Dolar AS Sentuh Rp18.000, Auto2000 Pilih Tahan Harga Komponen Mobil dan Oli Tanpa Ribet

Dolar AS Sentuh Rp18.000, Auto2000 Pilih Tahan Harga Komponen Mobil dan Oli Tanpa Ribet
Foto: Dolar AS Sentuh Rp18.000, Auto2000 Pilih Tahan Harga Komponen Mobil dan Oli Tanpa Ribet. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

CEO Auto2000 memastikan bahwa harga komponen dan oli di bengkel resmi tetap terjaga meski kurs dolar mencapai Rp18.000. Perusahaan memilih untuk menunda penyesuaian harga demi mempertahankan daya beli konsumen daripada merespons perubahan nilai tukar secara langsung.

Pemilik kendaraan disarankan segera melakukan servis sebelum ada kemungkinan kenaikan harga:

Suara.com melaporkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp18.000 sudah mulai menekan berbagai sektor industri, termasuk otomotif. Meski demikian, menurut informasi dari Auto2000, belum ada kenaikan harga untuk komponen kendaraan maupun oli mesin di bengkel resmi mereka.

Pernyataan dari Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmy Suwandy, mengungkapkan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas harga di tengah kenaikan biaya impor material. Strategi penentuan harga mereka tidak langsung mengikuti perubahan nilai tukar mata uang asing.

"Untuk oli sampai sekarang belum ada kenaikan. Tapi saya nggak tahu ke depannya bagaimana, terlebih saat ini dolar udah Rp18 ribu. Beberapa komponen seperti oli itu impor, meskipun ada juga yang lokal," ungkap Anton saat ditemui di Jakarta Utara, Kamis 4 Juni 2026.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak akan dilakukan hanya karena rupiah melemah secara persentase tertentu. Pertimbangan akan dilakukan berdasarkan daya beli masyarakat dan waktu yang tepat jika harus ada penyesuaian harga di masa depan.

"Strategi kita bukan cost plus. Jadi bukan serta-merta dolar naik 10 persen, kemudian harga juga naik 10 persen. Kita juga melihat kondisi pasar seperti apa, dan akan menaikkan harga sesuai waktu dan angka yang diharapkan bisa diterima masyarakat," tambahnya.

Auto2000 menjamin bahwa harga suku cadang akan tetap stabil setidaknya hingga akhir Juni 2026. Namun, untuk bulan Juli dan seterusnya, pihak manajemen terus berkoordinasi dengan PT Toyota-Astra Motor guna memantau perkembangan situasi ekonomi global.

"Kita belum tahu, tapi kita sudah diskusi dengan distributor, minimal hingga bulan ini tidak ada kenaikan. Namun untuk Juli ke depan, kita masih menunggu keputusan, kami berkoordinasi dengan TAM apakah ada kenaikan atau tidak," ucap Anton.

Mengingat kondisi ekonomi yang tidak stabil, pemilik kendaraan Toyota dianjurkan untuk melakukan perawatan atau pembelian unit lebih cepat sebelum adanya kemungkinan perubahan harga.

"Saya juga mengimbau teman-teman di cabang, jika perlu pembelian mobil dan servis, sebaiknya tidak ditunda-tunda karena kondisi saat ini tidak bisa dikontrol," tutup Anton.

Artikel terkait

Rekomendasi