Pada tahun 2022, komunitas pemain Red Dead Online sempat menghebohkan publik dengan menggelar upacara pemakaman simbolis di dalam game. Aksi unik ini merupakan bentuk protes karena game tersebut hampir satu tahun tidak mendapatkan pembaruan konten yang signifikan.
Hingga saat ini, masa depan game bertema koboi tersebut masih terlihat suram meski sempat ada sedikit pembaruan melalui Strange Tales of the West. Walaupun banyak penggemar merasa game ini telah gagal, CEO Take-Two Interactive justru memiliki pandangan yang bertolak belakang.
Tanggapan Strauss Zelnick Terkait Status Red Dead Online
Dalam sebuah sesi wawancara bersama IGN, Strauss Zelnick selaku pimpinan tertinggi Take-Two Interactive memberikan apresiasi tinggi terhadap waralaba Red Dead. Ia secara tegas menepis anggapan bahwa Red Dead Online merupakan sebuah kegagalan atau peluang bisnis yang tersia-siakan.
Zelnick membandingkan performa game ini dengan saudaranya, GTA Online, yang memang memiliki basis pemain dan dukungan jauh lebih besar. Baginya, angka penjualan seri Red Dead yang sangat tinggi menjadi bukti bahwa produk tersebut tetap memberikan hasil yang memuaskan.
Berikut adalah pernyataan resmi dari Strauss Zelnick mengenai pencapaian seri game ini:
- Ia menegaskan bahwa pencapaian Red Dead yang berhasil terjual hingga 85 juta kopi bukanlah sebuah peluang yang terlewatkan.
- Red Dead Online diklaim telah membuktikan kesuksesannya sendiri dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Zelnick juga menambahkan bahwa seluruh tim pengembang merasa sangat bangga dengan apa yang telah dicapai melalui game tersebut. Secara pribadi, ia mengaku masih sangat menikmati permainan tersebut dan terpesona dengan kualitas yang ditawarkan.
Namun, pernyataan positif ini justru memicu kekecewaan di kalangan pemain aktif yang merasa dianaktirikan. Komunitas merasa dukungan untuk game online ini dihentikan terlalu dini demi memfokuskan seluruh sumber daya perusahaan pada GTA Online.
Alasan di Balik Perbedaan Dukungan Antara RDO dan GTA Online
Ada faktor ekonomi yang cukup besar di balik alasan mengapa Rockstar Games memberikan perlakuan berbeda pada kedua judul tersebut. Berikut adalah perbandingan singkat mengenai situasi kedua game online milik Rockstar saat ini:
| Aspek Perbandingan | GTA Online | Red Dead Online (RDO) |
|---|---|---|
| Usia Layanan | Hampir 13 Tahun | Mulai Dirilis Akhir 2018 |
| Status Konten | Pembaruan Rutin & Masif | Dukungan Penuh Hanya 3 Tahun |
| Fokus Pengembang | Sangat Prioritas | Relatif Terabaikan |
Tabel di atas menunjukkan betapa besarnya perbedaan perhatian yang diberikan oleh pengembang terhadap dua judul besar ini. GTA Online hingga kini masih terus mendapatkan berbagai konten baru, mulai dari misi cerita tambahan hingga kepemilikan properti mewah bagi para pemainnya.
Keputusan Rockstar untuk lebih memprioritaskan GTA Online memang sangat masuk akal jika dilihat dari kacamata bisnis. Game bertema kriminal modern tersebut dilaporkan masih meraup pendapatan rata-rata satu juta dolar AS setiap harinya melalui penjualan Shark Cards.
Sangat wajar jika pada akhirnya Rockstar memilih untuk mengalokasikan tenaga kerja dan sumber daya mereka ke proyek yang paling menguntungkan. Hal inilah yang membuat nasib Red Dead Online kian terpinggirkan di tengah kesuksesan finansial yang luar biasa dari GTA Online.