FIFA Klarifikasi Gangguan Sistem Tiket Piala Dunia 2026 Gratis, Penggemar Kecewa

FIFA Klarifikasi Gangguan Sistem Tiket Piala Dunia 2026 Gratis, Penggemar Kecewa
Foto: FIFA Klarifikasi Gangguan Sistem Tiket Piala Dunia 2026 Gratis, Penggemar Kecewa. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harapan puluhan suporter untuk menonton Piala Dunia 2026 secara gratis harus kandas setelah FIFA memberikan klarifikasi resmi. Federasi sepak bola dunia tersebut menyatakan bahwa tiket cuma-cuma yang sempat beredar merupakan hasil dari kesalahan teknis.

Insiden gangguan sistem atau glitch tersebut terjadi pada proses transaksi di situs resmi FIFA tanggal 21 Mei lalu. Akibat masalah pada tahap pembayaran, sekitar 60 tiket teralokasikan ke pemesan tanpa adanya potongan biaya sama sekali.

FIFA menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghanguskan pesanan tersebut secara sepihak, namun memberikan syarat khusus bagi para pemegang tiket. Suporter diminta untuk segera melunasi pembayaran sesuai harga asli jika ingin tetap mempertahankan kuota menonton mereka.

Dalam pernyataan resminya melalui Al Jazeera, FIFA menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penggemar. Mereka memastikan tiket tersebut masih dalam status reservasi dan menunggu penyelesaian pembayaran dari pihak pemesan.

Kontroversi Stok Tiket dan Strategi Resale

Munculnya insiden ini mengungkap fakta bahwa loket penjualan tiket ternyata masih dibuka untuk umum oleh pihak penyelenggara. Hal ini cukup mengejutkan mengingat Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya mengeklaim seluruh tiket 104 pertandingan telah habis terjual.

FIFA menjelaskan bahwa sisa kuota tiket sengaja dilepas kembali ke publik melalui platform resmi sebagai upaya memerangi praktik percaloan. Strategi ini diharapkan mampu meredam transaksi di pasar gelap yang sering merugikan penonton.

Beberapa ketentuan terkait sistem penjualan kembali tiket Piala Dunia 2026 meliputi:

  • Penerapan sistem penjualan kembali atau resale dilakukan hanya melalui platform resmi FIFA.
  • FIFA memberlakukan potongan komisi sebesar 15% yang dibebankan kepada pihak pembeli maupun penjual.
  • Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi tiket lebih transparan dan mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Meskipun FIFA berupaya menekan percaloan melalui platform resmi, kebijakan ini tetap memicu kritik tajam dari berbagai kalangan suporter. Banyak pihak menilai harga tiket yang dipatok sejak awal sudah sangat tinggi sehingga sulit dijangkau masyarakat luas.

Melonjaknya Harga Tiket dari Janji Awal

Ketidakpuasan publik semakin menguat setelah melihat selisih harga yang sangat jauh dibandingkan dengan janji awal saat pengundian tuan rumah. Pada tahun 2018, panitia menjanjikan akses tiket murah bagi para penggemar sepak bola.

Berikut adalah perbandingan antara janji harga awal dengan kenyataan harga tiket saat ini:

Kategori Penjualan Janji Awal (2018) Kenyataan Harga Saat Ini
Tiket Fase Grup Termurah USD 21 (Rp 379 Ribu) Sulit Ditemukan/Terbatas
Tiket Baris Terdepan Final Tidak Disebutkan USD 32.970 (Rp 595 Juta)

Data di atas menunjukkan adanya lonjakan harga yang sangat drastis, terutama untuk kursi kategori premium pada laga puncak. FIFA berdalih bahwa pendapatan besar dari penjualan tiket diperlukan untuk menyokong program pengembangan sepak bola secara global.

Tuan rumah bersama yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebenarnya diharapkan mampu memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi penonton. Namun, realita harga yang menyentuh angka ratusan juta rupiah membuat banyak penggemar merasa kecewa terhadap transparansi penyelenggara.

Artikel terkait

Rekomendasi