Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang secara resmi mengonfirmasi bahwa artefak logam kuning yang ditemukan di Candi Losari adalah emas murni. Kepastian ini didapat setelah petugas melakukan verifikasi langsung ke lokasi pemugaran di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Didik Muhamad Akbar, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menanggapi laporan warga mengenai temuan emas dan arca tersebut. Pihaknya ingin memastikan validitas informasi yang beredar sebelum memberikan keterangan resmi kepada publik.
Verifikasi Temuan Berharga di Kedalaman Empat Meter
Hasil pengecekan di lapangan mengonfirmasi bahwa benda tersebut merupakan kepingan emas yang berasal dari peripih candi. Mengingat struktur Candi Losari tertimbun material sedalam empat meter, keberadaan peripih yang berisi emas atau arca dinilai sebagai temuan yang wajar.
Selain kepingan emas berbentuk persegi, tim di lapangan juga menemukan dua arca Dewa Surya di lokasi yang sama. Saat ini, seluruh benda bersejarah tersebut telah diamankan di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X di Klaten untuk proses lebih lanjut.
Berikut adalah ringkasan artefak penting yang berhasil dievakuasi dari situs Candi Losari:
- Dua buah arca kuno yang diidentifikasi sebagai perwujudan Dewa Surya.
- Satu kotak peripih yang ditemukan di bagian dasar struktur bangunan.
- Satu lembar kepingan logam mulia berupa emas dengan bentuk persegi.
Penemuan ini terjadi secara bertahap sejak akhir April 2026 ketika tim juru pugar sedang melakukan pembongkaran di lapisan bawah lantai candi. Arca ditemukan lebih dulu pada kedalaman tiga lapis di bawah lantai, disusul penemuan kotak peripih dan kepingan emas saat penggalian mencapai tanah asli.
Kendala Teknis dalam Proses Pemugaran Candi
Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini proses rekonstruksi baru mencapai lapisan pertama dari target 15 lapisan yang direncanakan. Target pengerjaan tahap awal ini diharapkan bisa selesai pada Oktober 2026 mendatang.
Restu juga menyebutkan bahwa derasnya debit air di lokasi situs menjadi tantangan utama yang menghambat kecepatan pekerjaan tim di lapangan. Kondisi tanah yang basah memaksa tim untuk membuat lantai kerja khusus guna menjaga stabilitas bangunan agar tidak amblas.
Informasi detil mengenai tahapan dan progres pemugaran dapat dilihat pada tabel berikut:
| Aspek Pemugaran | Keterangan Detail |
|---|---|
| Target Penyelesaian | Oktober 2026 (Tahap Pertama) |
| Jumlah Lapisan | Total 14 hingga 15 lapis bangunan |
| Kedalaman Situs | Terbenam sekitar 4 meter di bawah permukaan |
| Kendala Utama | Debit air tanah yang sangat deras |
Meskipun menghadapi kendala cuaca dan debit air, pemugaran terus dilanjutkan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak struktur asli candi. Proyek rekonstruksi ini diperkirakan akan memakan waktu hingga tahun kedua untuk bisa mengembalikan bentuk utuh bangunan bersejarah tersebut.