Pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish Ramli, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya setelah melewatkan peluang besar di Moto3 Catalunya 2026. Meskipun tampil kompetitif di Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu, ia harus puas mengakhiri balapan di posisi ketujuh.
Pembalap berusia 19 tahun tersebut sebenarnya menunjukkan performa luar biasa dengan terus menempel barisan terdepan sepanjang lomba. Sayangnya, sebuah kesalahan fatal di putaran terakhir menghancurkan harapannya untuk mengamankan podium perdana musim ini.
Kesalahan di Tikungan Terakhir
Hakim Danish mengakui bahwa kegagalannya naik podium disebabkan oleh kesalahan teknis saat memasuki fase krusial balapan. Ia mengaku terlalu ambisius saat melakukan pengereman di salah satu titik sirkuit.
Penyebab utama kegagalan Hakim Danish meraih posisi tiga besar:
- Melakukan pengereman yang terlalu dalam atau late braking yang berlebihan di Tikungan 10.
- Kehilangan momentum tepat pada lap terakhir saat peluang podium sudah di depan mata.
- Tekanan tinggi saat bersaing ketat dengan grup pembalap di barisan depan.
Insiden pengereman tersebut membuatnya melebar dan kehilangan posisi strategis yang sudah ia pertahankan sejak awal balapan.
Pencapaian Terbaik di Musim 2026
Meski gagal membawa pulang trofi, finis di urutan ketujuh sebenarnya merupakan prestasi tertinggi bagi pembalap kelahiran Terengganu ini sepanjang musim 2026. Sebelumnya, posisi terbaik yang mampu ia raih hanyalah finis di tempat ke-10.
Menariknya, hasil ini juga menandai momen pertama kalinya Hakim Danish berhasil finis di depan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Veda sendiri harus puas berada di posisi kedelapan meski memulai balapan dari grid ke-20.
Berikut adalah perbandingan performa singkat antara Hakim Danish dan Veda Ega di GP Catalunya:
| Kategori | Hakim Danish | Veda Ega Pratama |
|---|---|---|
| Posisi Start | P10 | P20 |
| Posisi Finis | P7 | P8 |
| Status Musim Ini | Hasil Terbaik | Finis 10 Besar |
Tabel di atas menunjukkan bahwa kedua pembalap muda Asia Tenggara ini bersaing ketat untuk menembus dominasi pembalap papan atas lainnya.
Evaluasi dan Target di Seri Selanjutnya
Hakim menjelaskan bahwa ia memulai balapan dengan sangat baik dan terus berupaya menjaga ritme agar tetap berada di kelompok depan. Ia mengaku banyak memetik pelajaran berharga mengenai cara mengendalikan balapan dari para pembalap senior di grup utama.
Pengalaman berharga di Catalunya ini akan ia jadikan modal penting untuk menghadapi Moto3 Italia yang akan digelar dua pekan mendatang. Hakim merasa perlu mengubah gaya balapnya menjadi lebih berani agar bisa bersaing di level tertinggi.
Beberapa aspek yang akan diperbaiki Hakim Danish untuk seri balapan mendatang:
- Meningkatkan sisi agresivitas saat berada di rombongan depan untuk mengamankan posisi.
- Mempertajam insting dalam menyalip lawan tanpa mengorbankan stabilitas motor.
- Menjaga konsistensi kecepatan balap (race pace) hingga garis finis.
Ia menegaskan tidak akan menyerah untuk mengejar mimpi berdiri di atas podium Moto3. Baginya, setiap kegagalan merupakan proses pembelajaran untuk menjadi pembalap yang lebih tangguh di masa depan.