Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan adanya perubahan skema dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda prioritas pemerintah. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk langkah strategis guna mengoptimalkan efisiensi anggaran yang tersedia.
Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala BGN menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini tidak akan berdampak pada pengurangan jumlah penerima manfaat. Namun, pemerintah memutuskan untuk mengubah pola pemberian layanan yang sebelumnya direncanakan berlangsung enam hari menjadi lima hari saja dalam satu minggu.
Pola Baru Distribusi Makan Bergizi Gratis
Keputusan pemangkasan durasi hari pemberian makan ini disampaikan langsung oleh Sony saat memberikan keterangan di Mabes Polri pada Senin, 25 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa BGN sepenuhnya mendukung kebijakan efisiensi anggaran demi keberlanjutan program jangka panjang.
Sony memerinci bahwa awalnya layanan ini direncanakan tetap berjalan pada hari Sabtu untuk menjangkau para siswa. Akan tetapi, melalui evaluasi terbaru dan pertimbangan anggaran, frekuensi pembagian makanan kini disesuaikan mengikuti jadwal aktif persekolahan.
Rincian penyesuaian program Makan Bergizi Gratis dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori Perubahan | Skema Awal | Skema Baru (Efisiensi) |
|---|---|---|
| Durasi Layanan | 6 Hari Seminggu | 5 Hari Seminggu |
| Kriteria Penerima | Tetap (Tidak Berubah) | Tetap (Tidak Berubah) |
| Waktu Operasional | Termasuk Hari Sabtu | Hari Aktif Sekolah (Senin-Jumat) |
| Ketentuan Hari Libur | Tetap Tersedia | Ditiadakan Jika Libur Nasional |
Tabel tersebut merangkum poin-poin utama perubahan kebijakan yang ditekankan oleh BGN dalam upaya sinkronisasi antara anggaran dan implementasi di lapangan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan setiap siswa tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup selama menempuh pendidikan di sekolah.
Keterkaitan dengan Hari Aktif Siswa
Konsep dasar yang diusung dalam aturan baru ini adalah menyelaraskan kehadiran siswa di sekolah dengan pemberian bantuan makanan gizi. Sony menjelaskan bahwa pemberian makan gratis hanya akan dilaksanakan ketika para pelajar berada di lingkungan institusi pendidikan masing-masing.
Oleh karena itu, jika mayoritas sekolah menerapkan sistem lima hari sekolah dalam sepekan, maka program MBG akan mengikuti pola tersebut secara konsisten. Sony berpendapat bahwa durasi lima hari tersebut sudah cukup ideal untuk mendukung kebutuhan fisik dan konsentrasi belajar para siswa di tanah air.
Selain perubahan jumlah hari rutin, kebijakan ini juga mencakup aturan mengenai hari libur nasional atau libur di tengah pekan yang sering kali terjadi. BGN memastikan bahwa tidak akan ada distribusi makanan jika hari sekolah sedang ditiadakan karena alasan tanggal merah atau hari besar lainnya.
Konsepnya adalah program MBG diberikan pada saat siswa memang sedang ada di sekolah, dan rata-rata sekolah saat ini beroperasi selama lima hari kerja.
Penjelasan tersebut merujuk pada situasi jika ada hari libur di luar akhir pekan, misalnya jatuh pada hari Rabu atau Kamis, maka distribusi makanan pada hari tersebut juga otomatis ditiadakan. Hal ini dilakukan agar operasional program tetap akurat dan tidak terjadi pemborosan logistik di lapangan.
Isu Internal dan Pengawasan Program
Di luar pembahasan mengenai teknis anggaran, Sony Sonjaya juga sempat memberikan klarifikasi mengenai rumor yang sempat beredar di masyarakat. Ia membantah keras isu yang menyebutkan bahwa dirinya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kehadirannya di hadapan publik hari itu merupakan bukti nyata bahwa kabar burung tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak memiliki fakta hukum. Sony menegaskan bahwa dirinya masih menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya untuk mengawal program-program strategis di BGN.
BGN juga menyoroti beberapa tantangan lain dalam pelaksanaan program ini sebagai berikut:
- Mitigasi Penipuan: Adanya kasus penipuan terkait Satuan Pelayanan Pemanfaatan Gizi (SPPG) yang menimbulkan kerugian hingga Rp100 juta.
- Keterlibatan Internal: BGN menegaskan tidak ada oknum internal yang terlibat dalam modus penipuan lokasi SPPG tersebut.
- Kritik Eksternal: Pihak BGN menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai kritik, termasuk masukan dari IDAI terkait pemberian susu formula.
- Pengawasan Berlapis: Proses pengadaan barang dan jasa dalam program MBG kini dipantau secara ketat untuk menghindari celah korupsi.
Daftar di atas menunjukkan bahwa selain fokus pada efisiensi anggaran, BGN juga tengah bekerja keras memperbaiki tata kelola program agar transparan dan akuntabel. Pihak lembaga menyadari bahwa program skala besar seperti MBG memerlukan pengawasan ekstra agar tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan.
Terakhir, Sony menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna meminimalisir kendala teknis di masa mendatang. Pemerintah berharap penyesuaian pola lima hari ini menjadi solusi terbaik agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan lancar meski di tengah keterbatasan anggaran.