Gua Metanduno: Lukisan Cadas Purba Tertua Dunia Masuk Rekor Guinness, Mengejutkan!

Gua Metanduno: Lukisan Cadas Purba Tertua Dunia Masuk Rekor Guinness, Mengejutkan!
Foto: Gua Metanduno: Lukisan Cadas Purba Tertua Dunia Masuk Rekor Guinness, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Gua Metanduno yang terletak di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, baru saja mencatatkan sejarah besar di kancah internasional. Situs ini resmi dinobatkan sebagai pemilik seni lukis cadas non-figuratif tertua di dunia oleh Guinness World Records.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Pencapaian ini menjadi bukti penting atas kekayaan sejarah prasejarah yang dimiliki oleh Indonesia.

Penelitian Kolaboratif Berskala Internasional

Temuan luar biasa ini merupakan buah manis dari penelitian kolaboratif antara arkeolog BRIN dan Griffith University, Australia. Hasil studi mendalam tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal sains internasional ternama, Nature.

Metode penanggalan yang digunakan dalam penelitian ini dinilai sangat akurat dan dapat diandalkan secara ilmiah. Berdasarkan hasil uji laboratorium, lukisan cap tangan di gua tersebut diketahui memiliki usia minimal 67.800 tahun.

Berikut adalah beberapa poin utama mengenai signifikansi penemuan di Gua Metanduno:

  • Usia Fantastis: Lukisan ini berusia setidaknya 67.800 tahun, melampaui rekor dunia sebelumnya.
  • Migrasi Manusia: Menjadi bukti langsung bahwa manusia purba sudah melakukan penyeberangan laut secara sengaja hampir 70.000 tahun silam.
  • Melampaui Rekor Eropa: Usianya lebih tua sekitar 1,1 ribu tahun dibandingkan cap tangan di Spanyol yang sebelumnya diklaim sebagai yang tertua.
  • Perbandingan Domestik: Temuan ini 16,6 ribu tahun lebih tua daripada seni cadas yang ditemukan di kawasan Maros–Pangkep.

Data tersebut menunjukkan bahwa peradaban manusia purba di wilayah Nusantara memiliki perkembangan yang jauh lebih maju dari perkiraan sebelumnya. Hal ini mengubah paradigma sejarah seni cadas global secara signifikan.

Arsip Sosial Manusia Purba

Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana, menjelaskan bahwa lukisan di Gua Metanduno bukan sekadar coretan visual. Karya purba ini mencakup stensil cap tangan hingga gambaran interaksi manusia dengan alam sekitarnya.

Adhi menyebutkan bahwa gambar-gambar tersebut berfungsi sebagai arsip sosial yang sangat berharga. Melalui lukisan ini, kita bisa melihat bagaimana manusia prasejarah menjalin hubungan dengan hewan dan menjalankan aktivitas sosial mereka.

Ringkasan perbandingan rekor seni cadas tertua dapat dilihat pada tabel berikut:

Lokasi Penemuan Estimasi Usia (Tahun) Kategori
Gua Metanduno, Sulawesi 67.800+ Seni Non-Figuratif Tertua
Situs di Spanyol (Neanderthal) 66.700 Mantan Rekor Dunia
Maros–Pangkep, Sulawesi 51.200 Seni Figuratif Terkemuka

Tabel di atas mempertegas posisi Gua Metanduno sebagai situs arkeologi yang paling menonjol di dunia saat ini. Temuan ini diharapkan dapat memicu riset-riset lanjutan mengenai asal-usul manusia di Asia Tenggara.

Seni prasejarah di Pulau Muna ini juga merekam bagaimana manusia purba memanfaatkan teknologi sederhana pada masanya. Dengan pengakuan dari Guinness World Records, pelestarian situs ini kini menjadi perhatian utama komunitas internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi