Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Diteror Foto Tak Senonoh Saat Bantu Korban Banjir Aceh

Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Diteror Foto Tak Senonoh Saat Bantu Korban Banjir Aceh
Foto: Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Diteror Foto Tak Senonoh Saat Bantu Korban Banjir Aceh. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Afina Syifa Biladina, salah satu finalis Miss Universe Indonesia 2025, tengah menghadapi serangan intimidasi yang cukup serius. Teror ini muncul setelah dirinya membagikan konten mengenai kondisi terkini wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir bandang.

Sejak akhir Mei 2026, Afina menjadi target pelecehan siber melalui akun media sosial pribadinya. Pelaku diduga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat foto rekayasa yang tidak pantas.

Kronologi Teror dan Pelecehan Siber

Kejadian ini bermula saat Afina mengunggah video di TikTok yang memperlihatkan infrastruktur jalan di Aceh yang masih rusak parah. Tanah sisa banjir yang mulai mengering tampak masih menutupi area tersebut.

Afina juga menyoroti nasib anak-anak sekolah yang terpaksa belajar di dalam tenda darurat. Hal ini terjadi karena ruang kelas mereka masih belum bisa digunakan akibat tertimbun lumpur pekat.

Tak lama setelah unggahan tersebut viral, serangan digital mulai berdatangan dalam berbagai bentuk. Afina mengungkapkan bahwa dirinya dikirimi foto tanpa busana hasil rekayasa AI oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pelecehan tersebut dikirimkan secara berulang kali, bahkan pada jam-jam yang tidak wajar. Afina menyebutkan kiriman foto tersebut masuk ke perangkatnya pada pukul setengah empat pagi dan setengah sembilan pagi.

Selain pelecehan siber, pelaku juga mulai mengusik ranah pribadi keluarga sang finalis. Terdapat oknum yang dengan sengaja membuat identitas palsu untuk melakukan penyamaran.

Bentuk gangguan yang dialami oleh Afina dan keluarganya meliputi:

  • Pengiriman foto asusila hasil rekayasa teknologi AI secara beruntun.
  • Pembuatan sedikitnya empat akun media sosial palsu yang mencatut nama ayah Afina.
  • Pelaku menghubungi dan mengganggu orang-orang yang berada dalam lingkaran pertemanan dekat Afina.

Serangkaian tindakan intimidasi ini telah mengganggu kenyamanan orang-orang terdekat Afina. Pelaku terus melancarkan aksinya dengan menyasar identitas keluarga untuk memperluas jangkauan teror.

Kekecewaan Afina Atas Serangan Digital

Afina mengaku merasa heran dan tidak mengerti mengapa aksi kemanusiaannya justru menuai reaksi negatif. Padahal, tujuannya mengunggah kondisi Aceh adalah untuk menarik perhatian publik agar korban bencana mendapat bantuan.

Ia menegaskan bahwa niat awalnya murni untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Baginya, menyuarakan jeritan rakyat yang membutuhkan pertolongan seharusnya tidak berujung pada intimidasi digital.

Meskipun mendapatkan tekanan berat, Afina tetap memperlihatkan kepeduliannya terhadap para korban banjir. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan siber yang menyasar figur publik saat menyuarakan isu sosial.

Artikel terkait

Rekomendasi