Kehadiran sebuah produk otomotif baru biasanya disambut dengan antusiasme tinggi, namun hal berbeda justru terjadi pada Ferrari Luce. Mobil listrik perdana dari pabrikan asal Maranello ini justru memicu gelombang kontroversi yang cukup besar di kalangan pecinta otomotif dunia.
Peluncuran unit ini nampaknya memang dirancang untuk tampil beda, namun perdebatan yang muncul justru merembet hingga ke jajaran mantan petinggi perusahaan. Kritik tajam datang dari sosok yang pernah memimpin Ferrari selama puluhan tahun, menyoroti arah desain yang diambil oleh merek legendaris tersebut.
Jony Ive, mantan desainer Apple yang kini mendirikan studio LoveFrom, sebenarnya sudah memberikan sinyal mengenai potensi perdebatan ini sejak Februari lalu. Ia sempat memprediksi bahwa desain Ferrari Luce akan memicu polarisasi di masyarakat, namun kenyataannya reaksi publik jauh lebih keras dari yang ia bayangkan.
Meskipun bagian luarnya banyak dihujat, aspek interior mobil ini sebenarnya sempat mendapatkan apresiasi positif beberapa bulan sebelum peluncuran resminya. Banyak pihak memuji langkah Ferrari yang mulai meninggalkan tren layar sentuh yang dominan dan kembali menggunakan kontrol fisik.
Kabin Luce dinilai sangat fungsional karena dilengkapi dengan berbagai tombol, sakelar, serta tuas fisik yang memberikan kesan intuitif bagi pengemudinya. Studio desain milik Jony Ive dianggap telah berhasil memadukan konsep kemewahan modern dengan kenyamanan penggunaan yang nyata di dalam mobil listrik tersebut.
Kritik Pedas dari Sang Mantan Bos
Sayangnya, apresiasi terhadap keindahan interior tersebut tidak mampu menutupi kekecewaan publik terhadap desain eksteriornya yang dianggap aneh. Luca di Montezemolo, yang menjabat sebagai Chairman dan CEO Ferrari pada periode 1991 hingga 2014, secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya.
Dalam sebuah wawancara dengan media Italia, Askanews, tak lama setelah Luce diperkenalkan, sosok legendaris ini tidak ragu mengungkapkan pandangannya yang sangat tajam. Ia merasa desain mobil ini sangat melenceng dari DNA Ferrari yang sudah dibangun selama puluhan tahun.
Berikut adalah poin-poin utama dari kritik yang disampaikan oleh Luca di Montezemolo terkait desain Ferrari Luce:
- Resiko Kerusakan Citra: Ia menyatakan kekhawatiran bahwa desain yang buruk dapat menghancurkan legenda dan nama besar Ferrari yang telah dibangun dengan susah payah.
- Pencopotan Logo: Montezemolo bahkan menyarankan agar manajemen saat ini melepaskan logo Kuda Jingkrak dari bodi mobil karena dianggap tidak pantas menyandang identitas tersebut.
- Sindiran untuk Produsen Tiongkok: Ia menyebut bahwa desain Luce sangat buruk sehingga tidak akan ada pabrikan asal Tiongkok yang tertarik untuk menirunya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam dari seorang tokoh yang pernah membawa Ferrari ke puncak kejayaannya. Kritik mengenai "tidak akan ditiru oleh orang Tiongkok" ini juga dipandang sebagai sindiran halus terhadap tren industri otomotif saat ini.
Sindiran untuk Kompetitor dan Sentimen Pemerintah
Ucapan Luca tersebut diduga kuat mengacu pada fenomena Xiaomi yang baru-baru ini meluncurkan SUV YU7 di pasar otomotif global. Mobil listrik asal Tiongkok tersebut banyak diperbincangkan karena memiliki garis desain yang dinilai sangat mirip dengan Ferrari Purosangue.
Namun, Luce nampaknya berada di sisi spektrum yang berbeda karena desainnya dianggap tidak memiliki daya tarik estetik yang kuat. Selain dari internal mantan petinggi, suara sumbang juga datang dari kalangan pejabat pemerintahan di Italia.
Matteo Salvini, yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Italia, turut menyuarakan ketidakpuasannya melalui media sosial. Lewat sebuah unggahan di akun X miliknya, ia mempertanyakan nilai inovasi yang diusung oleh model baru ini.
Ia menegaskan bahwa tampilan Luce sama sekali tidak mencerminkan identitas sejati dari kendaraan-kendaraan yang diproduksi oleh Ferrari. Salvini bahkan membawa-bawa nama sang pendiri, Enzo Ferrari, untuk mempertanyakan apakah beliau akan setuju dengan arah desain seperti ini.
Informasi Mengenai Ferrari Luce yang Menjadi Pusat Kontroversi:
| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Nama Model | Ferrari Luce |
| Status Produk | Mobil Listrik Pertama Ferrari |
| Konsultan Desain | LoveFrom (Jony Ive) |
| Fokus Interior | Tombol dan Sakelar Fisik (Intuitif) |
| Reaksi Publik | Kritik Tajam terhadap Desain Eksterior |
Tabel di atas merangkum bagaimana Ferrari Luce sebenarnya membawa perubahan teknologi yang signifikan, namun terganjal oleh masalah estetika visual. Perubahan haluan dari layar sentuh ke tombol fisik sebenarnya merupakan langkah berani yang awalnya disambut baik oleh para kolektor.
Meski menuai banyak hujatan, Ferrari Luce tetap menjadi tonggak sejarah penting bagi pabrikan Maranello dalam memasuki era elektrifikasi sepenuhnya. Pro dan kontra ini menjadi bukti betapa tingginya ekspektasi dunia terhadap setiap produk yang menyandang logo Kuda Jingkrak.
Kini, manajemen Ferrari harus menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa Luce bukan sekadar eksperimen desain yang gagal. Mereka perlu meyakinkan para loyalisnya bahwa performa mobil listrik ini tetap sebanding dengan nama besar yang disandangnya selama ini.