Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem 2026, Suhu Portugal Tembus 40,3 Derajat

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem 2026, Suhu Portugal Tembus 40,3 Derajat
Foto: Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem 2026, Suhu Portugal Tembus 40,3 Derajat. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sejumlah negara di Eropa Barat saat ini tengah dilanda gelombang panas yang mengakibatkan suhu ekstrem di berbagai kota. Di Portugal, rekor suhu tertinggi untuk bulan Mei tercatat setelah Kota Mora mencapai suhu 40,3 derajat Celsius pada hari Rabu. Sebelumnya, rekor suhu tertinggi di Portugal untuk bulan yang sama adalah 40 derajat Celsius pada tahun 2001.

Gelombang panas ini juga berdampak pada negara lain seperti Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, hingga Swiss. Pemerintah Prancis segera mengadakan pertemuan untuk membahas kesiapan menghadapi kondisi ekstrem ini, termasuk langkah antisipasi kebakaran hutan dan ketersediaan air selama musim panas.

Di Paris, suhu tercatat mencapai 33 derajat Celsius pada hari Kamis dan diperkirakan akan meningkat hingga 34 derajat Celsius menjelang akhir pekan. Saat ini, 17 wilayah di Prancis berada dalam status siaga oranye akibat cuaca panas ekstrem. Suhu yang tinggi juga berdampak pada aktivitas sekolah.

Di wilayah Landes, sebuah sekolah dasar terpaksa ditutup setelah suhu di dalam gedung mencapai 53 derajat Celsius awal pekan ini. Meskipun demikian, ujian baccalaureate atau ujian akhir sekolah tetap berlangsung. Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, menyatakan bahwa sekolah dapat memilih ruang ujian yang lebih sejuk.

"Ujian tetap dilaksanakan karena siswa telah mempersiapkan diri dan ada jadwal hasil yang harus dipenuhi," kata Geffray. Kebijakan ini menuai kritik dari serikat guru yang mengatakan banyak guru harus membawa kipas angin sendiri dan membuka paksa jendela kelas untuk mendinginkan ruangan.

Cuaca panas juga mempengaruhi French Open di Paris. Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, mengaku sempat pusing dan lelah saat bertanding. "Ini situasi yang sulit. Namun sebenarnya bukan karena cuaca atau panas, melainkan kondisi saya saja hari ini," ujar Sinner.

Di Italia, peringatan merah gelombang panas dikeluarkan untuk Roma, Florence, Bologna, Brescia, dan Turin. Otoritas memperingatkan bahwa suhu ekstrem dapat berdampak pada kesehatan publik. Sementara itu, di Spanyol, suhu Madrid diprediksi mencapai 35 derajat Celsius akhir pekan ini.

Badan meteorologi Spanyol menyatakan bahwa suhu kali ini lebih mirip dengan cuaca Juli atau Agustus. Para ilmuwan menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh heat dome atau kubah panas, yaitu tekanan udara tinggi yang menjebak udara panas di suatu wilayah.

Fenomena perubahan iklim diyakini membuat gelombang panas menjadi lebih sering dan ekstrim. PBB juga memperingatkan bahwa suhu rata-rata global diperkirakan akan tetap berada pada tingkat rekor dalam beberapa tahun ke depan. Sejak 2015, sebelas tahun terakhir tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah.

Artikel terkait

Rekomendasi