Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) mengadakan lokakarya jurnalistik khusus menyambut Piala Dunia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Senin (8/6). Agenda ini dirancang untuk mengasah naluri wartawan dalam memproduksi berita yang memikat selama turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut berlangsung.
Sebanyak tiga jurnalis senior hadir sebagai pembicara untuk memberikan panduan sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. Workshop ini menjadi wadah edukasi agar para awak media siap menghadapi hiruk-pikuk pemberitaan Gempita Bola Dunia 2026 mendatang.
Aturan Hak Siar dan Konten Video
Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, memaparkan batasan serta rambu-rambu yang perlu dipatuhi dalam produksi berita siaran. Menurutnya, jurnalis masih memiliki ruang untuk berkreasi meski FIFA menetapkan regulasi hak cipta yang sangat ketat.
Beberapa aturan penting terkait penggunaan konten piala dunia antara lain:
- Media yang bukan pemegang hak siar diperkenankan membuat video cuplikan atau highlights dengan durasi maksimal 90 detik.
- Penggunaan istilah "Piala Dunia" dalam narasi berita diperbolehkan tanpa harus menyertakan nama merek lengkap seperti "FIFA".
- Istilah "Piala Dunia" dapat digunakan secara bebas di dalam badan berita, namun dilarang keras untuk digunakan pada judul berita atau nama microsite khusus.
Aturan tersebut menegaskan bahwa media massa tetap bisa aktif memberitakan turnamen tanpa melanggar ketentuan hukum. Usman menekankan pentingnya pemahaman teknis ini agar kreativitas jurnalis tidak terhambat oleh kekhawatiran pelanggaran hak cipta.
Kekuatan Foto dan Sisi Humanis Berita
Fotografer kawakan Oscar Motuloh memberikan perspektif mengenai pentingnya foto statis sebagai dokumen sejarah dalam ajang empat tahunan ini. Ia menjelaskan bahwa setiap jepretan kamera bukan sekadar gambar, melainkan bukti nyata evolusi teknologi dan momen historis di lapangan hijau.
Meskipun saat ini dunia digital didominasi oleh konten video, Oscar yakin foto tetap memiliki nilai jurnalistik yang kuat. Melalui arsip foto sejak tahun 1930 hingga sekarang, publik bisa melihat dengan jelas bagaimana zaman terus berubah dan berkembang.
Di sisi lain, penguji UKW dari LPDS, A.A Ariwibowo, mengingatkan wartawan untuk lebih menonjolkan aspek humanisme dalam tulisan mereka. Ia menyarankan agar jurnalis mulai menggali cerita dari sisi lain yang lebih emosional dan mendalam di luar jalannya pertandingan.
Strategi penulisan berita Piala Dunia yang lebih menarik mencakup:
- Menghindari ketergantungan pada data statistik yang biasanya sudah didominasi oleh kantor berita internasional.
- Mencari celah melalui cerita budaya, sejarah, atau latar belakang unik dari negara peserta.
- Mengulas stadion dari sudut pandang arsitektur jika wartawan memiliki keahlian atau minat khusus di bidang tersebut.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi pembaca di Indonesia agar tidak jenuh dengan berita yang monoton. Fokus pada cerita manusiawi akan membuat produk jurnalistik terasa lebih hidup dan memiliki ciri khas yang berbeda dari media lainnya.
Ringkasan Panduan Jurnalistik Piala Dunia
Berikut adalah rangkuman poin penting bagi jurnalis dalam meliput Piala Dunia 2026:
| Aspek Liputan | Ketentuan dan Rekomendasi |
|---|---|
| Durasi Video Highlights | Maksimal 90 detik bagi media non-pemegang hak siar. |
| Penggunaan Nama "Piala Dunia" | Boleh di badan berita, dilarang di judul atau microsite. |
| Fokus Konten Foto | Sebagai bukti sejarah dan perkembangan teknologi lapangan. |
| Sudut Pandang Tulisan | Mengutamakan sisi humanis, budaya, arsitektur, dan sejarah. |
Tabel di atas merangkum batasan teknis dan saran kreatif yang bisa diterapkan oleh para wartawan saat bertugas nantinya. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan kualitas jurnalisme olahraga di tanah air semakin meningkat selama perhelatan akbar tersebut.