Balita di Bekasi Tewas Mengenaskan, Diduga Dibunuh Paman ODGJ Saat Ditemukan Nenek

Balita di Bekasi Tewas Mengenaskan, Diduga Dibunuh Paman ODGJ Saat Ditemukan Nenek
Foto: Balita di Bekasi Tewas Mengenaskan, Diduga Dibunuh Paman ODGJ Saat Ditemukan Nenek. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tragedi memilukan terjadi di Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh pamannya sendiri yang berinisial G (18). Sang paman diketahui mengidap gangguan jiwa atau merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Jasad balita tersebut pertama kali ditemukan oleh neneknya, yang berinisial M. Peristiwa tragis ini diketahui pada Rabu (27/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Selama ini, M berperan sebagai pengasuh utama bagi sang cucu dan anaknya yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Korban sendiri sudah tinggal bersama sang nenek sejak masih bayi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, memberikan penjelasan mengenai situasi keluarga ini. Ia menyebutkan bahwa balita tersebut sudah dirawat oleh neneknya sejak usia dua minggu.

Detail mengenai pengasuhan korban selama ini:

  • Balita malang tersebut dititipkan kepada neneknya sejak bayi.
  • Nenek M mengasuh korban dan pelaku di sebuah rumah kontrakan.
  • Keseharian mereka bergantung pada usaha dagang bahan kue milik sang nenek.
  • Nenek M biasanya bekerja dari pagi hari dan baru kembali ke rumah pada malam hari.

Kebutuhan hidup keluarga kecil ini dipenuhi oleh M melalui hasil berjualan bahan kue. Aktivitas rutinnya adalah pergi berdagang di pagi hari dan pulang saat hari sudah gelap.

Petaka bermula saat M pulang kerja dan mendapati pintu rumah kontrakannya dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena kesulitan masuk, ia akhirnya menggunakan kunci cadangan untuk membuka pintu tersebut.

Setelah pintu terbuka, pemandangan mengerikan langsung tersaji di depan matanya. Ia menemukan cucunya yang berinisial A dan anaknya, SG, tergeletak di dalam kamar kontrakan.

Kondisi sang cucu sangat memprihatinkan dengan luka terbuka pada bagian perut hingga organ dalamnya terurai. Sementara itu, SG ditemukan bersimbah darah karena diduga mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.

Kondisi Korban dan Upaya Barang Bukti

Melihat kejadian tersebut, sang nenek sempat menemukan sebuah pisau yang berada di dekat tubuh korban. Namun, karena dalam kondisi sangat panik dan terguncang, ia justru mencuci pisau tersebut.

Kompol Andi Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa tindakan mencuci pisau itu dilakukan secara spontan. Sang nenek merasa syok sehingga melakukan hal tersebut tanpa berpikir panjang.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa lokasi kejadian merupakan sebuah kontrakan sederhana. Di dalam ruangan tersebut, area dapur dan kamar tidur menjadi satu bagian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, korban menderita luka yang sangat banyak di sekujur tubuhnya. Polisi mendeteksi belasan luka tusuk serta bekas sayatan benda tajam.

Berikut adalah ringkasan luka yang ditemukan pada tubuh korban dan pelaku:

Subjek Lokasi Luka pada Tubuh
Balita (A) Kepala, wajah, badan, selangkangan, dan pipi yang teriris hingga terbuka.
Paman (G/SG) Luka tusuk di area dada serta luka di bagian pipi kiri dan kanan.

Pihak kepolisian memperkirakan jumlah luka pada tubuh balita tersebut lebih dari sepuluh tusukan. Kondisi yang paling fatal terlihat pada bagian wajah dan area perut korban.

Setelah ditemukan, paman korban segera dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang sempat kritis. Polisi kini terus memantau perkembangan kesehatan pelaku sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Status Pelaku dan Riwayat Gangguan Jiwa

Meski paman korban diduga kuat sebagai pelaku utama, statusnya saat ini masih sebagai terduga. Polisi masih menunggu kondisi kesehatannya pulih sepenuhnya untuk dimintai keterangan secara resmi.

Kompol Andi menambahkan bahwa pelaku saat ini sudah mendapatkan perawatan medis dan obat-obatan. Pihak berwenang akan melanjutkan proses hukum setelah kondisi yang bersangkutan stabil.

Terkait kondisi kejiwaan pelaku, hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya riwayat gangguan mental. Hal ini diperkuat oleh pengakuan dari sang nenek kepada tim investigasi di lapangan.

Pelaku ternyata pernah dibawa ke psikiater untuk menjalani pengobatan. Ia juga diketahui harus mengonsumsi obat-obatan khusus secara rutin untuk mengontrol kondisi kejiwaannya.

Namun, sebuah fakta menyedihkan terungkap mengenai alasan mengapa kondisi kejiwaan pelaku bisa memburuk hingga melakukan aksi nekat. Hal ini diduga berkaitan dengan masalah ekonomi yang dialami keluarga.

Dalam dua hari terakhir sebelum kejadian, pelaku ternyata tidak mengonsumsi obat-obatan rutinnya. Hal ini terjadi karena sang nenek tidak memiliki biaya untuk menebus obat tersebut.

Ketiadaan obat inilah yang diduga memicu ketidakstabilan emosi hingga berujung pada aksi pembunuhan sadis terhadap balita tersebut. Hingga kini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan motif dan detail peristiwa lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi