Dunia perfilman horor sedang diramaikan oleh kehadiran film berjudul Backrooms yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Juni 2026. Meski belum resmi diputar, film ini telah memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Penyebab utamanya adalah sebuah cuplikan adegan yang memperlihatkan interaksi misterius dengan suara sapaan dalam bahasa Indonesia. Diketahui bahwa audio tersebut bukanlah suara sembarang, melainkan berasal dari The Golden Record milik NASA.
The Golden Record sendiri merupakan artefak sejarah luar angkasa yang membawa pesan-pesan dari Bumi menuju alam semesta. Hal ini tentu memicu rasa penasaran penonton mengenai asal-usul dan tujuan dari rekaman fonograf emas tersebut.
Mengenal Lebih Dekat The Golden Record
The Golden Record adalah sebuah piringan hitam berbahan tembaga berlapis emas yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 1977. Rekaman ini menempel pada dua wahana antariksa, yakni Voyager 1 dan Voyager 2, yang kini tengah menjelajahi ruang antarbintang.
Tujuan utama dari pembuatan piringan ini adalah sebagai kapsul waktu yang ditujukan bagi peradaban luar angkasa di masa depan. NASA ingin memberikan gambaran tentang kehidupan dan keanekaragaman budaya yang ada di planet Bumi.
Isi di dalam piringan emas tersebut mencakup berbagai elemen suara dan visual yang sangat beragam:
- Berbagai macam foto yang menunjukkan kehidupan manusia serta lanskap alam di Bumi.
- Suara-suara alam yang autentik, seperti gemuruh guntur, deburan ombak, hingga suara kicauan burung.
- Koleksi musik dari berbagai belahan dunia, mencakup berbagai era dan aliran tradisi yang berbeda.
- Sapaan resmi atau salam lisan yang direkam dalam 55 bahasa yang berbeda dari seluruh dunia.
Piringan ini dianggap sebagai representasi kolektif umat manusia yang dikirim ke kedalaman semesta. Kehadiran bahasa Indonesia di dalamnya membuktikan bahwa budaya Nusantara diakui sebagai bagian penting dari identitas global.
Sosok di Balik Suara Bahasa Indonesia
Suara salam bahasa Indonesia yang menggema di dalam The Golden Record tersebut diisi oleh seorang pria bernama Ilyas Harun. Hingga saat ini, rekaman suara aslinya masih dapat diakses secara resmi melalui laman resmi NASA.
Dalam rekaman itu, Ilyas Harun mengucapkan kalimat yang santun dan penuh kehangatan kepada siapa pun yang mendengarnya. Kalimat tersebut berbunyi: "Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu."
Selain rekaman suara sapaan, kebudayaan Indonesia juga terwakili melalui karya seni musik tradisional yang turut dibawa ke luar angkasa. Salah satunya adalah gending Jawa legendaris berjudul "Ketawang Puspawarna" hasil karya Mangkunegara IV.
Tidak berhenti di situ, visual kebudayaan Indonesia pun ikut disertakan dalam bentuk foto penari Bali. Melalui elemen-elemen tersebut, wajah Indonesia benar-benar hadir di tengah misi eksplorasi luar angkasa yang paling ambisius dalam sejarah.
Berikut adalah detail elemen Indonesia yang terdapat dalam misi Voyager milik NASA:
| Kategori Informasi | Detail Informasi |
|---|---|
| Pengisi Suara Salam | Ilyas Harun |
| Karya Musik Tradisional | Gending Jawa "Ketawang Puspawarna" |
| Representasi Gambar | Potret Penari Bali |
| Teks Salam Lisan | "Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu." |
Data di atas menunjukkan betapa kayanya kontribusi budaya Indonesia dalam artefak yang kini berada miliaran kilometer dari Bumi. Hal ini pula yang menjadi daya tarik tersendiri ketika elemen tersebut dimasukkan ke dalam narasi film horor internasional.
Kaitan The Golden Record dengan Film Backrooms
Kehebohan di media sosial bermula saat akun X Indonesian Pop Base (@iPopBase) mengunggah potongan video dari film Backrooms. Dalam cuplikan tersebut, aktor Chiwetel Ejiofor terlihat sedang menelusuri lorong panjang yang terlihat monoton dengan dinding berwarna kuning.
Suasana mendadak berubah menjadi mencekam ketika suara sapaan Ilyas Harun terdengar menggema di sepanjang koridor kosong tersebut. Sang aktor tampak kebingungan sekaligus penasaran, lalu mencoba mencari arah datangnya sumber suara misterius itu.
Penggunaan rekaman asli dari NASA ini memberikan efek horor yang sangat unik dan terasa nyata bagi penonton. Kombinasi antara visual lorong yang tak berujung dengan suara salam yang sopan namun terasa asing di tempat itu sukses menciptakan atmosfer yang tegang.
Banyak warganet Indonesia yang memberikan respons terkejut sekaligus bangga karena bahasa nasional mereka muncul di film Hollywood. Hal ini membuat Backrooms menjadi salah satu film yang paling dinanti perilisannya di tanah air.
Alur cerita singkat film Backrooms yang perlu Anda ketahui:
- Tokoh utama bernama Clark secara tidak sengaja menemukan sebuah portal tersembunyi di gudang bawah tanah toko furniturnya.
- Portal itu membawanya masuk ke sebuah dimensi alternatif bernama Backrooms yang berisi labirin lorong kosong tak berujung.
- Setiap sudut ruangan di dunia tersebut terasa mencekam dengan nuansa kuning yang ikonik dan suasana sunyi yang menghantui.
- Clark harus berjuang menemukan jalan keluar sambil menghadapi berbagai fenomena aneh yang menguji mentalnya.
Film ini diproduksi oleh A24 dan melibatkan jajaran aktor serta aktris ternama dalam industrinya. Selain Chiwetel Ejiofor, film ini juga dibintangi oleh Renate Reinsve dan Finn Bennett yang memiliki kemampuan akting luar biasa.
Satu hal yang menarik perhatian adalah keterlibatan Lukita Maxwell, seorang aktris berbakat keturunan Indonesia-Amerika. Kehadiran Lukita menambah alasan kuat bagi penonton di Indonesia untuk tidak melewatkan karya horor yang satu ini.
Backrooms dijadwalkan akan mulai menghantui layar lebar di seluruh Indonesia pada pertengahan tahun ini. Pastikan Anda menyiapkan nyali untuk menyaksikan bagaimana misteri The Golden Record berpadu dengan ketegangan di dalam lorong tanpa ujung.