Hasil Lawatan Prancis, Prabowo Resmi Kantongi Kerja Sama Rp 61,25 T di 2026

Hasil Lawatan Prancis, Prabowo Resmi Kantongi Kerja Sama Rp 61,25 T di 2026
Foto: Ilustrasi Hasil Lawatan Prancis, Prabowo Resmi Kantongi Kerja Sama Rp 61,25 T di 2026.
Ukuran teks

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengakhiri agenda kunjungan kenegaraannya di Prancis dan telah kembali ke Tanah Air. Lawatan diplomasi ini membuahkan hasil signifikan dengan tercapainya kesepakatan kerja sama senilai Rp 61,25 triliun.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Sabtu (30/5/2026), Indonesia dan Prancis sepakat mempererat hubungan di sektor strategis. Kerja sama ini meliputi bidang ekonomi, investasi, perdagangan, hingga sektor pertahanan.

Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi

Salah satu pencapaian utama dalam kunjungan ini adalah peresmian France-Indonesia High Level Business Council. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin perusahaan ternama dari kedua negara untuk memperkuat jaringan bisnis global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa forum ini menjadi mesin penggerak investasi. Menurutnya, dialog antar pelaku usaha ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Rincian nilai dan fokus kerja sama hasil kesepakatan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Total nilai kesepakatan komersial mencapai USD 3,5 miliar atau setara dengan Rp 61,25 triliun (kurs Rp 17.500/USD).
  • Sektor ketahanan energi menjadi prioritas utama dalam investasi baru tersebut.
  • Peningkatan volume perdagangan antar kedua negara untuk memperluas pasar produk lokal.
  • Kolaborasi di bidang industri pertahanan guna memperkuat sistem keamanan nasional.

Empat kesepakatan komersial baru ini lahir dari komitmen kuat para pelaku industri yang berpartisipasi dalam dewan bisnis tersebut. Hal ini menandakan kepercayaan investor Prancis terhadap stabilitas ekonomi Indonesia semakin meningkat.

Profil Pelaku Usaha di Forum Strategis

Pertemuan dewan bisnis tingkat tinggi ini dihadiri oleh sekitar 30 pemimpin industri utama dari Indonesia maupun Prancis. Perusahaan-perusahaan yang terlibat tercatat memiliki total kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai angka USD 1,3 triliun.

Dewan bisnis ini dipimpin secara bersama oleh tokoh bisnis berpengaruh dari kedua belah pihak. Mereka adalah CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

Berikut adalah ringkasan fakta penting terkait hasil kunjungan Presiden ke Prancis:

Aspek Kunjungan Detail Informasi
Nilai Kerja Sama Rp 61,25 Triliun (USD 3,5 Miliar)
Jumlah Kesepakatan 4 Kesepakatan Komersial Baru
Sektor Utama Energi, Perdagangan, dan Pertahanan
Lokasi Peresmian Prancis (28 Mei 2026)

Data di atas menunjukkan betapa strategisnya nilai kemitraan yang dibangun oleh kedua negara tersebut. Melalui kesepakatan ini, Indonesia dipandang sebagai mitra jangka panjang yang memiliki iklim investasi kompetitif.

Kepulangan Presiden ke Jakarta

Presiden Prabowo Subianto tiba di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu pagi waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia GA-1 yang membawanya mendarat dengan selamat sekitar pukul 10.19 WIB.

Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran pejabat tinggi lainnya. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut hadir dalam prosesi penjemputan tersebut.

Selain melakukan agenda kedinasan, Prabowo juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Paris. Ia bahkan melaksanakan ibadah salat Idul Adha bersama warga negara Indonesia yang menetap di sana sebelum bertolak pulang.

Keseluruhan rangkaian kegiatan di Prancis ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi asing yang berkelanjutan. Hubungan bilateral kedua negara pun kini memasuki babak baru yang lebih produktif dan saling menguntungkan.

Artikel terkait

Rekomendasi