Daging Kurban Alami Penurunan Kualitas Akibat Hewan Stres, Simak Penjelasan Pakar IPB Terbaru 2026

Daging Kurban Alami Penurunan Kualitas Akibat Hewan Stres, Simak Penjelasan Pakar IPB Terbaru 2026
Foto: Daging Kurban Alami Penurunan Kualitas Akibat Hewan Stres, Simak Penjelasan Pakar IPB Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menjelang perayaan Iduladha, konsumsi daging kurban seperti sapi dan domba menjadi momen yang dinanti masyarakat luas. Namun, terdapat aspek krusial yang sering terlupakan, yakni kondisi psikologis hewan sebelum proses penyembelihan dilakukan.

Pakar anatomi dan perilaku hewan dari IPB University, Dr. drh. Supratikno, mengungkapkan bahwa stres pada hewan kurban berdampak langsung pada kualitas daging. Hewan yang merasa tertekan atau tidak tenang saat disembelih cenderung menghasilkan daging dengan mutu yang rendah dan kurang sehat.

Alasan Ilmiah Mengapa Stres Merusak Kualitas Daging

Supratikno menjelaskan bahwa secara biologis, kondisi stres memicu penyempitan pembuluh darah pada hewan. Akibatnya, proses pengeluaran darah saat penyembelihan menjadi tidak maksimal atau tidak sempurna.

Selain itu, tekanan mental yang berlebihan dapat menguras cadangan glikogen dalam otot hewan. Hal ini berdampak buruk karena mengganggu proses pembentukan asam laktat yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas daging.

Daging yang kekurangan asam laktat akan memiliki tingkat pH yang tetap tinggi. Kondisi ini memicu munculnya fenomena dark, firm, and dry (DFD), di mana tekstur daging menjadi lebih gelap, keras, dan terasa kering.

Masalah lain yang sering muncul adalah adanya memar pada bagian daging tertentu. Luka dalam ini biasanya terjadi akibat hewan yang meronta-ronta terlalu kuat karena merasa terancam selama proses penanganan.

Dampak Penurunan Mutu Daging Kurban

Kualitas daging yang rendah tidak hanya memengaruhi tampilan visual, tetapi juga daya tahannya. Daging dalam kategori DFD diketahui memiliki masa simpan yang jauh lebih singkat dibandingkan daging normal.

Kondisi tersebut membuat daging menjadi lebih cepat busuk atau rusak karena lingkungan pH yang tinggi mendukung pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, menjaga ketenangan hewan menjadi kunci utama dalam penyediaan pangan yang berkualitas.

Mengenali Gejala Stres pada Hewan

Masyarakat perlu memahami tanda-tanda fisik saat hewan kurban mulai mengalami tekanan psikologis. Supratikno membagikan beberapa indikator yang bisa diamati secara langsung di lokasi penyembelihan.

Ciri-ciri fisik yang menunjukkan hewan sedang mengalami stres berat antara lain:

  • Perilaku hewan terlihat gelisah dan tidak bisa diam.
  • Produksi air liur atau ludah yang keluar secara berlebihan.
  • Sorot mata yang tampak sangat waspada atau ketakutan.
  • Pola napas yang tersengal-sengal atau tidak teratur.
  • Posisi ekor yang terlipat rapat di antara kedua kaki belakang.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, panitia kurban dapat segera melakukan tindakan penanganan yang tepat. Hal ini bertujuan untuk memastikan hewan kembali tenang sebelum proses penyembelihan dimulai.

Panduan Penanganan untuk Menjaga Kualitas Daging

Untuk menghindari penurunan kualitas daging akibat stres, diperlukan teknik penanganan yang lebih humanis dan tenang. Supratikno memberikan beberapa tips praktis yang bisa diterapkan oleh panitia kurban maupun masyarakat.

Langkah-langkah untuk meminimalisir tingkat stres pada hewan kurban:

  • Membatasi jumlah kerumunan orang di sekitar area penyembelihan agar hewan tidak merasa terancam.
  • Menghindari penggunaan pengeras suara dengan frekuensi tinggi yang dapat mengejutkan hewan.
  • Petugas disarankan tidak memakai pakaian berwarna mencolok atau terlalu terang, seperti oranye dan merah.
  • Memastikan seluruh tim penyembelih sudah terlatih dan memiliki keahlian yang memadai dalam menangani hewan.

Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat menjamin kesejahteraan hewan kurban sekaligus menghasilkan daging yang sehat untuk dikonsumsi. Penanganan yang baik merupakan bentuk penghormatan terhadap hewan sekaligus menjaga nilai gizi daging yang dibagikan.

Artikel terkait

Rekomendasi