Perseteruan hukum antara Rien Wartia Trigina, atau yang akrab disapa Erin, dengan mantan asisten rumah tangganya (ART) bernama Hera memasuki babak baru. Erin secara tegas menyatakan tidak akan mengambil jalan damai meski pihak lawan sempat melontarkan opsi tersebut.
Keputusan ini diambil Erin sebagai langkah serius dalam menangani dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Selain itu, ia juga memperkarakan Hera atas tuduhan fitnah serta pencemaran nama baik yang dianggap merugikan reputasinya.
Erin Tolak Opsi Damai dan Pilih Jalur Hukum
Erin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan melalui proses hukum yang sedang berjalan. Ia merasa perlu melakukan perlawanan karena tuduhan yang dilayangkan kepadanya sudah sangat keterlaluan.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas tawaran damai yang diajukan Hera saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI. Erin merasa laporan yang dibuat mantan karyawannya itu hanyalah upaya pembunuhan karakter semata.
"Saya akan terus berjuang (proses hukum)," ujar Erin singkat saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Senin (18/5). Ia lebih memilih agar Hera bicara jujur mengenai kejadian sebenarnya daripada mengumbar drama di ruang publik.
Erin meminta agar Hera berani mengakui perilaku aslinya selama bekerja di kediamannya di Bintaro. Menurut Erin, kejujuran adalah hal yang paling penting dalam menyelesaikan polemik yang kian memanas ini.
Saat ditanya mengenai kemungkinan memaafkan jika Hera datang secara langsung, Erin belum bisa memberikan kepastian. Ia menyatakan bahwa pembicaraan mengenai hal tersebut akan dilakukan pada waktu yang tepat di masa mendatang.
Fokus utama mantan istri Andre Taulany ini adalah memastikan laporan hukum yang ia buat tetap diproses pihak berwenang. Kejadian ini juga membuatnya lebih selektif dan waspada dalam memilih asisten rumah tangga ke depannya.
Poin Penting Perselisihan Erin dan Hera
Beberapa fakta krusial yang melatarbelakangi konflik hukum antara kedua belah pihak di antaranya adalah:
- Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada akhir April lalu dengan tuduhan kekerasan fisik.
- Dugaan kekerasan yang dilaporkan meliputi tindakan pemukulan, pencekikan, hingga ancaman senjata tajam.
- Hera bersedia berdamai asalkan Erin mengakui kesalahan dan mengembalikan barang pribadi miliknya seperti ponsel dan pakaian.
- Erin membantah keras semua tuduhan tersebut dan mengklaim memiliki bukti kuat berupa rekaman kamera pengawas (CCTV).
- Kesaksian dari pekerja rumah tangga lain serta petugas keamanan lingkungan turut mendukung pembelaan pihak Erin.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami bukti-bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak. Erin optimis bukti rekaman CCTV miliknya akan membuktikan bahwa penganiayaan yang dituduhkan tidak pernah terjadi di rumahnya.
Konflik ini menarik perhatian publik karena sempat dibawa hingga ke meja wakil rakyat di Senayan. Proses hukum yang berlanjut akan membuktikan kebenaran di balik klaim kekerasan fisik maupun pencemaran nama baik yang saling dilaporkan.