Enggan Dijuluki Steve Jobs dari China, Bos Xiaomi Ungkap Strategi Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Enggan Dijuluki Steve Jobs dari China, Bos Xiaomi Ungkap Strategi Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Enggan Dijuluki Steve Jobs dari China, Bos Xiaomi Ungkap Strategi Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Lei Jun, sosok di balik kesuksesan Xiaomi, telah lama menyandang predikat sebagai "Steve Jobs dari China". Julukan ini muncul karena ia dinilai memiliki kemiripan dengan pendiri Apple tersebut, mulai dari gaya berpakaian hingga visi bisnis yang ia usung.

Meskipun Lei Jun sangat mengagumi Steve Jobs, ia merasa tidak nyaman dengan perbandingan yang terus-menerus dilakukan oleh publik. Melalui unggahan di blog resmi Xiaomi beberapa waktu lalu, ia mengekspresikan keresahannya terkait label yang melekat pada dirinya tersebut.

Tanggapan Lei Jun Mengenai Perbandingan dengan Steve Jobs

Lei Jun mengakui bahwa Steve Jobs adalah tokoh besar yang memberikan pengaruh luar biasa bagi dunia teknologi. Ia tidak menampik bahwa pendiri Apple tersebut merupakan salah satu sumber inspirasi utama saat ia membangun Xiaomi.

Namun, Lei Jun menegaskan bahwa membandingkan dirinya secara langsung dengan Steve Jobs adalah sesuatu yang tidak tepat. Ia merasa pencapaian Jobs yang telah mengubah dunia berada di level yang sangat berbeda dengan dirinya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Xiaomi dan Apple merupakan dua entitas bisnis yang memiliki karakter serta filosofi yang berlawanan. Karena alasan tersebut, ia sering kali merasa bingung dan kehilangan kata-kata ketika media menanyakan pendapatnya mengenai julukan tersebut.

Pada masa awal berdirinya Xiaomi, Lei Jun juga sering mendapat pertanyaan sulit mengenai strategi perusahaan untuk mengalahkan Apple atau Samsung. Ia menganggap pertanyaan tersebut kurang relevan mengingat usia Xiaomi yang saat itu masih sangat muda.

Beberapa poin keberatan Lei Jun terhadap perbandingan tersebut antara lain:

  • Ketimpangan Pengalaman: Lei Jun merasa tidak adil membandingkan perusahaan yang baru berdiri tiga tahun dengan raksasa global yang sudah mapan.
  • Perbedaan Identitas: Xiaomi memiliki visi dan cara kerja yang berbeda secara mendasar dibandingkan dengan model bisnis Apple.
  • Inspirasi Bukan Duplikasi: Meski terinspirasi, Lei Jun ingin Xiaomi dikenal karena inovasinya sendiri, bukan sekadar pengikut Jobs.

Pernyataan ini menunjukkan keinginan Lei Jun agar publik melihat Xiaomi sebagai perusahaan mandiri yang memiliki jalur perkembangannya sendiri tanpa harus dibayang-bayangi oleh nama besar Apple.

Kritik Terhadap Pemberitaan Media

Selain soal julukan personal, Lei Jun juga menyoroti bagaimana media sering kali memberikan label negatif terhadap pertumbuhan pesat Xiaomi. Ia merasa keberatan dengan istilah yang merendahkan posisi perusahaan di mata masyarakat luas.

Salah satu hal yang ia singgung adalah penggunaan kata "baofahu", sebuah istilah di China untuk orang yang mendadak kaya. Istilah ini dianggap mengandung bias yang menyepelekan kerja keras di balik kesuksesan Xiaomi.

Ia juga menceritakan pengalamannya dengan media internasional seperti Wall Street Journal yang sempat menyebut Xiaomi sebagai produsen barang tiruan atau "shanzhai". Namun, persepsi tersebut akhirnya berubah seiring dengan terbuktikanya performa bisnis perusahaan yang solid.

Berikut adalah ringkasan perubahan perspektif media terhadap Xiaomi:

Aspek Penilaian Label Awal Media Perubahan Persepsi
Kualitas Produk Produk tiruan (shanzhai) Perangkat inovatif dan kompetitif
Status Perusahaan Kaya mendadak (baofahu) Raksasa teknologi global
Gaya Kepemimpinan Peniru Steve Jobs Inovator dengan visi unik

Tabel di atas menunjukkan bagaimana Xiaomi berhasil mengubah pandangan miring media melalui data pertumbuhan dan kualitas produk yang konsisten. Lei Jun percaya bahwa angka pertumbuhan perusahaan adalah bukti nyata yang paling efektif untuk membungkam kritik.

Kini, di usianya yang menginjak 56 tahun, Lei Jun tetap fokus membawa Xiaomi menjadi pemain utama di pasar teknologi global. Ia berharap identitas Xiaomi ke depannya akan lebih dihargai berdasarkan pencapaian orisinal perusahaan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi