Hantavirus Mewabah di Kapal Pesiar, 3 Orang Tewas Mengejutkan di 2026

Hantavirus Mewabah di Kapal Pesiar, 3 Orang Tewas Mengejutkan di 2026
Foto: Hantavirus Mewabah di Kapal Pesiar, 3 Orang Tewas Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kapal pesiar MV Hondius saat ini berlayar menuju Tenerife, Spanyol, setelah wabah Hantavirus menyebabkan tiga kematian di atas kapal. Pemerintah Argentina sedang melacak asal virus tersebut di Ushuaia dengan menggunakan analisis terhadap tikus yang mungkin menjadi sumber penularan. Kapal ini berangkat pada 1 April lalu, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa strain Andes, penyebab wabah ini, memiliki risiko penularan rendah karena hanya menyebar melalui kontak dekat secara fisik.

Suara.com melaporkan bahwa langkah evakuasi dan repatriasi besar-besaran sedang dilakukan untuk para penumpang MV Hondius. Setelah kapal dilarang berlabuh di Tanjung Verde, rute pelayaran diarahkan menuju Tenerife untuk memulangkan penumpang asing. Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, dalam konferensi pers di Madrid mengatakan bahwa 14 penumpang berkewarganegaraan Spanyol akan segera dikarantina di rumah sakit militer di Madrid setibanya di Tenerife. "Durasi karantina ditentukan dari waktu kemungkinan mereka terpapar virus," ujar Garcia, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Di sisi lain, penumpang non-Spanyol yang dinyatakan sehat akan langsung dipulangkan ke negara mereka masing-masing. Hingga kini, wabah di kapal tersebut telah menewaskan tiga orang, termasuk pasangan asal Belanda dan satu warga Jerman. WHO melaporkan ada delapan orang yang dicurigai terinfeksi, dengan tiga kasus telah terkonfirmasi lewat uji laboratorium.

Pelacakan Asal Virus di Argentina

Kementerian Kesehatan Argentina sedang melakukan pelacakan di Ushuaia, zona paling selatan Argentina yang menjadi titik keberangkatan kapal tersebut. Penelusuran ini melibatkan pemasangan perangkap untuk analisis tikus di sana. Selain itu, pihak berwenang juga menelusuri perjalanan warga Belanda yang berkeliling Argentina dan Cile sebelum menunjukkan gejala Hantavirus di kapal.

Pihak Argentina menegaskan sejauh ini belum ada kasus infeksi di darat. Proses evakuasi medis darurat saat ini mengalami berbagai masalah diplomatik dan teknis. WHO telah mengevakuasi tiga pasien dalam kondisi kritis dari kapal menuju Belanda. Namun, menghadapi kendala setelah pesawat medis yang membawa pasien ditolak masuk untuk mengisi bahan bakar oleh Maroko, memaksa pesawat tersebut untuk dialihkan ke Gran Canaria, Spanyol.

Setiba di Spanyol, tim medis menghadapi situasi darurat ketika sistem penunjang hidup pasien mengalami gangguan teknis. Peralatan tersebut sementara disambungkan ke aliran listrik bandara hingga pesawat pengganti tiba.

Perbedaan Sifat Virus dengan COVID-19

Pemerintah Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa korban terinfeksi oleh strain Andes, satu-satunya strain Hantavirus yang dapat menular antar manusia. Meski begitu, penularannya sangat jarang terjadi. Maria Van Kerkhove, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, menegaskan kepada publik bahwa risiko penularan ke masyarakat umum sangat rendah. Dia mengingatkan agar tidak menyamakannya dengan pandemi COVID-19.

"Penularan antarmanusia hanya bisa terjadi melalui kontak fisik yang sangat dekat, seperti berbagi kamar tidur, kabin kapal, atau ketika melakukan perawatan medis langsung. Keadaan ini sangat berbeda dengan COVID-19 ataupun influenza," jelas Van Kerkhove.

Artikel terkait

Rekomendasi