Kasus dugaan penipuan jasa perjalanan umrah kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Ahmad Syah Farhan, pemilik Hanania Travel, resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan dana ribuan calon jemaah.
Kerugian yang dialami oleh para jemaah diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp60 miliar. Dana tersebut dikumpulkan dari biaya keberangkatan umrah yang telah dibayarkan sejak Desember 2025.
Dampak Meluas ke Vendor dan Karyawan
Masalah finansial yang menjerat Hanania Travel ternyata tidak hanya merugikan para calon jemaah. Sejumlah pihak yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut kini mulai menyuarakan hak mereka yang belum terpenuhi.
Salah satu korban yang berani bersuara adalah fotografer profesional bernama Randy Permana. Ia mengungkapkan bahwa pihak travel memiliki tunggakan biaya dokumentasi yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
Daftar pihak yang menjadi korban kerugian akibat wanprestasi Hanania Travel:
- Ribuan jemaah umrah yang batal berangkat.
- Vendor dokumentasi atau fotografer.
- Tour leader dan pendamping jemaah (muthawif).
- Staf kantor dan karyawan internal travel.
Hingga saat ini, para korban masih menanti kepastian terkait penyelesaian sengketa keuangan yang melibatkan agen travel tersebut.
Keluhan Vendor Dokumentasi
Randy Permana merasa kecewa karena seluruh tanggung jawab pekerjaannya telah selesai dilakukan dengan baik. Ia menyayangkan sikap manajemen yang tidak kunjung melunasi tagihan sejak akhir tahun 2025 lalu.
Melalui unggahan di media sosial, Randy menjelaskan bahwa total kerugian yang ia tanggung mencapai Rp200 juta. Padahal, ia mengaku sudah membayar lunas upah bagi tim yang membantunya di lapangan.
Berikut adalah perincian singkat mengenai masalah tagihan vendor tersebut:
| Kategori Kerugian | Detail Keterangan |
|---|---|
| Nilai Tunggakan | Sekitar Rp200.000.000 |
| Status Pekerjaan | Selesai 100% dan sudah diserahkan |
| Waktu Tunggakan | Sejak Desember 2025 hingga saat ini |
Tabel di atas menunjukkan beban finansial yang harus ditanggung vendor akibat ketidakjelasan pembayaran dari pihak travel.
Janji yang Tidak Pernah Ditepati
Randy menyatakan sebelumnya ia memilih untuk bersabar dan memberikan waktu kepada Ahmad Syah Farhan. Namun, janji-janji pembayaran yang diberikan selalu meleset dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
Kini ia merasa heran ke mana perginya aliran dana besar yang telah dibayarkan oleh ribuan jemaah tersebut. Selain tagihan vendor, dikabarkan bahwa gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan juga belum dibayarkan.
Harapannya, laporan ke pihak kepolisian ini bisa segera membuahkan hasil dan memberikan titik terang. Randy berdoa agar masalah ini cepat selesai sehingga operasional pekerjaannya kembali berjalan normal.