Hercules Dipolisikan Anak Penulis di Depok, Begini Respons Mengejutkan GRIB Jaya 2026

Hercules Dipolisikan Anak Penulis di Depok, Begini Respons Mengejutkan GRIB Jaya 2026
Foto: Hercules Dipolisikan Anak Penulis di Depok, Begini Respons Mengejutkan GRIB Jaya 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Organisasi masyarakat (Ormas) GRIB Jaya akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai pelaporan yang menyeret nama Ketua Umum mereka, Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal sebagai Hercules. Laporan tersebut dilayangkan oleh Ilma Sani Fitriana, putri dari penulis Ahmad Bahar, ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak penyekapan.

Pihak GRIB Jaya secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menilai bahwa laporan yang diajukan oleh Ilma tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Mereka beranggapan bahwa narasi penyekapan tersebut sengaja dibangun untuk menyudutkan pimpinan mereka.

Bantahan Keras dari Pihak GRIB Jaya

Juru bicara GRIB Jaya, Macelinus, menyatakan bahwa tuduhan penculikan atau penyanderaan terhadap Ilma adalah hal yang sangat tidak masuk akal dan mengada-ada. Menurutnya, publik sudah mengenal sosok Hercules dengan cukup baik sehingga tuduhan tersebut dirasa tidak berdasar.

Marcel menjelaskan lebih lanjut bahwa Hercules merupakan figur yang memiliki sisi humanis dan jiwa sosial yang tinggi di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa Ketua Umum GRIB Jaya tersebut sangat peduli terhadap anak-anak yatim piatu sehingga tidak mungkin melakukan tindakan keji seperti yang dituduhkan.

Fakta-fakta penting yang disampaikan oleh pihak GRIB Jaya terkait kejadian tersebut:

  • Hercules diklaim hanya memberikan nasihat kepada Ilma selayaknya orang tua kepada anaknya mengenai permasalahan yang sedang terjadi.
  • Adanya upaya edukasi agar Ilma memahami duduk perkara yang menyeret nama ayahnya, Ahmad Bahar.
  • Permintaan agar Ahmad Bahar bersikap berani dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan secara langsung.
  • Pihak GRIB Jaya menyebut adanya video provokasi serta ancaman yang dikirim melalui ponsel Ilma ke nomor pribadi istri Hercules.
  • Dugaan adanya upaya penggiringan opini atau aksi playing victim dari pihak pelapor guna mendapatkan simpati dari masyarakat luas.

Marcel menegaskan bahwa semua pihak harus melihat akar permasalahan ini secara jernih tanpa memutarbalikkan fakta hukum yang ada. Ia menilai tindakan pengiriman pesan ancaman tersebut sudah sangat keterlaluan karena telah menyerang ranah domestik dan mengganggu ketenangan keluarga.

Detail Laporan Polisi oleh Putri Ahmad Bahar

Sebelumnya, Ilma Sani Fitriana melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya setelah merasa menjadi korban tindakan intimidasi dari anggota ormas tersebut. Laporan ini resmi terdaftar dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 22 Mei 2026.

Kuasa hukum Ilma, Gufroni, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sudah masuk ke dalam ranah tindak pidana yang serius. Ia merinci beberapa poin laporan yang mencakup dugaan penyanderaan, penculikan, hingga adanya ancaman verbal dan penggunaan senjata api.

Rincian laporan kepolisian yang diajukan oleh pihak Ilma Sani Fitriana:

Jenis Laporan Nomor Registrasi Laporan Keterangan Tambahan
Dugaan Penyekapan & Ancaman STTLP/B/3678/V/2026/SPKT Mencakup dugaan penculikan dan penggunaan senjata api.
Peretasan Akun WhatsApp STTLP/B/3679/V/2026/SPKT Terkait kendala akses pada ponsel sebelum kejadian hari Minggu.

Selain laporan tindak kekerasan, Ilma juga mempermasalahkan peretasan akun WhatsApp miliknya yang diduga telah terjadi sebelum insiden di hari Minggu tersebut. Pihaknya mengaku sudah berusaha meminta bantuan layanan pemulihan namun ponsel tetap tidak bisa digunakan secara normal.

Kronologi Perselisihan yang Berujung Mediasi

Masalah ini sebenarnya berawal dari kedatangan anggota GRIB Jaya ke kediaman Ahmad Bahar yang berlokasi di Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Pertemuan pertama terjadi pada Jumat, 15 Mei, di mana anggota ormas tersebut datang untuk meminta penjelasan terkait konten tertentu.

Situasi semakin memanas ketika rombongan ormas kembali mendatangi rumah tersebut pada hari Minggu, 17 Mei. Kedatangan mereka bertujuan agar Ahmad Bahar memberikan klarifikasi langsung kepada Hercules mengenai dugaan pesan ancaman dan video provokasi di media sosial.

Ahmad Bahar sendiri berdalih bahwa ponsel miliknya serta milik putrinya telah diretas atau dikloning oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa video-video yang beredar dan menyinggung pihak Hercules bukanlah miliknya, melainkan hasil ulah peretas.

Meskipun laporan polisi tetap berjalan, sebelumnya sempat dikabarkan bahwa perselisihan antara penulis buku tersebut dengan GRIB Jaya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kepolisian setempat juga telah turun tangan untuk memediasi kedua belah pihak guna meredam konflik lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi