Pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish, mengungkapkan rasa kecewanya setelah gagal mengamankan posisi di podium pada balapan Moto3 Catalunya 2026. Meski berhasil finis di urutan ketujuh, hasil tersebut dirasa kurang maksimal karena ia sempat bersaing ketat di jajaran pembalap terdepan.
Danish sebenarnya tampil sangat kompetitif sejak awal perlombaan yang digelar pada Minggu (17/5) tersebut. Namun, sebuah kesalahan teknis pada putaran terakhir membuatnya kehilangan peluang untuk membawa pulang trofi.
Kegagalan di Tikungan Kritis
Melalui akun media sosial pribadinya, Hakim Danish mengakui bahwa kegagalannya naik podium disebabkan oleh kesalahan saat melakukan pengereman. Ia terlalu terlambat menarik tuas rem ketika memasuki Tikungan 10, sehingga posisinya melorot di saat-saat krusial.
Walaupun merasa kecewa, Danish tetap memetik sisi positif dari balapan intens tersebut sebagai modal berharga untuk seri berikutnya. Ia merasa kini lebih memahami strategi bertahan dan menyerang saat berada di kelompok pembalap tercepat.
Bukan hasil terbaik untukku, tapi aku mendapatkan pengalaman berharga bertarung di kelompok terdepan. Hari ini, aku belajar banyak tentang bagaimana bertarung dan bersaing di kelompok terdepan.
Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan Danish dalam mengevaluasi performanya di lintasan. Ia berjanji akan terus meningkatkan kemampuannya agar bisa tampil lebih konsisten dan kompetitif di balapan mendatang.
Persaingan Sengit dengan Veda Ega Pratama
Sepanjang balapan, Hakim Danish menunjukkan performa yang sangat impresif sejak bendera start dikibarkan. Memulai lomba dari posisi ke-10, ia berhasil melesat hingga masuk ke jajaran lima besar hanya dalam empat putaran awal.
Di sisi lain, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, juga terus menunjukkan progres yang stabil di lintasan. Veda perlahan merangkak naik dan sempat menduduki peringkat ke-10 pada putaran keempat balapan.
Berikut adalah ringkasan urutan finis dan persaingan antara dua talenta muda Asia Tenggara di Moto3 Catalunya:
| Posisi Finis | Nama Pembalap | Negara Asal |
|---|---|---|
| 7 | Hakim Danish | Malaysia |
| 8 | Veda Ega Pratama | Indonesia |
Tabel di atas memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara kedua pembalap tersebut saat menyentuh garis finis. Veda Ega Pratama harus puas berada tepat di belakang rivalnya setelah perjuangan keras di lap-lap terakhir.
Dinamika Perubahan Posisi di Lintasan
Jalannya balapan di Catalunya penuh dengan kejutan dan perubahan posisi yang sangat cepat antar pembalap. Pada putaran ketujuh, Adrian Fernandez sempat memimpin sebelum akhirnya terjadi aksi saling salip di grup depan.
Beberapa momen krusial yang terjadi selama jalannya balapan Moto3 Catalunya :
- Lap 8: Hakim Danish berhasil menyalip Maximo Quiles dan naik ke posisi ketujuh.
- Lap 11: Veda Ega Pratama sempat melorot ke posisi ke-11 karena tekanan dari Marco Morelli.
- Lap 14: Perebutan podium memanas dengan melibatkan enam pembalap di grup terdepan.
- Lap Terakhir: Veda Ega Pratama berhasil memanfaatkan celah sempit untuk merangsek ke posisi kedelapan.
Daftar di atas merangkum bagaimana tensi balapan yang begitu tinggi membuat posisi setiap pembalap sangat tidak aman. Veda Ega Pratama sendiri sempat mengalami kesulitan untuk memangkas jarak satu detik dengan pembalap di depannya sebelum akhirnya mampu bangkit.
Pada akhir balapan, Brian Uriarte dan Maximo Quiles menjadi aktor utama dalam perebutan posisi teratas. Meskipun fokus utama tertuju pada persaingan podium, performa Danish dan Veda tetap mencuri perhatian publik otomotif Asia Tenggara.