Denny Sumargo, yang akrab disapa Densu, menunjukkan sikap tegas demi melindungi sang istri, Olivia Allan. Ia bertekad mengejar pemilik akun media sosial bernama Meriska Bunga yang menyebarkan fitnah terhadap istrinya.
Olivia Allan dituding bekerja sebagai buzzer untuk pemerintah oleh akun tersebut. Meski pelaku sempat menyampaikan permohonan maaf, Densu merasa tindakan tersebut tidak tulus dan cenderung menantang dirinya.
Kronologi Fitnah Terhadap Olivia Allan
Perselisihan ini mencuat setelah akun Meriska Bunga menyebarkan narasi bahwa Olivia Allan terlibat sebagai buzzer untuk pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 lalu.
Denny Sumargo segera membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa istrinya tidak pernah menjadi bagian dari tim sukses manapun. Ia juga menegaskan bahwa Olivia tidak pernah menerima bayaran untuk dukungan politik tertentu.
Fakta di balik foto yang menjadi dasar tuduhan tersebut:
- Foto yang beredar adalah dokumentasi lama yang diambil jauh sebelum masa pemilihan presiden berlangsung.
- Saat itu, Olivia hanya mendampingi ayah angkatnya, pengusaha Yusuf Hamka, saat bertemu Prabowo Subianto.
- Pertemuan tersebut terjadi ketika Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, bukan dalam konteks kampanye.
Penjelasan di atas mempertegas bahwa tidak ada kaitan antara aktivitas Olivia Allan dengan agenda politik praktis seperti yang dituduhkan.
Respons Pelaku yang Memicu Emosi Densu
Walaupun Meriska Bunga sempat meminta maaf, situasi justru kian memanas karena sikapnya di media sosial dianggap tidak beretika. Pelaku justru mengunggah pernyataan yang dinilai menantang keberanian Denny Sumargo.
Meriska sempat menuliskan pesan yang meminta Densu untuk langsung menyebut namanya jika ingin bersikap keras. Hal inilah yang akhirnya membuat kesabaran mantan pebasket nasional tersebut habis.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Denny Sumargo secara terbuka memberikan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan main-main jika sudah menyangkut martabat keluarga, terutama sang istri.
Denny menyatakan bahwa ia adalah sosok yang selalu memegang teguh ucapannya. Ia berjanji akan memproses masalah ini hingga tuntas demi memberikan pelajaran bagi penyebar fitnah.
Belajar dari Trauma Masa Lalu
Keputusan Denny untuk bertindak tegas bukan tanpa alasan yang kuat. Ia mengaku memiliki trauma masa lalu terkait dampak buruk dari sebuah fitnah yang tidak segera diluruskan.
Densu pernah mengalami masa sulit di mana fitnah yang ditujukan kepadanya dibiarkan begitu saja tanpa perlawanan. Akibatnya, publik telanjur percaya pada berita bohong tersebut dan merusak nama baiknya dalam waktu lama.
Berikut adalah alasan utama Denny Sumargo tidak ingin tinggal diam dalam kasus ini:
- Ia ingin melindungi kehormatan istrinya dari opini negatif yang tidak berdasar.
- Mencegah masyarakat agar tidak mudah mempercayai narasi bohong yang sengaja disebarkan.
- Memastikan bahwa setiap tindakan fitnah di media sosial memiliki konsekuensi hukum yang nyata.
Pernyataan Denny pada Senin, 25 Mei 2026, menjadi penegas bahwa ia siap menempuh jalur apa pun untuk menyelesaikan perkara ini. Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi netizen lain agar lebih bijak dalam bersosial media.