HUT ke-733 Surabaya: Armuji Ungkap Capaian Terbaru di Tengah Gejolak Global 2026

HUT ke-733 Surabaya: Armuji Ungkap Capaian Terbaru di Tengah Gejolak Global 2026
Foto: HUT ke-733 Surabaya: Armuji Ungkap Capaian Terbaru di Tengah Gejolak Global 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kota Surabaya resmi menginjak usia ke-733 pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Momen bersejarah ini dirayakan dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang berlangsung khidmat di halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, bertindak langsung sebagai pemimpin upacara dalam kapasitasnya sebagai pelaksana harian (plh). Ia menggantikan Wali Kota Eri Cahyadi yang saat ini sedang berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji.

Capaian Ekonomi Surabaya di Tengah Tantangan Global

Dalam pidatonya, Armuji memberikan sorotan khusus terhadap situasi geopolitik dunia yang sedang mengalami dinamika luar biasa. Menurutnya, kondisi global saat ini memaksa banyak negara untuk merombak arah kebijakan ekonomi mereka demi bertahan hidup.

Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas daerah. Di sisi lain, tekanan untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas kini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda.

Beberapa poin utama mengenai tantangan dan harapan pemerintah kota antara lain:

  • Masyarakat dituntut memiliki daya juang tinggi untuk menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global.
  • Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.
  • Penciptaan lapangan kerja baru menjadi fokus utama guna menekan angka pengangguran di Kota Pahlawan.
  • Pendampingan sektor UMKM diperkuat agar menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang tahan banting.

Armuji menegaskan bahwa meski dunia sedang tidak menentu, Surabaya berhasil menunjukkan performa yang cukup solid. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah indikator capaian positif yang berhasil diraih oleh Pemerintah Kota selama setahun terakhir.

Stabilitas Inflasi dan Penurunan Angka Kemiskinan

Salah satu bukti keberhasilan manajemen ekonomi Surabaya adalah angka inflasi yang tetap terkendali pada level 2,96 persen. Catatan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas ekonomi di tingkat kota masih berada dalam jalur yang benar dan terjaga.

Selain inflasi, kabar menggembirakan juga datang dari sektor kesejahteraan masyarakat melalui penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan. Pemerintah Kota mencatat penurunan persentase kemiskinan dari 3,96 persen menjadi 3,56 persen pada tahun 2025.

Data indikator kesejahteraan Kota Surabaya menunjukkan hasil sebagai berikut:

Indikator Capaian Nilai / Persentase Keterangan
Tingkat Inflasi Kota 2,96 Persen Ekonomi tetap stabil terkendali
Angka Kemiskinan 2024 3,96 Persen Data referensi tahun sebelumnya
Angka Kemiskinan 2025 3,56 Persen Terjadi penurunan tingkat kemiskinan

Penurunan angka kemiskinan tersebut merefleksikan adanya perbaikan kondisi hidup dan kesejahteraan bagi warga Surabaya secara umum. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus melanjutkan tren positif ini melalui berbagai skema bantuan dan pemberdayaan.

Armuji menambahkan bahwa fokus Pemkot Surabaya ke depan adalah memperkuat fondasi ekonomi rakyat secara menyeluruh. Ia ingin memastikan bahwa ketika kota tumbuh secara ekonomi, tidak ada satu pun warga yang merasa tertinggal dari kemajuan tersebut.

Pembangunan Infrastruktur dan Kualitas Hidup

Guna mendongkrak kualitas hidup penduduknya, Pemerintah Kota Surabaya juga masif melanjutkan berbagai proyek infrastruktur strategis. Pembangunan ini mencakup perbaikan akses jalan hingga penyediaan fasilitas tempat tinggal yang layak bagi warga kurang mampu.

Pemerintah juga memberikan perhatian serius pada pengembangan moda transportasi publik dan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Pengendalian banjir tetap menjadi agenda prioritas dalam pembangunan fisik kota demi memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Fokus keberlanjutan pembangunan Kota Surabaya meliputi beberapa sektor utama:

  • Perbaikan dan pemeliharaan jalan di berbagai titik strategis kota.
  • Penyediaan hunian rumah layak huni melalui program bantuan pemerintah.
  • Optimalisasi layanan transportasi umum agar lebih terintegrasi dan nyaman.
  • Pengelolaan limbah dan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
  • Mitigasi dan percepatan proyek infrastruktur untuk penanganan masalah banjir.

Armuji mengakui bahwa tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang tidaklah ringan karena perubahan zaman yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, dampak perubahan iklim, serta isu pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Menutup pidatonya, pria yang akrab disapa Cak Ji ini optimis bahwa Surabaya mampu melewati segala rintangan dengan modal kebersamaan. Semangat gotong royong warga diyakini menjadi kunci utama agar Surabaya tetap menjadi kota yang kuat dan sejahtera di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi