IHSG Hari Ini Merosot 1%, Terlemah di Bursa Asia dan Mengejutkan Pasar 2026

IHSG Hari Ini Merosot 1%, Terlemah di Bursa Asia dan Mengejutkan Pasar 2026
Foto: IHSG Hari Ini Merosot 1%, Terlemah di Bursa Asia dan Mengejutkan Pasar 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan terpaksa berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Indeks tercatat mengalami koreksi cukup dalam sebesar 1,23% ke level 6.130.

Sepanjang hari ini, pergerakan indeks terpantau bergerak fluktuatif namun cenderung melemah secara konsisten. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.286 pada sesi pagi, sebelum akhirnya merosot ke level terendahnya di 6.124.

Aktivitas perdagangan di bursa saham domestik melibatkan volume transaksi yang mencapai 24,88 miliar lembar saham. Pergerakan pasar kali ini terlihat didominasi oleh aksi jual yang dilakukan oleh para pelaku pasar.

Berdasarkan data nilai transaksi, total perputaran uang di pasar modal tercatat mencapai angka Rp18,09 triliun. Angka ini mencerminkan dinamika transaksi yang cukup tinggi meski indeks sedang dalam tekanan koreksi yang tajam.

Sektor-Sektor Penekan Laju Indeks

Penurunan tajam IHSG hari ini tidak lepas dari pelemahan yang terjadi pada sejumlah sektor saham utama. Sektor perindustrian menjadi beban terberat bagi indeks setelah merosot tajam sebesar 3,37%.

Kondisi serupa dialami oleh sektor konsumen non-primer dan sektor properti yang juga mencatatkan kinerja negatif. Masing-masing sektor ini jatuh sedalam 2,2% dan 2,14% di penghujung perdagangan sesi kedua.

Tekanan jual juga merembet ke sektor konsumen primer yang terpangkas sebesar 1,68% selama jam perdagangan berlangsung. Sementara itu, saham-saham di sektor keuangan turut melemah dengan penurunan mencapai 1,51%.

Beberapa emiten spesifik mencatatkan penurunan harga yang sangat signifikan dan masuk dalam jajaran top losers hari ini. Berikut adalah daftar saham yang mengalami koreksi terdalam pada perdagangan Selasa:

Daftar emiten dengan penurunan harga paling signifikan :

  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang harganya amblas hingga 14,9%.
  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang ikut jatuh sebesar 14,9%.
  • PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang mencatatkan pelemahan mencapai 14,8%.

Penurunan tajam pada saham-saham tersebut menunjukkan sentimen negatif yang kuat dari investor terhadap emiten-emiten tersebut. Hal ini memberikan kontribusi besar pada jatuhnya poin IHSG secara keseluruhan.

Kinerja IHSG Dibandingkan Bursa Asia

Pelemahan yang dialami pasar modal Indonesia ternyata menjadi yang paling parah jika dibandingkan dengan bursa saham lain di kawasan Asia. IHSG resmi menyandang status sebagai indeks terlemah di Asia pada hari ini.

Meski demikian, hampir seluruh bursa saham di wilayah Asia memang secara serempak ditutup di zona merah. Berikut adalah ringkasan kinerja bursa Asia yang juga mengalami koreksi:

Nama Indeks Saham Wilayah / Negara Persentase Penurunan
Straits Times Singapura 0,82%
PSEi Filipina 0,77%
SENSEX India 0,63%
Shenzhen Composite China 0,60%
KLCI Malaysia 0,55%
TW Weighted Index Taiwan 0,27%
NIKKEI 225 Jepang 0,25%
Shanghai Composite China 0,17%
TOPIX Jepang 0,10%
Ho Chi Minh Stock Index Vietnam 0,10%
Hang Seng Hong Kong 0,03%

Data di atas memperlihatkan bahwa sentimen negatif sedang menyelimuti pasar keuangan di berbagai negara tetangga. Namun, besaran koreksi di bursa-bursa tersebut tidak ada yang melebihi angka 1% seperti IHSG.

Kondisi Ekonomi Makro dan Berita Terkait

Selain pasar saham, kondisi mata uang Garuda juga tengah menjadi sorotan karena berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. Nilai tukar Rupiah terpantau menutup perdagangan di ambang batas psikologis yang sangat rendah.

Rupiah tercatat nyaris menyentuh angka Rp17.800 per Dolar AS pada hari ini, posisi yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak pasar modal yang juga sedang tidak menentu.

Di sisi lain, publik juga sedang mengamati prospek emiten ritel seperti Alfamart (AMRT) yang belakangan santer diberitakan. Hal ini menyusul adanya kabar mengenai penutupan sejumlah gerai di beberapa wilayah, termasuk di Lombok.

Merespons dinamika ini, pihak DPR RI sempat menyatakan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam mencari solusi ekonomi. Pemerintah diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan strategis untuk menghadapi potensi krisis yang muncul.

Sementara itu, dari sektor energi, isu mengenai pemanfaatan energi terbarukan diprediksi akan menarik investasi besar di masa depan. Hal ini diharapkan bisa menjadi penyeimbang di tengah kondisi pasar yang saat ini sedang penuh tekanan.

Berbagai faktor global dan domestik memang tengah mempengaruhi psikologi pasar secara mendalam hari ini. Investor diharapkan tetap waspada dalam memantau pergerakan harga komoditas dan kebijakan moneter yang mungkin diambil regulator.

Artikel terkait

Rekomendasi