DPR Bakal Panggil Kemendikdasmen soal Bahasa Prancis di Sekolah, Ada Aturan Terbaru 2026?

DPR Bakal Panggil Kemendikdasmen soal Bahasa Prancis di Sekolah, Ada Aturan Terbaru 2026?
Foto: DPR Bakal Panggil Kemendikdasmen soal Bahasa Prancis di Sekolah, Ada Aturan Terbaru 2026?. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Komisi X DPR RI berencana memanggil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membahas program pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah. Langkah ini diambil menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan agar bahasa tersebut diajarkan kepada para pelajar di Indonesia.

Lalu Hadrian Irfani, selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menegaskan perlunya penjelasan mendalam mengenai rencana kebijakan tersebut. Ia ingin memastikan bagaimana arah kebijakan serta kesiapan teknis dalam mengimplementasikan instruksi presiden tersebut di lapangan.

DPR Pertanyakan Roadmap dan Regulasi Bahasa Asing

Pihak legislatif merasa perlu mendapatkan keterangan resmi melalui rapat kerja bersama Kemendikdasmen dalam waktu dekat. Fokus utama pembahasan ini mencakup posisi program bahasa asing dalam agenda besar pendidikan nasional saat ini.

Lalu Hadrian juga menyinggung bahwa sebelumnya sempat muncul wacana serupa mengenai pengajaran Bahasa Portugis di tingkat sekolah. Namun, hingga saat ini, belum terlihat adanya tindak lanjut yang nyata baik dari sisi kerangka kerja (roadmap) maupun regulasi pendukungnya.

Poin utama yang menjadi perhatian serius Komisi X DPR RI meliputi beberapa hal berikut:

  • Kejelasan status wajib atau tidaknya mata pelajaran Bahasa Prancis bagi para siswa.
  • Ketersediaan dokumen resmi atau regulasi yang mengatur kurikulum bahasa asing baru.
  • Kesiapan infrastruktur pendidikan dalam mendukung proses belajar mengajar secara efektif.
  • Transparansi mengenai rencana implementasi agar tidak hanya menjadi sekadar wacana.

DPR menekankan bahwa setiap perubahan dalam kurikulum nasional memerlukan landasan hukum yang kuat agar dapat berjalan secara berkesinambungan. Hal ini penting agar pihak sekolah dan tenaga pendidik tidak mengalami kebingungan dalam menjalankan instruksi pemerintah pusat.

Kesiapan Tenaga Pendidik dan Kebutuhan Global

Meskipun penguatan kompetensi bahasa asing diakui sangat penting di era globalisasi, DPR mengingatkan agar kebijakan tidak dibuat secara terburu-buru. Tantangan dunia yang semakin kompleks memang menuntut siswa memiliki kemampuan komunikasi internasional yang mumpuni.

Namun, kebijakan pendidikan harus disusun secara matang dengan mempertimbangkan berbagai variabel penting di sekolah. Aspek-aspek tersebut meliputi kebutuhan nasional jangka panjang serta ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya.

Beberapa aspek krusial yang harus dipertimbangkan pemerintah dalam kebijakan ini adalah:

  • Kesesuaian kurikulum dengan standar kompetensi lulusan yang ingin dicapai.
  • Analisis manfaat yang akan diperoleh peserta didik dalam persaingan dunia kerja global.
  • Distribusi guru bahasa asing yang merata ke seluruh pelosok negeri.
  • Penyediaan materi ajar yang relevan dengan konteks sosial dan budaya di Indonesia.

Lalu Hadrian Irfani menekankan bahwa setiap kebijakan baru harus memiliki tujuan yang jelas bagi masa depan generasi muda Indonesia. Tanpa persiapan yang matang, instruksi tersebut dikhawatirkan akan sulit mencapai hasil maksimal di tingkat satuan pendidikan.

Dinamika Hubungan Bilateral Indonesia dan Prancis

Wacana pengajaran Bahasa Prancis ini mencuat setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu. Selain kerja sama di bidang pendidikan, hubungan kedua negara juga menyentuh berbagai sektor strategis lainnya.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjajaki berbagai peluang investasi dan perdagangan yang melibatkan pelaku usaha dari Prancis. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang fasih berbahasa Prancis dianggap bisa menjadi jembatan bagi penguatan ekonomi kedua negara.

Ringkasan mengenai perkembangan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Prancis belakangan ini:

Sektor Kerja Sama Detail Informasi Penting
Pendidikan Instruksi pengajaran Bahasa Prancis dan Portugis bagi pelajar RI.
Investasi Teknologi Rencana investasi pusat AI oleh SoftBank di Prancis senilai Rp1.552 triliun.
Sektor Riil Pembukaan keran impor untuk komoditas susu dan daging sapi asal Prancis.
Pasar Modal Pembentukan Dewan Bisnis RI-Prancis dengan nilai kapitalisasi US$1,3 triliun.

Data di atas menunjukkan bahwa instruksi pengajaran bahasa tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi. Namun, realisasinya di sekolah tetap harus melalui prosedur birokrasi dan evaluasi mendalam di tingkat kementerian terkait.

Instruksi Presiden Prabowo ini sebelumnya juga sempat menuai kritik dari sejumlah pakar pendidikan di tanah air. Banyak pihak menilai pemerintah seharusnya lebih fokus pada pembenahan literasi dasar dan penguatan bahasa nasional sebelum menambah beban bahasa asing baru.

Komisi X DPR RI berkomitmen untuk mengawal aspirasi publik dan memastikan bahwa anggaran pendidikan terserap secara tepat sasaran. Rapat kerja mendatang diharapkan dapat menjawab keraguan masyarakat terkait urgensi dan teknis pelaksanaan program bahasa asing ini.

Artikel terkait

Rekomendasi