Memasuki awal tahun 2026, para pecinta gim dan pengguna PC rakitan harus menghadapi kenyataan pahit terkait perangkat keras idaman mereka. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa harga kartu grafis generasi terbaru, RTX 5090, telah melonjak drastis di berbagai platform belanja daring.
Kenaikan harga yang sangat signifikan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan konsumen mengenai stabilitas pasar kartu grafis ke depannya. Banyak pihak mempertanyakan apakah fenomena ini akan menjadi tren jangka panjang yang membebani dompet para gamer.
Lonjakan Harga di Situs Belanja Global
Berdasarkan data dari situs belanja internasional, harga RTX 5090 kini terpantau hampir dua kali lipat lebih tinggi dari harga ritel resmi (MSRP) saat pertama kali diluncurkan. Padahal, pada tahun lalu, kartu grafis kelas atas ini diperkenalkan ke publik dengan kisaran harga sekitar $2.000.
Situasi ini dipandang sebagai sinyal buruk bagi industri komputer karena inflasi komponen yang tampaknya semakin sulit untuk dikendalikan. Kondisi pasar saat ini menunjukkan ketidakseimbangan yang mencolok antara nilai produk dengan harga yang harus dibayar konsumen.
Kenaikan ini bukan sekadar ulah spekulan atau penjual pihak ketiga, melainkan juga tercermin dalam daftar harga resmi di situs NVIDIA. Di platform Newegg, variasi harga terpantau mulai dari $2.500 hingga mencapai angka fantastis sebesar $3.719 untuk model flagship tertentu.
Varian dengan sistem pendingin khusus atau desain kustom biasanya menjadi yang paling terdampak oleh kenaikan harga ekstrem ini. Hal tersebut membuat akses terhadap performa grafis tertinggi menjadi kian terbatas bagi pengguna umum.
Dampak Sektor AI Terhadap Produksi GPU
Penyebab utama di balik meroketnya harga ini adalah lonjakan biaya produksi memori (DRAM) yang mencapai angka 80%. Tingginya permintaan memori dari sektor kecerdasan buatan (AI) membuat pasokan untuk kebutuhan konsumen biasa menjadi tersisih.
Saat ini, produsen chip lebih fokus memprioritaskan pembuatan memori untuk pusat data AI yang dianggap lebih menguntungkan secara bisnis. Akibatnya, komponen utama untuk pembuatan kartu grafis konsumen menjadi sangat langka di pasaran dan harganya melambung tinggi.
Rincian faktor penyebab naiknya harga kartu grafis di pasar global:
- Biaya Bahan Baku: Kenaikan harga DRAM yang mencapai 80% akibat dominasi kebutuhan industri AI.
- Prioritas Produksi: Pabrikan lebih mendahulukan pasokan untuk pusat data dibandingkan pasar ritel.
- Kelangkaan Stok: Ketersediaan unit GPU kustom yang sangat terbatas di tangan distributor.
- Inflasi Global: Dampak ekonomi yang mempengaruhi biaya distribusi dan manufaktur secara keseluruhan.
Data di atas menunjukkan bahwa kendala produksi di tingkat hulu menjadi akar masalah yang berdampak langsung pada harga di tingkat pengguna akhir.
Prediksi Kenaikan Harga di Masa Mendatang
Kondisi pasar perangkat keras PC diprediksi tidak akan membaik dalam waktu dekat, bahkan justru berpotensi semakin memburuk. Laporan industri menyebutkan bahwa baik NVIDIA maupun AMD berencana merilis struktur harga resmi terbaru mereka pada Februari mendatang.
Penyesuaian harga ini dikhawatirkan akan mendorong nilai jual RTX 5090 hingga menembus angka $5.000 atau setara dengan kenaikan lebih dari dua kali lipat dari harga aslinya. Jika hal ini terjadi, kepemilikan kartu grafis kelas atas mungkin akan menjadi kemewahan yang hanya bisa dijangkau oleh segelintir orang.
Berikut adalah ringkasan estimasi perubahan harga RTX 5090 berdasarkan perkembangan pasar:
| Periode Waktu | Status Harga | Estimasi Nilai (USD) |
|---|---|---|
| Peluncuran Awal (2025) | MSRP Resmi | $2.000 |
| Kondisi Saat Ini (2026) | Harga Pasar Saat Ini | $2.500 - $3.719 |
| Prediksi Februari 2026 | Harga Pasca Penyesuaian | Hingga $5.000 |
Tabel tersebut merangkum bagaimana lonjakan harga terjadi begitu cepat hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Para calon pembeli disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum memutuskan untuk melakukan pemutakhiran perangkat.