Borneo FC Samarinda kembali merasakan pahitnya kegagalan dalam perburuan gelar juara kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia. Meskipun tampil luar biasa sepanjang musim, klub berjuluk Pesut Etam ini lagi-lagi gagal mengangkat trofi di penghujung kompetisi.
Musim 2025/2026 sebenarnya diprediksi menjadi momen keemasan bagi tim asuhan Fabio Lefundes tersebut. Mereka menunjukkan performa konsisten dan bersaing sengit dengan Persib Bandung hingga pekan terakhir BRI Super League.
Pada laga pamungkas yang sangat krusial, Borneo FC sukses menunjukkan taringnya dengan melibas Malut United. Namun, kemenangan telak tersebut nyatanya belum mampu mengantarkan mereka ke podium tertinggi sebagai juara.
Kondisi ini seolah menjadi dejavu atas tragedi yang pernah menimpa mereka pada musim 2023/2024 lalu. Kala itu, dominasi Borneo FC sepanjang musim juga harus berakhir dengan kekecewaan akibat terganjal format kompetisi.
Tragedi Musim 2023/2024 yang Menyakitkan
Menengok kembali ke BRI Liga 1 2023/2024, Borneo FC saat itu dikenal sebagai tim yang paling konsisten selama fase Regular Series. Kehebatan mereka terbukti dengan keberhasilan mengamankan tiket ke babak Championship Series sejak pekan ke-28.
Pesut Etam bahkan mengukuhkan diri sebagai juara Regular Series saat kompetisi baru memasuki pekan ke-30. Banyak pengamat dan pecinta sepak bola nasional yang menjagokan Borneo FC sebagai calon tunggal peraih gelar juara.
Sayangnya, regulasi musim tersebut mengharuskan tim yang berada di posisi empat besar kembali bertarung di fase gugur. Perjuangan panjang dan kerja keras mereka selama puluhan pekan harus kembali dipertaruhkan dalam format dua leg.
Langkah Borneo FC akhirnya terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan agregat 2-4 dari Madura United. Setelah kalah tipis 0-1 di Bangkalan, mereka kembali takluk 2-3 pada pertemuan kedua di Stadion Batakan.
Kekalahan tersebut memastikan Borneo FC tersingkir dan harus merelakan Persib Bandung yang akhirnya keluar sebagai juara. Sejarah kelam ini kembali menghantui perjalanan tim kebanggaan warga Samarinda tersebut di musim terbaru.
Kekecewaan di Musim 2025/2026 yang Tak Terhindarkan
Dua musim setelah kegagalan sebelumnya, Borneo FC kembali berada di posisi yang sangat dekat dengan trofi juara. Persaingan gelar musim ini berlangsung sangat dramatis dan ketat hingga detik-detik terakhir kompetisi berakhir.
Memasuki pekan ke-34, Borneo FC berhasil menjalankan tugasnya dengan baik melalui kemenangan besar atas Malut United. Di tempat lain, Persib Bandung ditahan imbang tanpa gol oleh Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Hasil tersebut membuat Borneo FC dan Persib Bandung sama-sama mengoleksi 79 poin di klasemen akhir BRI Super League 2025/2026. Namun, aturan kompetisi memberikan syarat khusus jika ada dua tim yang memiliki jumlah poin identik.
Berikut adalah aturan dan situasi penentu juara pada klasemen akhir :
- Regulasi utama menempatkan rekor pertemuan langsung atau head-to-head sebagai penentu posisi jika poin sama.
- Persib Bandung tercatat unggul dalam rekor pertemuan langsung melawan Borneo FC sepanjang musim ini.
- Hasil imbang Persib di laga terakhir sudah cukup mengamankan posisi mereka karena keunggulan statistik tersebut.
- Borneo FC terpaksa harus puas di posisi kedua meskipun memiliki poin yang sama dengan sang juara.
Penjelasan di atas menunjukkan betapa tipisnya jarak yang memisahkan Borneo FC dengan ambisi gelar juara perdana mereka. Faktor head-to-head menjadi tembok besar yang kembali mengubur impian para pemain dan pendukung Pesut Etam.
Persib Bandung pun kembali merayakan kesuksesan mereka sebagai raja sepak bola Indonesia untuk kesekian kalinya. Sementara itu, Borneo FC harus pulang dengan kepala tertunduk meski performa mereka di lapangan sangat layak mendapatkan apresiasi.
Rekapitulasi Penghargaan BRI Super League 2025/2026
Meskipun gelar juara jatuh ke tangan Persib Bandung, kompetisi musim ini juga memberikan penghargaan bagi individu yang tampil menonjol. Berikut adalah daftar penerima penghargaan individu untuk musim ini:
| Kategori Penghargaan | Nama Pemenang |
|---|---|
| Pemain Terbaik | Mariano Peralta |
| Pelatih Terbaik | Bojan Hodak |
| Klub Juara | Persib Bandung |
| Runner-up | Borneo FC |
Tabel di atas merangkum bagaimana Persib Bandung mendominasi daftar penghargaan musim ini melalui Bojan Hodak. Prestasi ini sekaligus mempertegas dominasi Persib Bandung yang berhasil meraih gelar ke-5 di era Liga Indonesia.
Keberhasilan Bojan Hodak meramu pertahanan yang kuat menjadi kunci utama kesuksesan Maung Bandung meraih trofi secara beruntun. Hal ini diakui oleh banyak pihak sebagai salah satu strategi paling efektif dalam sejarah kompetisi modern.
Bagi Borneo FC, kegagalan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar untuk menyongsong musim kompetisi berikutnya. Mereka membuktikan mampu tampil dominan secara teknis, namun masih belum dinaungi keberuntungan dalam hal regulasi dan momen krusial.