Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama hari ini dengan catatan negatif. Penurunan IHSG kali ini membuatnya menjadi yang terburuk di pasar saham Asia.
Pada Selasa, 19 Mei 2026, IHSG ditutup di level 6.396 saat jeda perdagangan. Posisi ini turun 3,08% dari penutupan hari sebelumnya.
Posisi terendah IHSG hari ini mencapai 6.376, sementara posisi tertingginya adalah 6.635. Volume perdagangan tercatat sebesar 27,96 miliar saham dengan nilai mencapai Rp15,13 triliun.
Saham di sektor barang baku, energi, dan transportasi menjadi yang paling melemah, masing-masing turun 7,26%, 6,47%, dan 5,94%. Sektor infrastruktur dan industri juga menunjukkan pelemahan, masing-masing turun 3,91% dan 3,42%.
Beberapa saham menempati posisi terlemah, termasuk PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang merosot 14,9%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang jatuh 14,7%, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) yang turun 14,6%.
Baca Juga:
- IHSG Jatuh ke 6.396 Ditimpa Isu Ekspor Satu Pintu Batu Bara Cs
- IHSG Turun 2,88% Hingga 6.409, Saham Amman (AMMN) Jadi Pemberat
- Rupiah Jebol Lagi, Sudah Sentuh Rp17.710/US$
- Bursa Asia Menghijau usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Rupiah Dekati Rp17.700/US$, Sudah Saatnya BI Rate Naik?
- IHSG Dibuka Melemah, Searah dengan Bursa Asia
Artikel Terkait:
- Pelemahan Rupiah Kuras Devisa, BI Pastikan Cadangan Cukup
- IHSG Jatuh ke 6.396 Ditimpa Isu Ekspor Satu Pintu Batu Bara Cs
- Manuver Chandra Asri (TPIA) Pegang Minoritas Saham Prodia (PRDA)
- IHSG Turun 2,88% Hingga 6.409, Saham Amman (AMMN) Jadi Pemberat
Lainnya:
- Imbas Konflik Timteng, ICP April 2026 Melonjak ke US$117,31/Barel
- Siap-siap, Cicilan KPR Bisa Rp700 Ribu/Bulan Tenor 40 Tahun
- 172 Dugaan Pelanggaran TKA di Media Sosial, Didominasi Jenjang SD
- Pelemahan Rupiah Kuras Devisa, BI Pastikan Cadangan Cukup
- AS Lanjutkan Sanksi, Lobi RI Buat Beli Minyak Rusia Kembali Diuji
Berita Utama:
```