompak Ikuti Laju Bursa Asia Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan sesi pertama hari ini dengan menapakkan kaki di zona hijau. Pergerakan positif indeks komposit ini terpantau sejalan dengan tren penguatan yang terjadi di mayoritas bursa saham kawasan Asia.

Pada perdagangan yang berlangsung Jumat (22/5/2026), IHSG tercatat menetap di level 6.113 hingga waktu istirahat siang. Pencapaian ini menunjukkan adanya pembalikan arah atau rebound sebesar 0,3% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya.

Ringkasan Aktivitas Perdagangan Sesi I

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergolong cukup masif dan ramai oleh para pelaku pasar. Nilai perdagangan total menembus angka Rp10,17 triliun, meskipun dinamika pasar masih diwarnai oleh tekanan jual yang cukup kuat.

Secara volume, sebanyak 19,94 miliar lembar saham berpindah tangan sepanjang sesi pertama ini. Adapun frekuensi transaksi yang tercatat oleh sistem perdagangan mencapai 1,14 juta kali transaksi.

Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps menjadi primadona dan paling banyak diburu oleh investor. Minat beli yang tinggi pada saham-saham berfundamental kuat ini turut menopang laju indeks hingga jeda siang.

Daftar saham unggulan yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi siang ini:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Mencatatkan nilai perdagangan tertinggi yang mencapai Rp945 miliar.
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Mengikuti di posisi berikutnya dengan nilai transaksi sebesar Rp539 miliar.
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Berada di jajaran teratas dengan total nilai perdagangan sebesar Rp484 miliar.

Data di atas menunjukkan bahwa pergerakan pasar modal masih didominasi oleh saham-saham perbankan dan energi. Konsentrasi transaksi pada emiten besar mencerminkan sikap investor yang tetap selektif di tengah volatilitas pasar.

Sentimen Global dan Regional Asia

Optimisme di pasar domestik sebenarnya telah terlihat sejak pagi hari saat bursa-bursa saham di Asia mulai dibuka. Hampir seluruh indeks utama di kawasan tersebut melesat dan bergerak konsisten di zona hijau.

Salah satu performa yang paling mencolok datang dari bursa Korea Selatan, di mana indeks KOSDAQ menunjukkan lonjakan signifikan. Indeks tersebut dilaporkan melejit hingga lebih dari 5% dalam waktu singkat.

Pencapaian IHSG ini menjadi angin segar setelah sebelumnya sempat dibayangi kekhawatiran koreksi mendalam. Pada awal pembukaan, indeks sempat mengalami tekanan hingga melemah 2% sebelum akhirnya berhasil bangkit kembali.

Kondisi ini sangat kontras dengan situasi beberapa waktu lalu ketika pasar saham sempat mengalami penurunan tajam. Pada periode tersebut, koreksi harga saham bahkan berdampak pada penyusutan kekayaan sejumlah orang paling tajir di Indonesia.

Isu Terkini yang Mempengaruhi Pasar

Selain pergerakan angka di layar bursa, pelaku pasar juga sedang mencermati berbagai isu kebijakan ekonomi nasional. Beberapa kebijakan strategis dari pemerintah dan otoritas moneter diyakini akan memberikan dampak jangka panjang bagi iklim investasi.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada beberapa poin kebijakan berikut:

  • Suku Bunga Acuan BI: Investor memantau langkah agresif Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga sebesar 50 bps guna menjaga stabilitas.
  • Kebijakan DHE SDA: Adanya pengecualian aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) bagi Amerika Serikat yang disampaikan oleh Menko Airlangga Hartarto.
  • Kontrol Ekspor: Fokus pasar terhadap rencana pemerintah yang mewajibkan ekspor produk batu bara melalui BUMN Energi.
  • Pasar Obligasi: Langkah pemerintah menyerap obligasi yang berdampak pada penurunan tipis yield tenor acuan di pasar surat utang.

Rangkaian kebijakan tersebut dianggap krusial dalam menentukan arah aliran modal asing ke dalam negeri. Stabilitas nilai tukar Rupiah juga menjadi perhatian, mengingat posisi mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp17.700 per dolar AS.

Di sisi lain, isu-isu sektoral seperti kabar penutupan gerai ritel Alfamart dan dugaan suap di lingkungan Bea Cukai juga turut diperhatikan. Meskipun bersifat spesifik, sentimen semacam ini seringkali memengaruhi persepsi risiko investor terhadap kepatuhan perusahaan dan birokrasi.

Secara keseluruhan, IHSG masih berupaya mempertahankan level psikologisnya di angka 6.000 meskipun rawan terhadap koreksi teknis. Para analis menyarankan investor untuk tetap mencermati rekomendasi saham harian agar dapat mengambil momentum yang tepat di tengah fluktuasi pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi