Harga HDD Melonjak Drastis 2026, Analis Ungkap Penyebab Terbaru yang Mengejutkan

Harga HDD Melonjak Drastis 2026, Analis Ungkap Penyebab Terbaru yang Mengejutkan
Foto: Harga HDD Melonjak Drastis 2026, Analis Ungkap Penyebab Terbaru yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kondisi pasar komponen komputer tengah menghadapi tantangan serius akibat krisis RAM yang mulai berdampak luas. Memasuki tahun 2026, lonjakan harga tidak hanya menyasar unit SSD, tetapi juga merembet ke perangkat penyimpanan piringan cakram atau HDD.

Para analis baru-baru ini menemukan data mengejutkan mengenai tren kenaikan harga HDD yang terjadi secara signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian khusus bagi para perakit PC dan konsumen umum yang mencari alternatif penyimpanan data.

Data Analis Ungkap Lonjakan Harga HDD

Berdasarkan laporan terbaru dari ComputerBase, harga rata-rata HDD di pasar global mengalami kenaikan yang sangat tajam dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Data tersebut menunjukkan rata-rata peningkatan harga mencapai angka 46,61%.

Analisis ini diambil dari sampel 12 produk hard drive paling populer di pasar Eropa yang sering menjadi acuan harga global. Beberapa model populer mencatatkan kenaikan yang jauh di atas angka rata-rata tersebut.

Daftar kenaikan harga pada beberapa model hard drive populer :

  • Seagate BarraCuda 24TB: Mencatatkan lonjakan harga paling tinggi hingga mencapai 62,36%.
  • Western Digital WD Red Plus 4TB: Mengalami kenaikan harga yang cukup drastis sebesar 50,09%.
  • Model Populer Lainnya: Mengalami variasi kenaikan harga di rentang 30% hingga 45% dalam waktu singkat.

Angka-angka di atas menunjukkan bahwa kapasitas penyimpanan besar maupun kecil tetap terkena dampak dari fluktuasi harga ini. Kondisi ini memaksa pembeli untuk merogoh kocek lebih dalam dibandingkan periode sebelumnya.

Efek Berantai dari Krisis Komponen Global

Kenaikan harga HDD ini dinilai sebagai dampak domino atau efek berantai dari krisis RAM yang sedang berlangsung. Meskipun teknologi HDD tidak menggunakan DRAM seperti pada SSD, tingginya permintaan pasar tetap mendorong harga naik.

Banyak konsumen mulai beralih kembali ke HDD sebagai solusi penyimpanan sementara karena harga SSD yang kian tidak terjangkau. Hal inilah yang memicu kelangkaan stok dan berujung pada penyesuaian harga di tingkat retail.

Perbandingan persentase kenaikan harga antara SSD dan HDD :

Kategori Produk Rata-rata Kenaikan (4 Bulan Terakhir)
SSD (Solid State Drive) 74,12%
HDD (Hard Disk Drive) 46,61%

Data dalam tabel tersebut memperlihatkan bahwa meskipun SSD mengalami kenaikan yang paling parah, posisi HDD tetap ikut terangkat secara signifikan. Selisih kenaikan harga antara keduanya menunjukkan betapa tidak stabilnya pasar komponen penyimpanan saat ini.

Situasi ini diprediksi masih akan berlanjut selama krisis pasokan RAM belum menemui titik terang. Bagi pengguna yang berencana merakit PC, pemantauan harga secara berkala sangat disarankan agar mendapatkan penawaran terbaik di tengah ketidakpastian pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi