Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan adanya lonjakan signifikan pada angka kematian akibat penyakit kanker di wilayah ibu kota. Berdasarkan data terbaru, tren fatalitas ini menunjukkan kenaikan yang cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta, dr. Ratna Sari, MKM, memaparkan bahwa tingkat kematian akibat kanker meningkat sekitar 33 persen. Lonjakan ini terpantau melalui perbandingan data dari tahun 2024 menuju tahun 2025.
Pada tahun 2024, jumlah warga yang meninggal dunia akibat kanker tercatat sebanyak 5.729 orang. Angka tersebut kemudian mengalami kenaikan drastis menjadi 7.657 jiwa pada tahun berikutnya.
Dr. Ratna menyampaikan rincian ini saat menghadiri acara The 6th Siloam Oncology Summit di Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026). Ia menekankan bahwa kenaikan sebesar sepertiga dari angka sebelumnya merupakan lonjakan yang sangat masif.
Statistik Pasien Kanker di Jakarta
Selain angka kematian, jumlah pasien yang memerlukan perawatan medis juga tergolong sangat tinggi. Kanker kini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang membebani fasilitas medis di Jakarta.
Data sistem informasi rumah sakit online tahun 2025 menunjukkan bahwa terdapat 625.022 pasien kanker yang menjalani rawat jalan. Jumlah ini menempatkan kanker di posisi keenam sebagai penyakit dengan pasien rawat jalan terbanyak.
Kondisi pada layanan rawat inap pun tidak jauh berbeda dengan total kunjungan mencapai lebih dari 100 ribu pasien. Sebanyak 109.749 kunjungan rawat inap tercatat sepanjang tahun 2025 akibat komplikasi kanker.
Dengan angka tersebut, kanker menempati urutan keempat dalam daftar penyakit yang paling sering membutuhkan perawatan inap. Sementara itu, posisi puncak daftar penyakit di Jakarta masih didominasi oleh kategori penyakit infeksi emerging.
Penguatan Jaringan Rumah Sakit Rujukan
Menanggapi situasi ini, pemerintah telah melakukan penguatan infrastruktur kesehatan melalui jaringan rumah sakit pengampu. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dan pemerataan kualitas pelayanan kanker.
Daftar rumah sakit di Jakarta yang masuk dalam jejaring pelayanan prioritas kanker:
- RSUD Pasar Minggu: Memiliki kemampuan pelayanan dengan klasifikasi Strata Utama.
- RSUD Tarakan: Rumah sakit dengan klasifikasi kemampuan Strata Madya.
- RSUD Koja: Bagian dari jaringan rujukan kanker dengan klasifikasi Strata Madya.
- RSUD Cengkareng: Melayani penanganan kanker dalam tingkatan Strata Madya.
- RSUD Pasar Rebo: Fasilitas kesehatan penyedia layanan kanker Strata Madya.
- RSUD Budhi Asih: Terintegrasi dalam sistem pengampuan kanker Strata Madya.
- RSUD Kepulauan Seribu: Menjangkau wilayah kepulauan dengan kemampuan Strata Madya.
Sistem rujukan ini memungkinkan adanya transfer pengetahuan dari rumah sakit dengan strata tinggi ke fasilitas di bawahnya. Melalui metode ini, diharapkan standar pelayanan medis bagi pasien kanker di Jakarta dapat semakin merata.
Data ringkasan layanan kanker di wilayah DKI Jakarta tahun 2025:
| Kategori Layanan | Jumlah Pasien/Kunjungan | Peringkat Penyakit |
|---|---|---|
| Rawat Jalan | 625.022 Orang | Peringkat 6 |
| Rawat Inap | 109.749 Kunjungan | Peringkat 4 |
| Kematian | 7.657 Jiwa | Salah satu tertinggi |
Data di atas memperlihatkan beban besar yang dihadapi sistem kesehatan Jakarta dalam menangani kasus kanker. Upaya preventif dan deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan angka-angka tersebut di masa depan.