Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akhirnya memberikan respons terkait aksi sejumlah anak kecil yang mendadak viral di media sosial. Para bocah tersebut terekam kamera sedang mengadang para pemotor yang nekat melintas di atas trotoar kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan apresiasinya terhadap kepedulian anak-anak tersebut dalam menjaga fasilitas publik. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap fungsi trotoar yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor.
Apresiasi dan Peringatan Keamanan dari Dishub
Meski memuji keberanian mereka, Syafrin tetap memberikan catatan penting mengenai keselamatan anak-anak tersebut di lapangan. Ia mengingatkan agar aksi serupa tidak membahayakan diri sendiri maupun para pengguna jalan lainnya yang sedang melintas.
Dishub DKI Jakarta menegaskan bahwa trotoar sepenuhnya merupakan hak bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Kendaraan bermotor yang merampas ruang tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan nyawa orang lain maupun pengendara itu sendiri.
Poin penting yang disampaikan oleh Kadishub DKI Jakarta dalam keterangannya:
- Apresiasi tinggi terhadap warga dan anak-anak yang peduli pada ketertiban fungsi trotoar di ibu kota.
- Imbauan keras bagi pengendara motor agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melintas di jalur pejalan kaki.
- Peringatan agar aksi pengadangan dilakukan dengan cara yang aman guna menghindari risiko kecelakaan fisik.
- Komitmen Dishub untuk meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi yang rawan pelanggaran lalu lintas.
Syafrin memastikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga ketertiban di Jalan Daan Mogot. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan serta kenyamanan seluruh pengguna jalan di wilayah Jakarta Barat.
Kronologi Aksi Viral di Jalan Daan Mogot
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sekelompok anak kecil mengadang pemotor di trotoar menjadi perbincangan hangat netizen. Dalam tayangan tersebut, mereka tampak kompak berdiri memenuhi area trotoar guna menghalangi laju kendaraan.
Menariknya, anak-anak ini terlihat membawa ranting pohon sebagai alat bantu untuk meminta pengendara motor segera putar balik. Ketegasan mereka memaksa sejumlah pemotor yang tadinya ingin memotong jalur lewat trotoar akhirnya harus menyerah dan kembali ke jalan raya.
Meskipun ada satu pengendara yang sempat bersikeras untuk tetap melintas, kelompok bocah tersebut tetap berdiri teguh menghalangi jalan. Akhirnya, pemotor tersebut tidak punya pilihan lain selain memutar balik kendaraannya mengikuti arahan anak-anak itu.
Aksi spontan ini mengundang berbagai reaksi dari masyarakat yang merasa resah dengan maraknya pelanggaran fungsi trotoar. Kini, Dishub DKI diharapkan dapat memberikan solusi permanen agar pejalan kaki tidak perlu lagi merasa terancam saat melintas di jalur yang seharusnya menjadi milik mereka.