Bahlil Sentil Pertamina Lambat Serap Minyak Sumur Rakyat, Segera Cairkan Hak Warga 2026

Bahlil Sentil Pertamina Lambat Serap Minyak Sumur Rakyat, Segera Cairkan Hak Warga 2026
Foto: Bahlil Sentil Pertamina Lambat Serap Minyak Sumur Rakyat, Segera Cairkan Hak Warga 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengkritik PT Pertamina (Persero) karena dianggap lambat dalam menyerap minyak dari sumur rakyat. Pernyataan ini muncul setelah Bahlil menerima laporan mengenai keterlambatan tersebut.

Bahlil menegaskan bahwa Kementerian ESDM berkomitmen memberikan dukungan yang sama kepada pengusaha sumur masyarakat. Ia menyebut bahwa perusahaan skala kecil tersebut telah mendapatkan kepastian hukum dari pihak kementerian.

“Kami telah memberikan legalisasi, sehingga masyarakat bisa mengelola hasil minyak dengan baik. Kami minta pihak yang sudah diberi tanggung jawab untuk segera mengambil dan mengolah minyak ini,” ujar Bahlil dalam acara IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).

Bahlil bertanya, "Ada Pertamina di sini? Saya dengar laporan itu menyebutkan Pertamina masih lambat. Mohon untuk dipercepat, jangan merasa bisa beralasan," tambahnya lantang.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) membeberkan bahwa baru satu dari total 45.095 sumur rakyat yang telah berhasil menjual minyak mentah ke Pertamina. Hal tersebut menjadi catatan bagi BUMN tersebut untuk lebih aktif dalam menyerap hasil produksi dari sumur-sumur rakyat.

Informasi Terkait Lainnya

Bahlil juga menegaskan bahwa kebijakan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu tidak akan berlaku di sektor migas. Saat ini, telah ada 11 perjanjian jual beli gas yang terjalin, mencakup area dari Madura Strait hingga Sakakemang.

Hal lainnya, kontrak gas blok Masela telah ditandatangani oleh Inpex untuk pemasokan kepada PLN, PGN, serta industri pangan. Sementara itu, Bahlil optimis bahwa kebijakan satu pintu ekspor ini tidak akan mengganggu kontrak yang sudah ada bagi para penambang.

Di tempat lain, Indonesia direncanakan mengimpor setidaknya 100.000 unit tabung gas CNG 3 kg dari China dalam waktu dekat. Ini untuk memenuhi kebutuhan domestik akan pasokan gas yang terjangkau.

Isu lain yang tengah berkembang adalah kaitan Pertamina dengan impor minyak Rusia. Kementerian ESDM mengindikasikan adanya kode keras kepada Pertamina untuk lebih serius mengurus importasi minyak tersebut.

Semua ini bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi dalam negeri dapat terpenuhi sekaligus menstabilkan ekonomi nasional.

```

Artikel terkait

Rekomendasi