Sebuah video yang memperlihatkan kemunculan seekor macan dan diklaim berlokasi di hutan Cangar, Malang, Jawa Timur, baru-baru ini memicu kehebohan di media sosial. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang menyertai video tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.
Fakta sebenarnya mengungkapkan bahwa rekaman predator tersebut diambil di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo. Video aslinya diketahui direkam oleh seorang pengunjung pada tahun 2024 lalu, bukan baru-baru ini di wilayah Cangar.
Klarifikasi Fotografer Profesional Terkait Lokasi Video
Identitas lokasi asli video tersebut diperkuat oleh pernyataan Rendra Kurnia, seorang fotografer satwa liar profesional. Rendra memastikan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di Taman Nasional Baluran saat ia juga berada di lokasi yang sama.
Menurut Rendra, saat itu ia sedang menjalankan proyek pembuatan film dokumenter satwa liar yang kemudian ditayangkan di Austria pada awal Mei 2024. Ia bahkan menyaksikan langsung momen pengambilan gambar tersebut karena posisinya berdekatan dengan pengunjung yang merekam.
Rendra menceritakan bahwa dirinya telah menghabiskan waktu berhari-hari di dalam tenda kamuflase untuk mendapatkan momen dramatis sang macan. Ia menyayangkan aksi sejumlah pengunjung dan pemandu yang bersikap ceroboh saat predator tersebut muncul di lokasi.
Beberapa fakta penting terkait peristiwa asli di lapangan meliputi:
- Lokasi Asli: Rekaman diambil di bawah sebuah jembatan di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo.
- Waktu Kejadian: Peristiwa tersebut berlangsung pada tahun 2024 saat proyek film satwa liar sedang berjalan.
- Perilaku Pengunjung: Sejumlah pengunjung sempat panik, berisik, bahkan keluar dari mobil untuk mengambil gambar.
- Tindakan Berbahaya: Ada oknum yang mencoba melempar batu ke arah satwa, yang dinilai sangat membahayakan keselamatan manusia di sana.
Rendra menegaskan bahwa perilaku mengabaikan keamanan demi konten sangat tidak dibenarkan karena dapat memicu naluri berburu satwa liar. Ia berharap masyarakat lebih membekali diri dengan pengetahuan etika saat bertemu hewan buas di habitat aslinya.
Tanggapan Pihak Tahura Raden Soerjo
Pihak pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo juga memberikan klarifikasi mengenai klaim keberadaan macan di wilayah Cangar tersebut. Ajat Sudrajat, selaku Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo, membantah kebenaran video itu.
Ajat menduga peredaran video dengan narasi yang salah tersebut sengaja dilakukan oleh oknum pembuat konten demi mendapatkan popularitas. Hingga saat ini, pihak petugas Tahura belum pernah menemukan keberadaan macan seperti yang ada dalam video di area Cangar.
Perbandingan antara klaim viral dengan fakta lapangan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori | Klaim Viral (Hoaks) | Fakta Sebenarnya |
|---|---|---|
| Lokasi | Hutan Cangar, Malang (Tahura Raden Soerjo) | Taman Nasional Baluran, Situbondo |
| Waktu Rekaman | Baru-baru ini (2026) | Tahun 2024 |
| Sumber Video | Diunggah akun TikTok @Wong Mojokerto | Dokumentasi pengunjung di Baluran |
Data di atas menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara narasi yang beredar di media sosial dengan kejadian nyata di lapangan. Verifikasi dari ahli dan petugas setempat memastikan bahwa masyarakat tidak perlu resah terhadap klaim tersebut.
Polemik Netizen di Media Sosial
Sebelum fakta terungkap, video pendek tersebut sempat memicu perdebatan sengit di kolom komentar media sosial. Banyak netizen yang meragukan keaslian lokasi karena pemandangan alamnya yang dirasa lebih mirip karakteristik hutan di Jawa Timur bagian timur.
Beberapa pengguna internet bahkan berspekulasi mengenai jenis hewan tersebut, mulai dari macan tutul hingga kucing hutan atau macan akar. Namun, klaim awal yang menyebutkan lokasi berada di Cangar tetap menjadi poin utama yang disanggah oleh otoritas terkait.