Bantah Kasar ke ART, Erin Tegaskan Ogah Minta Maaf Usai Merasa Kena Fitnah Terbaru 2026

Bantah Kasar ke ART, Erin Tegaskan Ogah Minta Maaf Usai Merasa Kena Fitnah Terbaru 2026
Foto: Bantah Kasar ke ART, Erin Tegaskan Ogah Minta Maaf Usai Merasa Kena Fitnah Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Rien Wartia Trigina, yang akrab disapa Erin, secara tegas membantah tudingan kekerasan terhadap mantan asisten rumah tangganya (ART) yang bernama Hera. Erin menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan kasar seperti yang dituduhkan dalam laporan kepolisian tersebut.

Kasus ini mencuat setelah Hera melaporkan mantan istri Andre Taulany itu ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan fisik. Namun, pihak Erin menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat dan cenderung menyudutkan posisinya.

Bantahan Terhadap Tuduhan Kekerasan

Erin menjelaskan bahwa interaksinya dengan Hera selama ini masih dalam batas kewajaran seorang majikan yang menegur pekerjanya. Ia merasa tidak pernah melakukan kontak fisik yang kasar apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan terhadap Hera.

Menurut Erin, kondisi di rumahnya sangat kondusif dan ART lainnya pun tidak pernah mengalami perlakuan buruk. Ia menilai ada kemungkinan rasa sakit hati atau dorongan dari pihak tertentu yang membuat Hera melayangkan laporan tersebut.

Kuasa hukum Erin, Farahnaz Maharani, turut memberikan pembelaan terkait karakter kliennya selama di rumah. Berikut adalah beberapa poin utama yang disampaikan oleh pihak Erin untuk menyanggah tuduhan tersebut:

Poin-poin pembelaan dari pihak Erin Wartia Trigina:

  • Kesaksian ART Lain: Pekerja rumah tangga lainnya di kediaman Erin mengaku dalam kondisi baik dan tidak pernah mengalami kekerasan serupa.
  • Bukti CCTV: Erin mengklaim memiliki rekaman kamera pengawas yang bisa membuktikan bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.
  • Sanggahan Senjata Tajam: Tuduhan mengenai penodongan pisau dianggap sebagai fitnah yang sangat keterlaluan dan tidak masuk akal.
  • Kesaksian Keamanan: Pihak keamanan di lingkungan rumahnya juga disebut siap memberikan keterangan yang mendukung posisi Erin.

Pihak Erin meyakini bahwa bukti-bukti tersebut akan mampu mematahkan semua laporan yang diajukan oleh Hera di pihak kepolisian.

Alasan Menolak Jalur Perdamaian

Meskipun Hera sempat menyatakan kesediaan untuk berdamai dengan syarat adanya permohonan maaf, Erin memilih untuk menolak opsi tersebut. Ia merasa bahwa meminta maaf sama saja dengan mengakui perbuatan yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan.

Erin mengungkapkan bahwa nama baiknya telah rusak akibat pemberitaan dan narasi negatif yang beredar di masyarakat. Ia merasa dipojokkan oleh opini publik akibat fitnah yang menurutnya sudah melampaui batas kewajaran.

Untuk meluruskan situasi, Erin telah mengambil langkah hukum balik terhadap mantan asistennya tersebut. Berikut adalah detail laporan hukum yang diajukan oleh Erin ke pihak berwajib:

Jenis Laporan Instansi Kepolisian Tujuan Laporan
Pencemaran Nama Baik Polres Metro Jakarta Selatan Membersihkan nama baik dari tuduhan kekerasan.
Pelanggaran UU ITE Polres Metro Jakarta Selatan Memberikan efek jera atas penyebaran informasi fitnah.

Langkah hukum ini diambil Erin sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan membuktikan kebenaran di mata hukum.

Kronologi Singkat Perselisihan

Konflik ini bermula ketika Hera melaporkan Erin pada akhir April lalu dengan tuduhan penganiayaan fisik di kawasan Bintaro. Dalam pengakuannya, Hera menyebutkan adanya tindakan pemukulan hingga pengancaman menggunakan senjata tajam.

Erin berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ia ingin memastikan bahwa kebenaran akan terungkap melalui bukti-bukti kuat yang telah ia siapkan untuk menghadapi persidangan nanti.

Artikel terkait

Rekomendasi