Daycare Berkualitas Jadi Kunci Ibu Bekerja Seimbangkan Karier di 2026

Daycare Berkualitas Jadi Kunci Ibu Bekerja Seimbangkan Karier di 2026
Foto: Daycare Berkualitas Jadi Kunci Ibu Bekerja Seimbangkan Karier di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
Peran <a href="/tag/daycare">Daycare</a> dalam <a href="/tag/pengasuhan">Pengasuhan</a> Anak

Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 mendorong pengadaan fasilitas daycare di tempat kerja guna memenuhi hak pengasuhan anak. Menurut dokter spesialis anak, daycare berkualitas dapat mendukung nutrisi, stimulasi, kelekatan, kesehatan, dan lingkungan belajar optimal bagi anak.

Menyediakan akses daycare membantu perempuan untuk tetap berkarier sembari memastikan pengasuhan yang terstruktur dan aman bagi anak mereka. Peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja menimbulkan tantangan untuk menjaga pengasuhan anak tetap optimal. Banyak ibu menghadapi dilema antara karier dan kebutuhan anak.

Plt. Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Rini Handayani, menegaskan bahwa negara mulai menanggapi kebutuhan ini secara serius. Pemerintah mendorong hadirnya sistem pengasuhan alternatif yang lebih terstruktur, khususnya di lingkungan kerja dan komunitas.

"Ini dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk memastikan pemerintah memberikan dukungan bagi ibu bekerja, terutama dalam memenuhi hak anak melalui pengasuhan yang layak," ucap Rini. Melalui UU Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak, penyediaan fasilitas pendukung untuk ibu bekerja, termasuk taman pengasuhan anak (TPA), diatur lebih jelas.

Daycare dari Perspektif Medis: Lebih dari Sekadar Penitipan

Banyak yang beranggapan bahwa daycare hanya sekedar tempat menitipkan anak saat orang tua bekerja. Namun, jika dikelola dengan baik, daycare bisa menjadi lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, dokter spesialis anak.

Dr. Dewi menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak didasari oleh lima fondasi utama: nutrisi, stimulasi, kelekatan (attachment), kesehatan, serta lingkungan yang aman dan minim stres. Lima aspek tersebut sebaiknya dapat hadir konsisten dalam kehidupan sehari-hari anak.

"Daycare yang berkualitas dapat memenuhi hampir semua aspek ini secara bersamaan," jelasnya. Dari sisi nutrisi, daycare mendukung kebiasaan makan yang lebih teratur. Anak-anak yang makan bersama teman cenderung lebih lahap dan berani mencoba makanan baru.

"Ketika anak makan bersama temannya, biasanya mereka lebih lahap dan berani mencoba makanan baru. Hal ini berbeda dengan kebiasaan makan sendiri sambil menonton di rumah," tambah Dr. Dewi. Untuk stimulasi, daycare menawarkan interaksi yang lebih kaya dibandingkan rumah jika anak hanya ditemani layar.

Interaksi dua arah seperti bermain, berbicara, dan merespons teman sebaya adalah pilar penting untuk perkembangan kognitif dan sosial anak. Anak-anak belajar memahami emosi, bergantian, hingga menyelesaikan masalah sederhana. "Stimulasi perlu interaksi timbal balik. Di daycare, anak belajar merespons, bermain, dan berkomunikasi," lanjut Dr. Dewi.

Aspek kelekatan juga lebih stabil di daycare dengan sistem pengasuh tetap. Anak butuh figur konsisten untuk merasa aman. Pergantian pengasuh terlalu sering, seperti yang dapat terjadi pada pengasuhan individu di rumah, bisa berdampak pada rasa percaya diri dan keamanan emosional anak.

Meskipun daycare mempertemukan anak dengan lebih banyak orang dan potensi paparan penyakit, ini bukanlah hal negatif sepenuhnya. Anak dengan pola makan baik, tidur cukup, dan rutinitas teratur cenderung memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Artikel terkait

Rekomendasi