Kementerian Kebudayaan baru saja menyelenggarakan upacara bendera di Lapangan Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini bertujuan mempertegas peran krusial kebudayaan serta kemajemukan dalam memperkokoh persatuan bangsa.
Mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", kegiatan ini digelar secara kolaboratif. Kementerian Kebudayaan bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pancasila sebagai Fondasi Utama Persatuan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa peringatan ini adalah wujud kesadaran para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia di atas fondasi persatuan. Ia menegaskan pentingnya nilai-nilai tersebut dalam menjaga keutuhan negara.
Fadli juga mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara secara formal. Menurutnya, Pancasila merupakan pedoman pembangunan nasional serta sumber nilai utama dalam menghadapi perubahan dunia yang dinamis.
Ia memaparkan tantangan sejarah yang telah dilalui Indonesia, mulai dari masa kolonialisme hingga krisis ekonomi dan dinamika geopolitik global. Pengalaman tersebut membuktikan betapa pentingnya kepemimpinan yang kuat dan persatuan nasional.
Poin penting terkait peran strategis Pancasila menurut Fadli Zon:
- Berperan sebagai perekat kebangsaan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
- Menjadi panduan utama dalam menjaga kedaulatan Indonesia dari kekuatan luar.
- Berfungsi sebagai instrumen navigasi dalam menghadapi kompleksitas tantangan global.
- Menjadi cerminan sejarah panjang kemanusiaan yang berakar pada kekayaan budaya nusantara.
Fadli Zon menjelaskan bahwa secara historis dan geografis, Indonesia memiliki kekayaan keberagaman atau mega diversity yang luar biasa. Unsur majemuk ini justru menjadi kekuatan nasional yang mencerminkan toleransi dan gotong royong.
Penguatan Ketahanan Nasional di Bawah Kepemimpinan Baru
Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas-aktif. Selain itu, pemerintah fokus memperkuat ketahanan nasional melalui sejumlah program kerja prioritas.
Upaya ini dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila. Tujuannya agar kemajuan yang dicapai pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional meliputi:
- Pencapaian ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan secara masif.
- Percepatan hilirisasi industri dan program pembangunan dari tingkat desa.
- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan kualitas SDM.
- Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan inisiatif Sekolah Rakyat.
Rangkaian program tersebut merupakan bagian dari langkah besar dalam pembangunan nasional yang komprehensif. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memperkokoh ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.
Fadli Zon menutup pesannya dengan harapan agar Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi pemantik semangat gotong royong. Ia mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan visi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, serta berkepribadian dalam kebudayaan. Indonesia juga diharapkan terus berkontribusi nyata bagi kemanusiaan dan terciptanya perdamaian dunia.